Oleh Wu Qiaoxi |
Fregat AL Belanda mengunjungi Manila seiring peningkatan peran keamanan Amsterdam di Indo-Pasifik. Belanda mempertimbangkan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Filipina di tengah meningkatnya minat Eropa terhadap keamanan maritim regional dan kebebasan navigasi.
Fregat HNLMS De Ruyter berlabuh di Manila pada 22 Mei sebagai bagian dari Pacific Archer, misi lima bulan Belanda di Indo-Pasifik, menurut Philippine News Agency.
Misi itu mencakup kegiatan maritim gabungan, latihan taktis, dan kunjungan ke berbagai pelabuhan. Filipina menjadi salah satu persinggahan sebelum kapal itu mengikuti Latihan Rim of the Pacific 2026 di dekat Hawaii.
Latihan yang dijadwalkan berlangsung dari 24 Juni hingga 31 Juli tersebut merupakan latihan angkatan laut multinasional yang melibatkan 31 negara.
![Personel AL Filipina dan Belanda menyambut HNLMS De Ruyter, fregat AL Belanda, saat singgah di Manila pada 22 Mei, sebagai bagian dari Pacific Archer, misi lima bulan Belanda di Indo-Pasifik. [X/Kedutaan Besar Belanda di Filipina]](/gc9/images/2026/05/26/56286-hi-byetbuaaqyek-370_237.webp)
Duta Besar Belanda untuk Filipina, Marielle Geraedts, mengatakan bahwa Belanda mempertimbangkan "semua opsi" untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan maritim dengan Manila, dan menyebut kunjungan fregat itu sebagai "langkah awal" menuju keterlibatan lebih dalam.
"Stabilitas dan keamanan di kawasan ini juga penting bagi Belanda. Itu sebabnya kami mempertimbangkan semua opsi, dan saya rasa kunjungan fregat ini langkah pertama," ujar Geraedts di atas kapal.
Kunjungan itu bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Filipina dan Belanda tahun ini.
Misi ini menunjukkan dukungan Belanda terhadap lautan terbuka dan kebebasan navigasi, kata komandan kapal Rodger de Wit.
"Kami sangat mendukung hal itu, dan tidak masalah apakah itu Laut Utara atau Laut Tiongkok Selatan. Itu juga alasan kami ada di sini -- guna mendukung kebebasan navigasi, menjaga lautan tetap terbuka, menjaga perdagangan terus berjalan," katanya.
Hubungan maritim
Kunjungan ini dilakukan setelah pembicaraan keamanan di Den Haag pada 18 Mei antara Menlu Filipina Ma. Theresa Lazaro dan Menlu Belanda Tom Berendsen. Kedua pihak sepakat untuk mempertimbangkan kerja sama lebih luas berdasarkan kekhawatiran strategis bersama di Indo-Pasifik.
Mereka membahas peluang kerja sama di bidang urusan maritim, koordinasi hukum, dan prakarsa keamanan regional, sambil menegaskan kembali dukungan terhadap hukum internasional dan tatanan berbasis aturan.
Manila memandang kawasan Indo-Pasifik dan Eropa "bukan sebagai dua wilayah terpisah, tetapi sebagai tetangga yang keamanan satu pihak terkait erat dengan kemakmuran pihak lainnya," kata Lazaro.
Kedua pihak menyatakan dukungan terhadap putusan arbitrase 2016 tentang Laut Tiongkok Selatan, yang menolak klaim "sembilan garis putus" Tiongkok atas lebih dari 80% Laut Tiongkok Selatan.
Geraedts secara terpisah menegaskan kembali dukungan Belanda terhadap putusan arbitrase itu, yang peringatan 10 tahunnya jatuh pada 12 Juli.
"Putusan itu bagian penting dari hukum laut internasional, dan kami menyerukan kepada semua pihak agar mematuhinya," ucapnya.
Kiprah Eropa
Misi Belanda ini dilaksanakan di tengah upaya Eropa membangun hubungan keamanan dengan Filipina.
Pada bulan Maret, Filipina dan Prancis menandatangani Perjanjian Status Pasukan Tamu yang mengizinkan pasukan dari kedua negara mengikuti latihan gabungan di wilayah masing-masing. Menhan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menyinggung kemungkinan interoperabilitas militer yang lebih besar dengan NATO dan mitra Eropa.
Italia juga meningkatkan keterlibatan pertahanan dengan Filipina setelah misi angkatan laut baru-baru ini dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Manila awal tahun ini.
HNLMS De Ruyter adalah satu dari empat fregat komando dan pertahanan udara kelas De Zeven Provinciën yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Belanda. Diluncurkan pada 2004, kapal itu memiliki sistem komando-dan-kendali serta pertahanan udara jarak jauh dan membawa sekitar 200 personel serta satu helikopter NH90.
![Fregat AL Belanda, HNLMS De Ruyter, berlayar dalam misi Pacific Archer di Indo-Pasifik. Operasi lima bulan ini berfokus pada keamanan maritim, kebebasan navigasi, dan keterlibatan regional di seluruh kawasan Indo-Pasifik. [X/Kedutaan Besar Belanda di Filipina]](/gc9/images/2026/05/26/56285-hi-byedamaaqapm-370_237.webp)