Keamanan

Australia sebut helikopter Tiongkok terbang berbahaya dalam insiden di Laut Kuning

Sebuah helikopter Australia sedang menjalankan misi pemantauan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika terpaksa melakukan manuver penyelamatan.

Helikopter Angkatan Laut Australia MH-60R Seahawk dalam gambar selebaran tanpa tanggal. Canberra mengatakan sebuah Seahawk terpaksa melakukan manuver penghindaran setelah insiden berbahaya dengan helikopter Tiongkok di atas Laut Kuning pada 4 Maret. [Departemen Pertahanan Australia]
Helikopter Angkatan Laut Australia MH-60R Seahawk dalam gambar selebaran tanpa tanggal. Canberra mengatakan sebuah Seahawk terpaksa melakukan manuver penghindaran setelah insiden berbahaya dengan helikopter Tiongkok di atas Laut Kuning pada 4 Maret. [Departemen Pertahanan Australia]

Oleh AFP dan Focus |

SYDNEY -- Australia menuduh helikopter Angkatan Laut Tiongkok terbang dalam jarak yang membahayakan di dekat salah satu pesawat militernya saat berpatroli di atas Laut Kuning, sehingga memaksa awak pesawat melakukan tindakan penghindaran.

Departemen Pertahanan Australia mengatakan insiden tersebut terjadi pada 4 Maret ketika sebuah helikopter Angkatan Pertahanan Australia (ADF) sedang menjalankan kegiatan rutin di atas perairan internasional antara Tiongkok dan Semenanjung Korea.

Menurut Canberra, helikopter tersebut lepas landas dari kapal fregat HMAS Toowoomba ketika sebuah helikopter Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mendekat dan bermanuver dari jarak dekat.

Pihak Departemen Pertahanan menyebutkan bahwa helikopter Tiongkok tersebut menyamai ketinggian helikopter Australia sebelum mendekat hingga jarak yang tidak aman.

HMAS Toowoomba berlayar di perairan internasional dalam misi mendukung penegakan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korea Utara dalam gambar selebaran tanpa tanggal. [Departemen Pertahanan Australia]
HMAS Toowoomba berlayar di perairan internasional dalam misi mendukung penegakan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korea Utara dalam gambar selebaran tanpa tanggal. [Departemen Pertahanan Australia]

Helikopter tersebut kemudian bergerak sedikit ke depan, meningkatkan kecepatan, dan berbelok ke arah helikopter Australia, sehingga awak harus melakukan manuver penghindaran untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Canberra mengatakan tidak ada personel Australia yang terluka dan helikopter MH-60R Seahawk tersebut tidak mengalami kerusakan.

Pemerintah Australia juga menyatakan telah menyampaikan kekhawatiran kepada Beijing setelah insiden tersebut.

Penegakan sanksi

HMAS Toowoomba beroperasi di perairan internasional sebagai bagian dari Operasi Argos, kontribusi Australia dalam upaya multinasional untuk menegakkan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara. Misi ini mencakup pemantauan aktivitas maritim yang diduga mendukung transfer ilegal yang berkaitan dengan Pyongyang.

Tiongkok membantah versi Australia mengenai insiden tersebut. Juru bicara Kementerian Pertahanan Jiang Bin mengatakan Canberra menyajikan "distorsi fakta yang sepenuhnya salah dan menjungkirbalikkan kebenaran."

Beijing menuduh kapal fregat Australia melakukan pengintaian jarak dekat di dekat Tiongkok dengan dalih menegakkan sanksi PBB.

Sejak 2018, negara-negara seperti Australia, Jerman, dan Inggris telah melakukan pengawasan maritim dan udara dari pangkalan di Jepang dan Korea Selatan untuk menghentikan pelanggaran sanksi tersebut.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles memuji respons personel Australia setelah insiden itu.

“Tugas yang dilakukan personel ADF kami dalam menegakkan tatanan global berbasis aturan sangatlah penting,” ujarnya.

Insiden terus bertambah

Pertemuan tersebut menyusul serangkaian insiden tegang antara pasukan Tiongkok dan Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Oktober lalu, saat patroli rutin di atas Laut Tiongkok Selatan, sebuah jet tempur Tiongkok mencegat pesawat P-8A Poseidon milik Australia dan melepaskan suar di sekitar pesawat tersebut.

Dua tahun sebelumnya, sebuah kapal perang Tiongkok menggunakan sonar di dekat kapal Angkatan Laut Australia ketika penyelam sedang beroperasi di dalam air, yang menyebabkan cedera ringan.

Para pejabat Australia mengatakan interaksi semacam ini semakin sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan operasi militer di kawasan itu.

Laut Kuning menjadi wilayah yang semakin sensitif bagi aktivitas militer karena kedekatannya dengan Tiongkok dan Semenanjung Korea.

Perairan tersebut berada di dekat sejumlah pangkalan utama Angkatan Laut dan Udara Tiongkok serta digunakan oleh pasukan internasional yang menegakkan sanksi.

Beijing telah lama berpendapat bahwa patroli asing yang dilakukan atas nama penegakan sanksi sebenarnya merupakan misi pengumpulan intelijen yang menargetkan Tiongkok dan militernya.

Sebaliknya, negara-negara yang berpartisipasi dalam upaya pemantauan tersebut menegaskan bahwa mereka menjalankan operasi di perairan dan ruang udara internasional sesuai dengan hukum internasional.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link