Oleh Focus |
Angkatan udara dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan mitra Indo-Pasifik lainnya sudah menyelesaikan latihan tanggap darurat terbesar di kawasan tersebut, meningkatkan kesiapan kolektif dan interoperabilitas tempur dalam unjuk kekuatan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok.
Dari 10 Juli hingga 8 Agustus, latihan Resolute Force Pacific (REFORPAC) melibatkan lebih dari 12.000 personel dan 400 pesawat di lebih dari 50 lokasi sepanjang 3.000 mil (4.828 km), termasuk Guam, Hawaii, Jepang, dan wilayah udara internasional.
Latihan yang dipimpin oleh Angkatan Udara Pasifik AS (PACAF) ini bagian dari rangkaian Latihan Tingkat Departemen "pertama dalam generasinya" yang memungkinkan AU AS melakukan operasi besar di lingkungan dinamis dan penuh tantangan, ungkap pihak AU AS dalam pernyataan 17 Juli.
"Ini kegiatan logistik dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya -- merangsek ke medan tempur dengan dukungan jaringan gabungan yang tangguh dan presisi," kata Brigjen Mike Zuhlsdorf, direktur logistik, teknik, dan perlindungan pasukan PACAF.
![Anggota Tentara Bela Diri Udara Jepang mengoperasikan truk bahan bakar saat REFORPAC 2025 di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, 15 Juli. [USAF]](/gc9/images/2025/08/08/51453-250715-f-vq736-1196-370_237.webp)
![Kepala Staf Tentara Bela Diri Udara Jepang Jenderal Takehiro Morita (kanan) bertemu Komandan Pasukan AS di Jepang Letjen Stephen F. Jost di Pangkalan Udara Yokota, 4 Agustus. [JASDF]](/gc9/images/2025/08/08/51452-morita-jost-370_237.webp)
![Personel AL dan Marinir AS di Pangkalan Angkatan Laut AS Guam melakukan terjun payung di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, 17 Juli. Kegiatan ini bagian dari REFORPAC 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian Latihan Tingkat Departemen Angkatan Udara AS 2025 yang lebih besar. [Serka Tyler McQuiston/USAF]](/gc9/images/2025/08/08/51469-jumper-370_237.webp)
"Yang membuatnya istimewa adalah kemitraan dengan para pemimpin lokal di luar negeri, di samping infrastrukturnya; antusiasme mereka mengubah REFORPAC menjadi pergelaran regional yang benar-benar terintegrasi," tambahnya.
REFORPAC menyatukan kekuatan dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris.
Keikutsertaan yang luas ini menunjukkan semakin berkembangnya konsensus Indo-Pasifik mengenai pentingnya kesiapan dan pertahanan gabungan.
Tentara Bela Diri Udara Jepang (JASDF) menyatakan pada 5 Agustus bahwa latihan ini meningkatkan keterampilan taktis dan memperkuat kemampuan tanggap dan daya tangkal aliansi Jepang-AS. JASDF menambahkan bahwa mereka akan "terus bekerja sama dengan AS untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," menekankan pentingnya latihan ini bagi keamanan kawasan.
Praktik interoperabilitas
Sepanjang latihan yang berlangsung selama sebulan, peserta melakukan berbagai misi taktis, termasuk operasi pengerahan pesawat tempur dan manuver cepat, perbaikan lapangan udara, evakuasi aeromedis, serta latihan pengisian bahan bakar dan mobilitas gabungan.
Lokasi latihan utama di Jepang meliputi Pangkalan Udara Chitose, Pangkalan Udara Misawa, serta lapangan udara Komatsu dan Matsushima.
Untuk pertama kalinya, F-35A Lightning II AS dari 421st Fighter Squadron beroperasi dari Matsushima, menyimulasikan pengerahan tempur dan pemeliharaan di lokasi yang tidak dikenal.
"Matsushima hanya salah satu lokasi yang diuji selama REFORPAC, dan keberhasilan integrasi membuktikan kemampuan kolektif kami untuk mempertahankan Jepang dalam situasi darurat," ujar Kapten Trey Elletson, pemimpin Integrasi Dukungan Operasi Pangkalan 35th Air Expeditionary Wing, dalam pernyataan AU AS pada 4 Agustus.
"Latihan besar pasukan AS dan Jepang ini membantu kami berlatih sambil bekerja sama dalam situasi penuh tekanan," tambahnya.
"Dengan dukungan Jepang, kami memiliki strategi yang lebih efektif dalam menangkal serangan terhadap pangkalan, menyebar, dan kemudian menanggapi ancaman terhadap sekutu di kawasan ini."
"Kami telah melatih mobilitas seperti ini, tetapi REFORPAC merupakan tempat pembuktian yang sesungguhnya," kata Pratu Udara Jacob Olin, kepala kru F-35 Lightning II.
"Kami mendatangkan perlengkapan, membangun konektivitas, dan beroperasi di lokasi yang belum dikenal -- sambil berkoordinasi dengan rekan JASDF."
Postur Strategis
Kepala staf JASDF yang baru, Jenderal Takehiro Morita, menyambut Letjen Stephen F. Jost, komandan Pasukan AS di Jepang, di Pangkalan Udara Yokota pada 4 Agustus.
Keduanya menegaskan kembali perlunya memperkuat koordinasi AS-Jepang dan daya tangkal berbasis aliansi.
Dalam artikel opini bulan Agustus di Breaking Defense, Jenderal Kevin Schneider, komandan PACAF, mengatakan bahwa Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia "semuanya mampu menciptakan ancaman bagi Amerika Serikat dan negara Indo-Pasifik lainnya."
Peningkatan kekuatan militer Beijing dan taktik koersif terhadap Taiwan dan para sekutu kawasan, ditambah provokasi Pyongyang dan Moskow, menekankan pentingnya “daya tangkal, berlandaskan kemampuan tempur yang kredibel” -- tujuan dari REFORPAC, ujarnya.
"Daya tangkal menuntut kita untuk selalu berada di depan para potensi agresor. Kita melakukan ini sepanjang waktu, dengan meningkatkan kekuatan, kemampuan, dan kemitraan yang tidak tertandingi," tulisnya, seraya menambahkan bahwa "latihan REFORPAC merupakan demonstrasi komitmen yang kukuh terhadap perdamaian melalui kekuatan di Indo-Pasifik."
![Penerbang AU Amerika Serikat dan Jepang berlatih saat REFORPAC 2025 di Pangkalan Udara Matsushima, Jepang, 25 Juli. [USAF]](/gc9/images/2025/08/08/51451-matsushima-370_237.webp)