Oleh Zarak Khan |
India muncul sebagai penantang utama dominasi Tiongkok yang mengakar di pasar teknologi Amerika, merebut hampir setengah pasar AS dari Tiongkok untuk impor ponsel. Statistik ini mencerminkan perubahan antara tahun 2025 dan 2024.
Amerika Serikat telah menggantikan "sekitar dua pertiga barang yang sebelumnya bersumber dari Tiongkok -- bernilai lebih dari 80 miliar dolar AS," dengan melakukan diversifikasi ke negara lain termasuk India, menurut laporan McKinsey Global Institute (MGI) pada bulan Maret yang berjudul "Geopolitics and the Geometry of Global Trade: 2026 Update."
Laporan itu menyoroti peran India yang meningkat, menyebutkan ekspor ponsel cerdasnya ke Amerika Serikat kini mencapai taraf "kira-kira 40 persen dari yang pernah dipasok oleh Tiongkok."
Dorongan kebijakan
Kebijakan industri New Delhi berperan penting dalam pergeseran ini. Prakarsa seperti "Buat di India" berupaya meningkatkan "kemampuan manufaktur domestik dan pertumbuhan ekspor," menurut McKinsey.
![Gambar dari bulan Desember lalu yang diunggah Ashwini Vaishnaw, Menteri Elektronik dan TI India, memperlihatkan pekerja di lini produksi manufaktur elektronik. Pertumbuhan ini didorong sebagian oleh upaya New Delhi untuk meningkatkan skala manufaktur dalam negeri. [X/Ashwini Vaishnaw]](/gc9/images/2026/04/28/55815-g9i-zzubgaq0azh-370_237.webp)
Pada tahun 2025, pangsa produksi ponsel cerdas global India meningkat secara signifikan.
Menurut laporan McKinsey, berkat pembebasan dari tarif AS, peranti yang diproduksi di India menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor.
Laporan itu menambahkan bahwa impor ponsel cerdas AS dari India naik sekitar $15 miliar, sementara impor dari Tiongkok turun sekitar $18 miliar pada 2025 dibandingkan tahun 2024.
Apple, perusahaan teknologi asal AS, merakit kurang lebih 55 juta iPhone di India pada 2025, sekitar 25% produksi globalnya, naik dari 36 juta unit tahun sebelumnya, menurut laporan Bloomberg pada bulan Maret.
Perusahaan tersebut memproduksi 220-230 juta iPhone setiap tahun, dan pangsa India secara keseluruhan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan itu.
Tekanan keamanan
Peningkatan peran India dalam rantai pasokan teknologi AS terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perangkat dan infrastruktur digital asal Tiongkok.
Pejabat di Washington semakin sering memperingatkan potensi kerentanan terkait dengan teknologi Tiongkok. Itu termasuk keamanan data dan kendali operasional saat krisis geopolitik.
Amerika Serikat juga mendukung penyebaran ponsel cerdas murah yang menggunakan perangkat lunak Amerika di seluruh Indo-Pasifik, sebagai upaya untuk melawan pengaruh Tiongkok yang semakin besar dalam infrastruktur digital regional.
Pada bulan Februari, Deplu AS mengumumkan "Paket AI Edge", prakarsa pendanaan hingga $200 juta untuk mempercepat peluncuran ponsel cerdas yang aman, berkualitas tinggi, dan terjangkau di kawasan itu. Peranti yang memenuhi syarat harus menggunakan sistem operasi seluler Amerika yang "tepercaya", termasuk Android atau iOS, kata Deplu AS.
Paket AI Edge dapat menghantam produsen ponsel cerdas Tiongkok, termasuk Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo, di pasar Indo-Pasifik yang sedang berkembang, kata Lizzi C. Lee, peneliti di Asia Society Policy Institute, baru-baru ini.
Kemerosotan posisi Tiongkok dalam rantai pasokan ponsel cerdas dunia juga disebabkan oleh serangkaian larangan yang menargetkan perangkat keras dan lunak Tiongkok, didorong oleh kekhawatiran soal privasi data dan pengintaian yang didukung negara.
Bulan Juni lalu, AS dan Taiwan memasukkan perusahaan teknologi besar Tiongkok ke dalam daftar hitam, termasuk Huawei, di tengah kekhawatiran keamanan yang terkait dengan infrastruktur kritis.
Eskalasi berlanjut dengan Komisi Komunikasi Federal AS mempertimbangkan untuk melarang tiga perusahaan telekomunikasi besar Tiongkok mengoperasikan pusat data di Amerika Serikat, seperti dilaporkan Reuters pada 9 April.
Usulannya termasuk pembatasan operator telekomunikasi AS untuk terhubung dengan operator Tiongkok tersebut, tambahnya.
Inggris dan Australia sudah memberlakukan pembatasan serupa terhadap investasi Tiongkok di bidang infrastruktur sensitif.
Pembatasan India
Sejalan dengan perkembangan di atas, India mempercepat pengurangan ketergantungan pada teknologi asal Tiongkok di berbagai sektor strategis. Mulai 1 April, New Delhi melarang operator satelit Tiongkok, termasuk Chinasat dan ApStar, menawarkan layanan di India. AsiaSat diberi perpanjangan tiga bulan.
Dalam teknologi pengawasan, industri yang berkaitan erat dengan rantai pasokan elektronik yang lebih luas, India menyingkirkan perusahaan Tiongkok seperti Hikvision dan Dahua Technology.
![Pelanggan berswafoto dengan iPhone 17 yang baru diluncurkan di luar Apple BKC di Mumbai, India, tanggal 19 September lalu. Apple memproduksi keempat model iPhone 17 di lima pabrik di India, yang disebut sebagai pergeseran besar dari Tiongkok. [Indranil Aditya/NurPhoto via AFP]](/gc9/images/2026/04/28/55814-afp__20250919__aditya-notitle250919_np7tq__v1__highres__consumersflocktoapplebkcasip-370_237.webp)