Oleh Shirin Bhandari |
Filipina mengirimkan kontingen terbesar sepanjang sejarah ke latihan Rim of the Pacific (RIMPAC) dengan mengerahkan kapal Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Filipina (PCG) ke Hawaii. Ini merupakan partisipasi bersama perdana kedua institusi itu di RIMPAC.
Kapal PCG BRP Gabriela Silang dan kapal AL Filipina BRP Miguel Malvar meninggalkan Guam pada 12 Juni dalam pelayaran bersama sejumlah kapal dari empat negara lainnya. Keduanya diperkirakan tiba di Hawaii pada 21 Juni, beberapa hari sebelum latihan dimulai pada 24 Juni.
Menurut PCG, konvoi itu menunjukkan "komitmen bersama" terhadap keamanan maritim, kebebasan navigasi, dan tatanan internasional berbasis aturan di laut, sebagaimana dilaporkan The Philippine Star.
RIMPAC pertama kali digelar pada 1971. Sejak 1974, latihan itu diselenggarakan dua tahun sekali setiap tahun genap.
![Hovercraft LCAC 90 mendekati kapal serbu amfibi USS Essex dalam operasi pada 8 Juni menjelang RIMPAC 2026. [Samuel B. Park/Angkatan Laut AS]](/gc9/images/2026/06/17/56639-9746538-370_237.webp)
Penugasan bersama
Ini partisipasi pertama PCG di RIMPAC, sementara AL Filipina kembali ambil bagian setelah terakhir mengirim kapal pada 2022. Satgas 84 AL Filipina berlayar dengan fregat berpeluru kendali BRP Miguel Malvar (FFG-06).
Kepala Angkatan Laut, Laksdya Jose Ma. Ambrosio Ezpeleta, mengatakan partisipasi tersebut mencerminkan komitmen angkatan laut “untuk menjadi mitra yang kredibel dalam kerangka visi Sail Plan 2040", menurut Philippine News Agency. Ia menambahkan keikutsertaan bersama ini menunjukkan penguatan kerja sama antarlembaga di bidang maritim.
BRP Gabriela Silang mengangkut 98 personel yang terdiri dari tim spesialis pencarian dan penyelamatan, bantuan kemanusiaan, serta medis.
Para peserta akan mengikuti temu profesional dan kegiatan operasional yang mencakup operasi amfibi, kemampuan menembak dan rudal, peperangan anti-kapal selam, pertahanan udara, kedokteran militer, penanganan perompakan, pembersihan ranjau, serta penanggulangan bencana.
Keterlibatan tersebut mencerminkan semakin luasnya peran PCG dalam penegakan hukum maritim, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan operasi terkait perubahan iklim, sekaligus memperkuat kehadiran Filipina yang makin terintegrasi dalam berbagai kegiatan multinasional.
Pengiriman kontingen ini dilakukan di tengah tingginya dukungan publik di dalam negeri. Survei OCTA Research yang dirilis awal tahun ini menunjukkan 71 persen warga Filipina mendukung latihan militer bersama dan patroli dengan negara-negara sekutu guna membantu mengamankan Laut Filipina Barat.
Komposisi peserta RIMPAC
Diselenggarakan dua tahun sekali oleh Armada Pasifik Amerika Serikat, RIMPAC 2026 melibatkan 31 negara, sekitar 40 kapal permukaan, lima kapal selam, 140 pesawat terbang, dan lebih dari 25.000 personel. Kapal induk USS Theodore Roosevelt, yang merupakan kapal utama CSG 9, memimpin kontingen Amerika Serikat.
Kapal AS yang ambil bagian dalam latihan tersebut di antaranya kapal perusak berpeluru kendali USS Paul Hamilton dan USS Decatur, kapal penjelajah USS Chosin, serta kapal selam serang cepat USS Charlotte dan USS Columbia.
Angkatan Laut AS akhirnya mengirimkan USS Theodore Roosevelt ke RIMPAC setelah sebelumnya menimbang kemungkinan menyiagakan kapal induk itu untuk operasi di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, menurut San Diego Union-Tribune.
Korea Selatan akan memimpin matra laut dalam latihan tersebut dan mengirimkan satu kapal perusak, kapal selam Dosan Ahn Changho, satu fregat, serta satu pesawat patroli maritim P-8A, menurut Stars and Stripes.
Kontribusi mitra
Australia mengirim kapal perusak kelas Hobart HMAS Sydney yang bertolak dari Pelabuhan Sydney sebagai bagian dari kiprah regional. Kepala Operasi Gabungan, Laksdya Justin Jones, menyebut misi itu memperkuat keandalan Australia “sebagai mitra keamanan.”
Kanada meningkatkan keterlibatan regionalnya di RIMPAC dengan mengirim fregat kelas Halifax HMCS Regina dan HMCS Ottawa, yang membawa lebih dari 800 personel, sekaligus memimpin komponen udara multinasional dalam latihan itu.
Pengerahan tersebut menunjukkan komitmen Kanada terhadap “Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif,” kata Laksdya Angus Topshee. Sebagai salah satu peserta pendiri RIMPAC bersama Amerika Serikat dan Australia, Kanada telah meningkatkan kehadirannya di kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring perluasan kerja sama pertahanan Filipina dengan mitra regional, latihan seperti RIMPAC menjadi sarana pelatihan praktis untuk meningkatkan interoperabilitas. PCG menyebut latihan itu memperkuat kesiapan operasional dan kemampuan peserta mengatasi tantangan maritim bersama.
![Personel AL Filipina memberi penghormatan saat kapal Penjaga Pantai Filipina BRP Gabriela Silang bertolak untuk mengikuti latihan Rim of the Pacific (RIMPAC) pada 9 Juni. [Angkatan Laut Filipina]](/gc9/images/2026/06/17/56638-3-370_237.webp)