Oleh Focus dan AFP |
Jepang dan Kanada sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan dan ketahanan ekonomi di Indo-Pasifik, meningkatkan hubungan mereka menjadi "kemitraan strategis menyeluruh" saat pertemuan puncak antara Perdana Menteri Sanae Takaichi dan PM Kanada Mark Carney di Tokyo.
Kedua pemimpin membahas masalah keamanan pada 6 Maret di Tokyo, saat mereka meluncurkan peta jalan strategis yang berfokus pada koordinasi pertahanan, keamanan rantai pasokan, dan kerja sama Indo-Pasifik yang lebih luas seiring meningkatnya ketegangan regional.
Kemitraan ini mencerminkan pergeseran lingkungan keamanan di Asia dan konvergensi strategis yang berkembang antara kedua negara, kata Takaichi.
"Kunjungan Mark ke sini di tengah situasi internasional yang sulit ini sangat bermakna," katanya, seraya berjanji untuk "membuka babak baru dalam hubungan Jepang-Kanada."
![Pasukan AL dari Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat berlayar dalam formasi saat latihan trilateral Noble Raven 22 di Pasifik barat pada September 2022. Dari kiri depan adalah JS Takanami, HMCS Vancouver, dan USS Higgins, dengan USNS Rappahannock dan JS Izumo di belakangnya. [Kementerian Pertahanan Jepang]](/gc9/images/2026/03/12/55033-noble_raven_22-370_237.webp)
Pertemuan puncak itu menandai kunjungan bilateral pertama PM Kanada ke Jepang dalam satu dasawarsa terakhir, setelah pertemuan mereka di Korea Selatan bulan November lalu.
Keamanan Indo-Pasifik
Pembicaraan di Tokyo berfokus berat pada kerja sama pertahanan di Indo-Pasifik. Draf pernyataan bersama memuat enam bidang prioritas, mencakup penguatan hubungan pertahanan, ketahanan ekonomi, perdagangan dan investasi, ketahanan energi dan pangan, kerja sama Arktik, serta perluasan pertukaran masyarakat.
Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan latihan militer gabungan, sekaligus memulai diskusi ke arah Perjanjian Akses Timbal Balik yang menyederhanakan pengerahan pasukan dan kegiatan pelatihan.
Sebagai bagian dari hubungan militer yang berkembang ini, kedua negara sepakat untuk membangun dialog kebijakan siber baru dan meningkatkan kerja sama di bidang seperti keamanan ruang angkasa dan kolaborasi industri pertahanan.
Jepang ingin memperluas jaringan kemitraan pertahanannya seiring upayanya mempromosikan "Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka", khususnya di tengah meningkatnya tekanan Tiongkok dan kekhawatiran akan keamanan maritim regional.
Draf pernyataan pertemuan puncak itu menentang keras "upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan" di Laut Tiongkok Timur dan Selatan, dengan kata-kata yang ditafsirkan secara luas mengarah ke Beijing.
Mitra sehaluan
Carney menggambarkan kemitraan ini sebagai bagian dari upaya Kanada untuk memperluas kehadirannya di Indo-Pasifik dan kerja sama dengan mitra regional.
"Kami meningkatkan kerja sama keamanan dan pertahanan melalui agih informasi, alih teknologi, dan kerja sama keamanan maritim," kata Carney kepada wartawan saat tampil bersama Takaichi.
Ottawa secara sistematis memperkuat hubungan dengan mitra Indo-Pasifik yang sehaluan, kata Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty.
"Kami secara sistematis menjalin hubungan dengan negara seperti Jepang, Korea Selatan, Filipina, Australia, dan Selandia Baru," katanya kepada Japan Times, seraya menyebut maksud Kanada memperluas kehadiran regionalnya dan ikut serta menangani ketegangan keamanan yang meningkat.
Kanada secara bertahap meningkatkan kiprahnya di kawasan itu sejak meluncurkan Strategi Indo-Pasifik pada 2022, meliputi kerja sama militer yang lebih menyeluruh, konsultasi pertahanan, dan latihan gabungan dengan mitra regional.
"Kami negara Pasifik. Kami negara maritim, jadi kami memantau dengan cermat apa yang terjadi di wilayah ini," kata McGuinty.
Jepang dan Kanada meningkatkan kerja sama di berbagai bidang seperti keamanan siber, keamanan ruang angkasa, dan kolaborasi industri pertahanan.
Ketahanan ekonomi menjadi prioritas
Ketahanan ekonomi adalah komponen inti lain dari kemitraan baru ini.
Kedua negara sepakat untuk meluncurkan dialog ketahanan ekonomi pada akhir tahun dengan tujuan memperkuat rantai pasokan mineral kritis dan energi, sektor yang semakin terkait dengan persaingan geopolitik.
Jepang dan Kanada sama-sama anggota Kelompok G7 dan bekerja sama dalam aliansi mineral kritis G7, yang bertujuan mengamankan pasokan bahan yang penting bagi teknologi canggih dan industri pertahanan.
Kerja sama energi menjadi topik utama dalam pembicaraan itu. Kanada adalah produsen besar minyak mentah, gas alam cair, dan mineral penting seperti tembaga dan nikel, sementara Jepang mengimpor hampir seluruh energinya.
Kedua negara menyatakan akan memperluas kerja sama di bidang ketahanan energi serta teknologi energi bersih, termasuk tenaga nuklir, hidrogen, dan sistem energi baru lainnya.
![PM Kanada Mark Carney (ki) berjabat tangan dengan PM Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada 6 Maret. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan Kanada-Jepang menjadi kemitraan strategis menyeluruh. [Takashi Aoyama/Pool/AFP]](/gc9/images/2026/03/12/55032-afp__20260306__a2893hj__v1__highres__japancanadadiplomacy-370_237.webp)