Kapabilitas

Balikatan 2026 dibuka dengan latihan gabungan sekutu yang diperluas di Filipina

Balikatan terbesar hingga saat ini menandai partisipasi aktif pertama Jepang sekaligus pengerahan pasukan tempurnya yang pertama ke wilayah Filipina sejak Perang Dunia II.

Personel militer dari Filipina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara mitra saling merangkul dalam upacara pembukaan Latihan Balikatan 2026 di Camp General Emilio Aguinaldo, Manila, pada 20 April. [Brendon Donahue/Angkatan Darat AS]
Personel militer dari Filipina, Amerika Serikat, dan sejumlah negara mitra saling merangkul dalam upacara pembukaan Latihan Balikatan 2026 di Camp General Emilio Aguinaldo, Manila, pada 20 April. [Brendon Donahue/Angkatan Darat AS]

Oleh Chelsea Robin |

Filipina dan Amerika Serikat, bersama Jepang serta para mitra lainnya, memulai latihan militer tahunan pada 20 April dengan latihan tembak amunisi nyata dan operasi maritim di kawasan yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan. Latihan Balikatan selama 19 hari, yang kini memasuki tahun ke-41 tersebut, tercatat sebagai yang paling ekstensif hingga saat ini.

Jenderal Romeo S. Brawner Jr., Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, menyebut Balikatan sebagai “kesiapan yang nyata” pada upacara pembukaan, dengan menegaskan latihan ini membuktikan negara-negara akan semakin kuat ketika berdiri “berdampingan” dengan rasa saling percaya dan komitmen yang kuat.

Letjen Korps Marinir AS Christian Wortman memperkuat pesan tersebut dengan menyatakan fokus Washington di kawasan Indo-Pasifik serta “komitmen yang tak tergoyahkan” terhadap Filipina tetap tidak berubah, meskipun terdapat berbagai tantangan di wilayah lain.

Wilayah strategis

Lebih dari 17.000 personel militer ambil bagian dalam latihan ini, termasuk sekitar 10.000 prajurit dari Amerika Serikat. Latihan tersebut digelar di wilayah utara dan barat Filipina, termasuk Luzon dan Kepulauan Batanes yang berdekatan dengan Selat Taiwan, serta Zambales yang menghadap Laut Tiongkok Selatan.

Personel Angkatan Udara AS menaiki C-130J Super Hercules untuk berangkat ke Latihan Balikatan 2026 di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska, pada 16 April 2026. [Jade M. Caldwell/Angkatan Udara AS]
Personel Angkatan Udara AS menaiki C-130J Super Hercules untuk berangkat ke Latihan Balikatan 2026 di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska, pada 16 April 2026. [Jade M. Caldwell/Angkatan Udara AS]

Rangkaian latihan akan meliputi operasi serangan presisi dan intersepsi, pertahanan udara dan rudal terintegrasi, serta latihan tembak amunisi nyata untuk menghadapi pendaratan musuh. Pasukan Filipina dan AS juga dijadwalkan melaksanakan latihan serangan maritim di wilayah paling utara Filipina, yang menyoroti signifikansi strategis lokasi-lokasi dekat Taiwan dan kawasan-kawasan krusial di Laut Tiongkok Selatan.

Persiapan telah dilakukan sebelum upacara pembukaan, dengan pasukan Filipina dan Amerika Serikat bekerja “bahu-membahu” dalam aspek logistik dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam keterangan militer disebutkan bahwa tim juga mengangkut peralatan ke berbagai wilayah kepulauan, sementara para insinyur dan tenaga kesehatan menjalankan proyek kemanusiaan di komunitas setempat.

Aset serangan

Tahun ini, latihan juga akan menampilkan aset serangan yang lebih canggih. Sistem rudal jelajah BrahMos buatan India untuk pertama kalinya akan ambil bagian dalam Balikatan melalui simulasi penembakan pada fase latihan serangan maritim gabungan di Luzon Utara, menurut Philippine News Agency.

Letnan Jenderal Christian Wortman, selaku direktur latihan AS, turut memastikan sistem rudal Typhon tetap ditempatkan di Filipina dan akan dilibatkan pada tingkat tertentu dalam pelaksanaan latihan tersebut.

Ia mengatakan para perencana tengah mengkaji integrasi sistem BrahMos, Typhon, NMESIS, dan sistem lainnya, yang “berpotensi menjadi lebih kuat ketika diintegrasikan atau digunakan secara bersama-sama."

Jepang bergabung dalam Balikatan sebagai peserta aktif untuk pertama kalinya, yang sekaligus menjadi penempatan pertama pasukan tempur Jepang di wilayah Filipina sejak Perang Dunia II.

Sekitar 1.400 personel ambil bagian dalam kegiatan tersebut, sementara pasukan Jepang akan melaksanakan peluncuran perdana rudal Type 88 di luar wilayah Jepang selama latihan di lepas pantai Luzon bagian utara.

Kolonel Takeshi Higuchi dari Staf Gabungan Jepang di Tokyo mengatakan latihan tersebut membantu “berkontribusi dalam menciptakan lingkungan keamanan yang tidak menoleransi upaya apa pun untuk secara sepihak mengubah status quo dengan kekuatan".

Mayor Jenderal Francisco Lorenzo Jr., selaku direktur latihan Filipina, menggambarkan kegiatan itu sebagai “peluang sangat baik” untuk mempercepat modernisasi angkatan bersenjata dan memperkokoh peran Manila sebagai pelopor perdamaian regional sembari menjaga kedaulatan wilayahnya.

Jaringan yang lebih luas

Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS Robert Ewing mengatakan latihan ini tidak hanya berkaitan dengan persiapan menghadapi kemungkinan situasi darurat, tetapi juga tentang membangun kemitraan jangka panjang serta memperkuat hubungan aliansi yang tangguh.

Seiring dengan peringatan 75 tahun Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina, Balikatan 2026 mendukung aliansi tersebut melalui modernisasi kemampuan serta peningkatan kecakapan taktis.

Selain latihan tembak amunisi nyata, latihan ini juga mencakup pelatihan multilateral di ranah siber dan antariksa, dengan kapal-kapal dari empat negara melaksanakan latihan anti-kapal selam serta pencarian dan penyelamatan.

Kehadiran 17 negara pengamat mencerminkan semakin luasnya jaringan keamanan Manila serta semakin dalamnya kerja sama pertahanan dengan mitra Barat.

Wortman mengatakan “ikatan tak terputuskan” yang terbentuk selama latihan tersebut memperkuat aliansi yang “berakar kuat pada nilai-nilai bersama,” sehingga menempatkan kemitraan itu sebagai pilar utama stabilitas Indo-Pasifik.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link