Kapabilitas

Jepang dan Australia ikut latihan Salaknib terbesar di Filipina

Jepang mengikuti operasi darat dalam latihan gabungan AS-Filipina itu untuk pertama kalinya. Perubahan itu menyusul kesepakatan antara Tokyo dan Manila yang mulai berlaku pada 2025.

Pasukan AD AS menembakkan sistem artileri HIMARS saat Exercise Salaknib 26 di Filipina pada 16 April, menandai penggunaan amunisi hidup dan penempatan pertamanya di negara mitra. [Sertu Jameson Harris/Angkatan Darat AS]
Pasukan AD AS menembakkan sistem artileri HIMARS saat Exercise Salaknib 26 di Filipina pada 16 April, menandai penggunaan amunisi hidup dan penempatan pertamanya di negara mitra. [Sertu Jameson Harris/Angkatan Darat AS]

Oleh Shirin Bhandari |

Filipina dan Amerika Serikat memperluas latihan pasukan darat Salaknib tahunan mereka bulan ini, dengan melibatkan Jepang dan Australia sebagai peserta dalam latihan terbesar sejak dimulainya tahun 2015.

Fase pertama latihan itu dilaksanakan pada tanggal 6-17 April di Luzon, Filipina utara, yang melibatkan lebih dari 7.000 personel, menurut Philippine News Agency, dengan Jepang dan Australia bergabung untuk pertama kalinya sebagai peserta dan pengamat. Fase kedua Salaknib dimulai pada bulan Mei.

Jepang mengerahkan sekitar 420 personel Angkatan Darat Bela Diri, yang berlatih koordinasi komando dan kendali, latihan tembak amunisi hidup, dan perang hutan bersama pasukan sekutu.

Keterlibatan Jepang menandai pergeseran dari sebelumnya hanya berperan sebagai pengamat atau mitra pendukung. Tahun ini, Jepang menjadi peserta penuh dalam operasi darat, menurut NHK.

Tentara AS dan Filipina mengoordinasikan pergerakan regu saat latihan tembak amunisi hidup bilateral dalam Exercise Salaknib 2026 di Filipina pada 13 April. [Sersan Duke Edwards/Angkatan Darat AS]
Tentara AS dan Filipina mengoordinasikan pergerakan regu saat latihan tembak amunisi hidup bilateral dalam Exercise Salaknib 2026 di Filipina pada 13 April. [Sersan Duke Edwards/Angkatan Darat AS]

Perubahan itu menyusul perjanjian akses timbal balik antara Tokyo dan Manila yang mulai berlaku pada 2025. Perjanjian itu memungkinkan pasukan Jepang beroperasi di wilayah Filipina untuk pelatihan di luar misi kemanusiaan.

Peran tempur pertama

Menurut Bloomberg, Jenderal Romeo Brawner Jr., kepala staf militer Filipina, menyoroti pentingnya keturutsertaan Jepang.

"Untuk pertama kalinya sejak tahun 1945 akan ada pasukan tempur Jepang di Filipina," katanya dalam sebuah forum pada bulan Maret. "Hal itu sangat signifikan, karena dulu kita berhadapan sebagai lawan perang, sementara kali ini kita berada di pihak yang sama."

Atase pertahanan Jepang untuk Filipina, Letkol Yamashita Hideki, menyebut latihan itu sebagai bagian dari tanggapan yang lebih luas terhadap tekanan keamanan regional, menurut NHK.

"Lingkungan keamanan di sekitar Jepang semakin memburuk. Dalam konteks ini, kami mengupayakan berbagai prakarsa untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia," katanya.

Operasi gabungan

Pelatihan difokuskan pada interoperabilitas dan operasi senjata gabungan multi-matra.

Mayjen Efren Morados, wakil panglima AD Filipina, mengatakan latihan itu "dipandu tujuan yang jelas dan strategis untuk memperkuat operasi senjata gabungan, meningkatkan interoperabilitas multi-matra, dan memperkuat arsitektur keamanan regional yang tepercaya dan ulet."

Peserta melakukan latihan perang hutan, integrasi penerbangan, dan latihan tembak amunisi hidup. Angkatan Darat AS mengerahkan sistem artileri HIMARS, menandai peristiwa penting dalam pengerahan garis depan dan integrasi tembakan gabungan di medan latihan negara mitra.

Mayjen AD AS James Bartholomees mengatakan latihan itu memperkuat kesiapan sekutu.

"Salaknib membangun kekuatan tempur darat yang tepercaya bersama sekutu tertua kita di kawasan ini," katanya. "Latihan realistis ini mengasah keterampilan bersama dan memastikan kita siap menegakkan komitmen bersama terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."

Angkatan Darat Filipina dan Angkatan Darat AS di Pasifik (USARPAC) melakukan latihan tembak amunisi hidup dengan M142 HIMARS.

Juru bicara AD Filipina, Kolonel Louie Dema-ala, mengatakan kepada Philippine News Agency bahwa dukungan AS memberi pasukan "kemampuan penting dalam tembakan presisi jarak jauh" seiring pergeseran strategi AD menuju pertahanan teritorial. Latihan itu sangat penting demi menunjang interoperabilitas dan kesiapan misi, katanya.

Memperluas kemitraan

Salaknib dilaksanakan setiap tahun sejak 2015 di bawah Traktat Pertahanan Bersama AS-Filipina. Keturutsertaan mitra baru Jepang dan Australia mencerminkan pergeseran yang lebih luas menuju kerja sama keamanan yang lebih terintegrasi di antara sekutu AS di Indo-Pasifik.

Baik Filipina maupun Jepang memiliki sengketa maritim dengan Tiongkok, masing-masing di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur. Analis dan pejabat mengatakan keprihatinan bersama ini mendorong koordinasi pertahanan yang lebih erat.

Fase pertama Salaknib berfungsi sebagai persiapan untuk latihan Balikatan yang lebih besar, yang dimulai pada 20 April.

Menurut pemerintah, format baru yang diperluas ini memungkinkan para peserta menguji koordinasi dan pengintegrasian operasi sebelum beralih ke latihan gabungan terpadu yang lebih besar tahun ini.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link