Kapabilitas

India adakan fregat siluman dan kapal selam nuklir sebagai sinyal ke Tiongkok

INS Taragiri dan INS Aridhaman memperkuat kemampuan pengawasan, serangan, dan penangkalan nuklir India.

INS Taragiri, fregat siluman canggih, dalam video yang diunggah Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada 2 April. (Rajnath Singh/X)
INS Taragiri, fregat siluman canggih, dalam video yang diunggah Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada 2 April. (Rajnath Singh/X)

Oleh Zarak Khan |

India menguji laik operasi fregat rudal siluman dan kapal selam rudal balistik berdaya nuklir (SSBN) baru. Dua kapal ini memperkuat kemampuan AL India yang secara luas ditafsirkan untuk mengimbangi peningkatan kehadiran maritim Tiongkok di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Peresmian INS Taragiri, fregat siluman Proyek 17A, bersama dengan INS Aridhaman, SSBN buatan dalam negeri terbaru negara itu, menunjukkan pergeseran strategis doktrin maritim New Delhi menuju penangkalan dan operasi perairan terbuka yang berkelanjutan.

Keunggulan teknologi siluman

Diuji laik operasi pada 3 April di Visakhapatnam, INS Taragiri merupakan salah satu kapal tempur permukaan tercanggih milik India.

Fregat hasil program Proyek 17A ini menggabungkan fitur siluman yang dirancang untuk meminimalkan jejak akustik dan radar, sehingga meningkatkan kemampuan bertahan di lingkungan konflik.

INS Aridhaman, kapal selam rudal balistik berdaya nuklir ketiga India, dalam foto unggahan Jyotiraditya M. Scindia, Menteri Komunikasi dan Pembangunan Wilayah Timur Laut, pada 3 April. (Jyotiraditya M. Scindia/X)
INS Aridhaman, kapal selam rudal balistik berdaya nuklir ketiga India, dalam foto unggahan Jyotiraditya M. Scindia, Menteri Komunikasi dan Pembangunan Wilayah Timur Laut, pada 3 April. (Jyotiraditya M. Scindia/X)

Berbicara saat uji laik operasi, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan bahwa kapal itu "mampu melakukan transit kecepatan tinggi dan dapat melaut untuk jangka waktu lama," dan "dilengkapi dengan sistem yang dirancang untuk memantau pergerakan musuh, menjamin keamanannya sendiri, dan jika perlu, memberi tanggapan cepat."

Fregat itu memiliki sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan platform rudal permukaan-ke-udara modern, dengan radar dan sonar canggih, kata Singh.

Kemampuan ini memungkinkan kapal itu melakukan beragam misi, mulai dari pertempuran laut intensitas tinggi hingga keamanan maritim, patroli anti-pembajakan, dan operasi kemanusiaan.

Mazagon Dock Shipbuilders Limited, galangan milik negara yang membangun kapal itu mengatakan bahwa kapal itu "sangat meningkatkan kemampuan pengawasan dan jangkauan operasional India di seluruh Kawasan Samudra Hindia."

Daya tangkal maritim

Sementara INS Taragiri meningkatkan kemampuan di permukaan, INS Aridhaman, SSBN buatan dalam negeri ketiga India, memperkuat triad nuklir bawah laut negara tersebut.

Kapal selam yang juga diuji laik operasi pada 3 April itu, menurut The Federal edisi 4 April "sangat meningkatkan kemampuan balasan negara terhadap musuh yang hendak menyerang."

Perkembangan ini mendukung upaya India memastikan kemampuan serangan balasan yang andal, yang merupakan landasan doktrin nuklirnya.

Dengan panjang 125 meter dan bobot 7.000 ton, kapal selam ini lebih besar dan lebih senyap daripada pendahulunya, INS Arihant dan INS Arighaat yang berbobot 6.000 ton, yang mulai beroperasi pada 2016 dan 2024.

Kapal selam itu memiliki "jejak akustik" yang lebih senyap daripada kapal selam sejenisnya, kata analis militer India Shekhar Gupta pada bulan April.

Peresmiannya memungkinkan India memiliki "daya tangkal maritim berkelanjutan dengan armada SSBN-nya," tulis WION pada 3 April.

Selain itu, ukurannya yang lebih besar serta tenaga dan persenjataan yang lebih baik memungkinkan operasi yang lebih luwes di seluruh Samudra Hindia, tambah laporan itu.

Faktor Tiongkok

Peresmian dua kapal ini menyoroti semakin intensifnya persaingan geopolitik di Indo-Pasifik, tempat Tiongkok memperluas kehadiran angkatan lautnya dengan cara yang mengkhawatirkan.

Tiongkok meningkatkan "patroli kapal selam, operasi kapal induk, dan perjanjian akses militer di seluruh kawasan Samudra Hindia," bunyi laporan Defense Security Asia pada 6 April.

"Peresmian serentak penangkal nuklir berbasis laut dan kapal perang permukaan multi-peran canggih menandakan bahwa New Delhi melesat melampaui modernisasi armada simbolis menuju struktur kekuatan maritim terintegrasi," kata studi tersebut.

Platform terbaru India ini merupakan tanggapan langsung terhadap meningkatnya tekanan strategis di lingkungan pengaruh maritim utamanya.

Uji laik operasi kapal-kapal itu mencerminkan dorongan India menuju kemandirian pertahanan di bawah prakarsa Aatmanirbhar Bharat, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada pemasok militer asing sekaligus memperbesar kapasitas industri dalam negeri.

INS Taragiri memuat lebih dari 75% suku cadang dalam negeri, dengan rantai pasokan yang meliputi lebih dari 200 perusahaan domestik, mendukung ribuan lapangan kerja di India, dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing, kata New Delhi.

Ekspor senjata India melonjak hampir 390 miliar rupe India (4,2 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2025–2026, dibandingkan 12 miliar rupe (128,9 juta dolar) satu dasawarsa sebelumnya, menurut data pemerintah.

"Ini bukti bahwa kemandirian India terus tumbuh dengan stabil," kata Menhan Singh.

"Lautan India dijaga oleh kapal-kapal yang dirancang oleh orang India, dibangun oleh orang India, dan dioperasikan oleh orang India," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link