Oleh Chelsea Robin |
Lebih dari 8.000 personel militer dari 30 negara berpartisipasi dalam Cobra Gold di seluruh penjuru Thailand. Ini merupakan latihan militer multinasional yang paling lama berlangsung di dunia sekaligus yang terbesar di daratan Asia.
Dimulai pada tahun 1982 sebagai latihan maritim bilateral AS-Thailand, Cobra Gold kini digelar untuk ke-45 kalinya dan berlangsung dari 24 Februari hingga 6 Maret. Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) menjadi tuan rumah bersama latihan ini, dengan Amerika Serikat mengerahkan lebih dari 3.200 personel.
Cobra Gold telah berkembang menjadi platform multinasional dan multidomain yang mencakup ranah darat, laut, udara, ruang angkasa, dan siber.
Peserta inti tahun ini meliputi Thailand, Amerika Serikat, Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Sementara itu, Australia, Tiongkok, dan India turut bergabung dalam sejumlah kegiatan tertentu.
![Pasukan Thailand mengusung bendera negara-negara peserta selama operasi laut di latihan Cobra Gold 2026 di Provinsi Rayong, Thailand, 26 Februari. [Sersan Bianca Hayden/Garda Nasional Angkatan Darat AS]](/gc9/images/2026/03/04/54898-cobra5-370_237.webp)
![Kapten Angkatan Ruang Angkasa AS Nicholas Braga (tengah, berdiri) bekerja sama dengan mitra ruang angkasa dari Korea Selatan dan Jepang dalam latihan Cobra Gold di Provinsi Rayong, Thailand, 27 Februari. [Sersan Teknis Giovanni Sims/Angkatan Udara AS]](/gc9/images/2026/03/04/54900-cobra3-370_237.webp)
Menurut pejabat militer AS, Cobra Gold mempertegas aliansi jangka panjang antara Amerika Serikat dan para mitranya, serta komitmen bersama untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang damai, makmur, dan aman.
Sinyal strategis
“Thailand adalah salah satu sekutu tertua kami di kawasan Indo-Pasifik,” kata Letjen Angkatan Darat AS Matthew W. McFarlane, komandan jenderal First Corps Amerika dan Joint Base Lewis-McChord di Washington, saat pembukaan latihan di Provinsi Rayong pada Februari lalu. “Cobra Gold tetap menjadi simbol kuat dari persahabatan yang telah berlangsung lama itu.”
“Cobra Gold memberikan peluang vital untuk memperkuat interoperabilitas, memperkokoh hubungan jangka panjang, dan menunjukkan komitmen bersama kami terhadap Indo-Pasifik,” kata Komandan Angkatan Laut AS Adam Peeples, perwira komando Task Force Ashland, sebuah satuan tugas Marinir dan pelaut AS yang ditempatkan di kapal USS Ashland.
Latihan utama meliputi serbuan amfibi yang kompleks, latihan tembakan amunisi tajam senjata gabungan yang dinamis, pelatihan perang hutan yang intens, serta simulasi evakuasi warga sipil nonkombatan. Selain itu, juga dilakukan interaksi ahli materi subjek kimia, biologis, radiologis, dan nuklir. Latihan tahun ini juga diperluas dengan pelatihan operasi ruang angkasa dan peningkatan latihan keamanan siber.
“Di Cobra Gold 26, kami mempertajam kemampuan dan mengasah ujung tombak kekuatan militer gabungan kami," kata Letkol Korps Marinir AS Matt Bride, komandan pasukan Task Force Ashland, dalam pernyataan yang sama.
“Aliansi ini bukan sekadar tertulis di atas kertas—aliansi ini dibangun dari kerja keras dan tekad bersama para Marinir, Pelaut, mitra, dan sekutu kami, menciptakan fondasi keamanan regional yang kokoh dan akan diperhitungkan oleh pihak mana pun yang berpotensi menjadi lawan.”
Ketegangan di kawasan Indo-Pasifik
Menjelang latihan tersebut, Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Ukris Boontanondha menyoroti tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik, termasuk ketegangan geopolitik dan konfrontasi di Laut Tiongkok Selatan, lapor Bangkok Post pada 27 Januari.
Duta Besar AS untuk Thailand Sean O'Neill menyatakan pada upacara pembukaan Cobra Gold 2026 bahwa latihan ini tetap diperlukan untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.
“Seiring dunia berubah, Cobra Gold juga harus berubah,” ujarnya, menurut Bangkok Post. “Kami harus memastikan Cobra Gold selalu beradaptasi untuk menghadapi tantangan baru dan meningkatkan interoperabilitas yang kami butuhkan untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran kita, sekarang dan di masa depan."
Selain berfokus pada komando dan kendali, latihan lapangan, serta bantuan sipil kemanusiaan, latihan militer gabungan tahun ini memperluas pelatihan untuk mencakup operasi ruang angkasa dan latihan keamanan siber yang lebih mendalam.
“Cobra Gold telah berevolusi dari latihan lapangan bilateral menjadi platform multinasional dan multidomain yang mengintegrasikan latihan pos komando dan latihan pelatihan lapangan, merambah ke ruang angkasa dan ranah baru lainnya, serta meningkatkan kompleksitas operasional," ujar Kapten Angkatan Laut Thailand Yuttana Sangma, perwira penghubung Thailand untuk INDOPACOM, kepada Indo-Pacific Defense Forum.
“Pada intinya, Cobra Gold tetap menjadi jangkar stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” tambahnya. “Latihan ini menunjukkan Thailand adalah mitra yang dapat diandalkan dan konsisten, yang berkomitmen pada keselarasan strategis jangka panjang.”
Ruang angkasa dan siber
Angkatan Ruang Angkasa AS (USSF) untuk pertama kalinya terlibat dalam Cobra Gold.
Pejabat terkait menyatakan penambahan personel Guardians USSF ke dalam Cobra Gold mencerminkan kebutuhan operasional, evolusi peperangan, serta memperkuat aliansi AS-Thailand.
“Mengintegrasikan domain ruang angkasa dalam Cobra Gold meningkatkan nilai latihan dengan memberi pemahaman kepada mitra Indo-Pasifik tentang peran operasional domain ruang angkasa selama konflik,” kata Kapten Nicholas Braga, kepala operasi masa depan USSF di Korea, dalam pernyataan Pentagon pada bulan Maret. “Ini juga membuka dialog mengenai bagaimana negara-negara dapat secara bertanggung jawab mengembangkan dan mengintegrasikan kemampuan ruang angkasa yang berkontribusi pada stabilitas regional.”
Didirikan pada Desember 2019, USSF merupakan cabang militer terbaru dari Angkatan Udara AS. Personelnya yang disebut Guardians bertugas mengorganisir, melatih, dan melengkapi pasukan guna melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di, dari, dan menuju luar angkasa.
“Sebagian besar sistem komando dan kendali bergantung pada satelit dan jaringan yang difasilitasi oleh teknologi ruang angkasa,” kata Mayor USSF Jonathan Brydie, peserta program pertukaran militer yang ditempatkan pada Komponen Ruang Angkasa Pasukan Gabungan di Markas Komando Operasi Gabungan.
“Keunggulan di ruang angkasa kini sama pentingnya dengan keunggulan udara dalam konflik modern. Kesadaran terhadap lingkungan ruang angkasa memungkinkan kami melindungi sistem tersebut dan memastikan pasukan gabungan dapat beroperasi tanpa gangguan.”
Peserta tambahan
Skala Cobra Gold juga tercermin dari banyaknya negara yang terlibat dalam mendukung latihan di berbagai tingkat.
Bangladesh, Kanada, dan Filipina mendukung perencanaan dan koordinasi operasional sebagai bagian dari Tim Augmentasi Perencanaan Multinasional.
Sementara itu, Jerman dan Vietnam berpartisipasi dalam Tim Pengamat dan Penghubung Gabungan.
![Sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS memberikan dukungan selama demonstrasi amfibi dalam latihan Cobra Gold 2026 di Provinsi Rayong, Thailand, 26 Februari. [Sersan Kepala Antonio Campbell/Korps Marinir AS]](/gc9/images/2026/03/04/54897-cobra4-370_237.webp)