Keamanan

Tiongkok gelar latihan mirip blokade di sekitar Taiwan

Taipei mengecam keras apa yang disebutnya sebagai 'intimidasi militer' Beijing setelah Tiongkok menggelar latihan tembak langsung terbesar yang pernah dilakukan di sekitar Taiwan, dan bertekad untuk melakukan simulasi blokade terhadapsejumlah pelabuhan utama di pulau tersebut.

Gambar dari militer Tiongkok menunjukkan latihan tembak langsung di sekitar Taiwan yang diklaim mensimulasikan blokade terhadap sejumlah pelabuhan utama pulau yang memerintah dirinya sendiri tersebut, sehingga mendorong Taipei mengecam apa yang disebutnya sebagai 'intimidasi militer' Beijing. Unjuk kekuatan terbaru ini menyusul gelombang besar penjualan senjata Amerika Serikat, pendukung keamanan utama Taiwan, kepada Taipei. [Ye Qian/berbagai sumber/AFP]

Oleh AFP |

BEIJING -- Tiongkok telah meluncurkan latihan tembak langsung berskala besar di sekitar Taiwan, yang mensimulasikan blokade terhadap sejumlah pelabuhan utama, dalam sebuah langkah yang dikecam Taipei sebagai “intimidasi militer”.

Beijing, yang mengklaim pulau demokratis tersebut sebagai wilayahnya sendiri, sejak lama menolak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk merebut pulau itu.

Manuver tersebut diumumkan pada 29 Desember, hanya 11 hari setelah Amerika Serikat menyetujui paket penjualan senjata senilai rekor US$11,1 miliar untuk pulau tersebut. Hal ini merupakan kesepakatan penjualan senjata AS–Taiwan terbesar dalam sejarah dan memicu peringatan dari Beijing mengenai “tindakan tegas” sebagai respons.

Dalam pernyataannya, Beijing memperingatkan bahwa “kekuatan eksternal” yang mempersenjatai pulau tersebut telah mendorong Selat Taiwan ke arah “situasi berbahaya yang mendekati perang”, meskipun tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat.

Sebuah kapal Tiongkok terlihat di perairan dekat Pulau Pingtan, titik terdekat Tiongkok dengan Taiwan, di Provinsi Fujian, pada 29 Desember. Tiongkok meluncurkan latihan tembak langsung di sekitar Taiwan pada 29 Desember yang disebut akan mensimulasikan blokade terhadap sejumlah pelabuhan utama di pulau dengan pemerintahan sendiri tersebut, sehingga mendorong Taipei mengecam apa yang disebutnya sebagai 'intimidasi militer' Beijing. [Adek Berry/AFP]
Sebuah kapal Tiongkok terlihat di perairan dekat Pulau Pingtan, titik terdekat Tiongkok dengan Taiwan, di Provinsi Fujian, pada 29 Desember. Tiongkok meluncurkan latihan tembak langsung di sekitar Taiwan pada 29 Desember yang disebut akan mensimulasikan blokade terhadap sejumlah pelabuhan utama di pulau dengan pemerintahan sendiri tersebut, sehingga mendorong Taipei mengecam apa yang disebutnya sebagai 'intimidasi militer' Beijing. [Adek Berry/AFP]
Sebuah jet tempur Mirage 2000 milik Taiwan lepas landas dari Pangkalan Udara Hsinchu pada 29 Desember saat Tiongkok meluncurkan latihan militer besar di sekitar Taiwan. Taipei juga melaporkan keberadaan empat kapal penjaga pantai Tiongkok di dekat wilayah tersebut pada hari yang sama. [Cheng Yu-Chen/AFP]
Sebuah jet tempur Mirage 2000 milik Taiwan lepas landas dari Pangkalan Udara Hsinchu pada 29 Desember saat Tiongkok meluncurkan latihan militer besar di sekitar Taiwan. Taipei juga melaporkan keberadaan empat kapal penjaga pantai Tiongkok di dekat wilayah tersebut pada hari yang sama. [Cheng Yu-Chen/AFP]
Latihan Justice Mission 2025 milik Tiongkok memecahkan rekor dengan tujuh zona yang ditetapkan, mencakup wilayah yang lebih luas dan menjangkau lebih dekat ke Taiwan dibandingkan latihan United Sword 2024 dan latihan Strait Thunder-2025 pada April. [@TaiwanMonito/X]
Latihan Justice Mission 2025 milik Tiongkok memecahkan rekor dengan tujuh zona yang ditetapkan, mencakup wilayah yang lebih luas dan menjangkau lebih dekat ke Taiwan dibandingkan latihan United Sword 2024 dan latihan Strait Thunder-2025 pada April. [@TaiwanMonito/X]
Militer Taiwan merilis gambar sebuah jet tempur J-16 milik Tiongkok yang dipantau oleh pesawat F-16 Angkatan Udara Taiwan selama latihan Justice Mission 2025 Tiongkok pada 29 Desember. [Kementerian Pertahanan Taiwan]
Militer Taiwan merilis gambar sebuah jet tempur J-16 milik Tiongkok yang dipantau oleh pesawat F-16 Angkatan Udara Taiwan selama latihan Justice Mission 2025 Tiongkok pada 29 Desember. [Kementerian Pertahanan Taiwan]

Setiap upaya untuk menghentikan penyatuan Tiongkok dengan Taiwan “pasti akan gagal”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian.

Wartawan AFP melihat dua jet tempur dan sebuah kapal militer di kejauhan dari Pulau Pingtan, titik daratan Tiongkok yang paling dekat dengan Taiwan.

'Latihan tembak langsung'

Tiongkok mengatakan pada pagi hari 29 Desember bahwa mereka sedang melakukan “latihan tembak langsung terhadap sasaran maritim di utara dan barat daya Taiwan” dalam latihan berskala besar yang melibatkan kapal perusak, fregat, jet tempur, pesawat pengebom, dan drone.

Juru bicara militer Shi Yi mengatakan Beijing akan mengerahkan pasukan darat, laut, udara, dan roket dalam latihan berkode Justice Mission 2025.

Ia mengatakan latihan tersebut akan berfokus pada “patroli kesiapan tempur laut-udara, perebutan keunggulan komprehensif secara terpadu, blokade terhadap pelabuhan dan wilayah kunci, serta penangkalan multidimensi di luar rantai pulau”.

Otoritas Tiongkok merilis peta lima zona besar di sekitar Taiwan tempat latihan perang tersebut akan berlangsung.

Taiwan mengecam dan memantau

Taiwan mengatakan zona latihan yang ditetapkan Tiongkok, yang sebagian berada dalam jarak 12 mil laut dari pantainya, telah memengaruhi jalur pelayaran dan penerbangan internasional.

Pemerintah Taiwan mengecam apa yang disebutnya sebagai pengabaian Tiongkok terhadap norma internasional serta penggunaan intimidasi militer untuk mengancam negara-negara tetangga, kata juru bicara Kantor Presiden Karen Kuo.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan telah mendeteksi 89 pesawat militer Tiongkok di dekat wilayahnya pada 29 Desember, jumlah tertinggi dalam satu hari sejak Oktober 2024.

Kementerian tersebut juga mengatakan telah mendeteksi 28 kapal perang dan kapal penjaga pantai.

Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan mengatakan Tiongkok telah menetapkan “Area Bahaya Sementara” selama 10 jam pada 30 Desember.

Disebutkan pula bahwa “lebih dari 100.000 penumpang udara” pada 857 penerbangan domestik, internasional, dan transit akan terdampak oleh latihan tersebut pada hari yang sama.

Militer Taiwan mengatakan telah membentuk pusat respons, mengerahkan “kekuatan yang sesuai”, dan “melaksanakan latihan respons cepat”, sementara penjaga pantainya mengatakan telah “segera mengerahkan kapal-kapal besar”.

Latihan yang digelar Partai Komunis Tiongkok tersebut “semakin menegaskan sifatnya sebagai agresor, menjadikannya perusak perdamaian terbesar”, kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

'Peringatan keras'

Juru bicara militer Tiongkok Shi mengatakan latihan tersebut merupakan “peringatan keras terhadap kekuatan separatis ‘kemerdekaan Taiwan’ dan merupakan tindakan yang sah serta perlu untuk menjaga kedaulatan dan persatuan nasional Tiongkok”.

Militer Tiongkok merilis sebuah poster tentang latihan tersebut yang menampilkan “panah-panah keadilan”—salah satunya dilalap api—yang menghujani siluet geografis Taiwan.

Dalam sebuah video hasil kecerdasan buatan yang dipublikasikan militer, elang, hiu, serigala, dan lebah berubah menjadi peralatan militer Tiongkok, menyerang Taiwan dari laut dan udara.

Seorang wisatawan di Pingtan bermarga Lin mengatakan ia berharap daratan Tiongkok dan Taiwan suatu hari dapat bersatu.

“Saya berharap semuanya bisa terus membaik dan berkembang, dan hubungan kita bisa menjadi semakin dekat,” kata perempuan berusia 22 tahun asal Provinsi Sichuan tersebut.

Penyiar negara CCTV melaporkan bahwa tema inti latihan tersebut adalah “blokade” terhadap sejumlah pelabuhan utama Taiwan, termasuk Keelung di utara dan Kaohsiung di selatan.

Militer juga merilis sebuah video yang menampilkan teknologi militer futuristik, termasuk robot humanoid otomatis, mikrodrone, dan anjing robot bersenjata—yang tidak pernah dipamerkan sebelumnya oleh Tiongkok.

Militer Tiongkok terakhir kali menggelar latihan berskala besar dengan tembakan langsung di sekitar Taiwan pada April lalu, dalam manuver mendadak yang menuai kecaman dari Taipei.

Awal Desember, Beijing mengatakan akan mengambil “langkah tegas dan kuat” untuk menjaga wilayahnya setelah Taiwan mengumumkan persetujuan penjualan senjata senilai US$11 miliar oleh Amerika Serikat.

Tiongkok juga mengumumkan sanksi baru terhadap 20 perusahaan pertahanan Amerika pada 26 Desember, meskipun berbagai perusahaan tersebut tampaknya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada bisnis di Tiongkok.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu reaksi keras dari Beijing pada November, ketika ia mengatakan bahwa penggunaan kekuatan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link