Ekonomi

Kawasan industri India-Taiwan memajukan ambisi manufaktur India di Asia Timur

Proyek di Gujarat mencerminkan upaya India yang semakin intensif untuk menarik investasi teknologi tinggi dari Taiwan, sekaligus memperkuat rantai pasokan semikonduktor dan manufaktur berteknologi canggih.

Ilustrasi menggambarkan kemitraan semikonduktor India-Taiwan. Sebuah usaha patungan baru antara Allegiance Group yang berbasis di Taiwan dan negara bagian Gujarat, India, bertujuan untuk menarik investasi Taiwan dan mendukung ambisi India untuk memperluas kemampuan semikonduktor dan manufaktur canggih. [Focus]
Ilustrasi menggambarkan kemitraan semikonduktor India-Taiwan. Sebuah usaha patungan baru antara Allegiance Group yang berbasis di Taiwan dan negara bagian Gujarat, India, bertujuan untuk menarik investasi Taiwan dan mendukung ambisi India untuk memperluas kemampuan semikonduktor dan manufaktur canggih. [Focus]

Oleh Vasudevan Sridharan |

Sebuah kawasan industri yang akan hadir di India menjadi penanda semakin eratnya kerja sama teknologi antara India dan Taiwan.

Kawasan Industri India-Taiwan di koridor Sanand-Dholera, negara bagian Gujarat, India, menandai langkah baru dalam upaya India untuk menarik industri manufaktur berteknologi tinggi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Asia Timur.

Dokumen proyek yang ditandatangani pada April lalu mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam hubungan India-Taiwan, sekaligus meningkatnya peran pemerintah negara bagian India dalam menarik investasi asing dan mengembangkan ekosistem manufaktur.

Proyek yang dikembangkan bersama Allegiance Group yang berbasis di Taiwan itu diperkirakan akan menarik investasi Taiwan lebih dari 10 miliar rupee India (sekitar US$117 juta) serta menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung dalam lima tahun ke depan, kata Kepala Menteri Gujarat, Bhupendra Patel, pada bulan April.

Perwakilan Allegiance Group yang berbasis di Taiwan dan pejabat negara bagian Gujarat, India, berpose setelah menandatangani perjanjian untuk proyek Taman Industri India-Taiwan di Gujarat pada bulan April. Proyek ini diharapkan dapat menarik investasi Taiwan di bidang semikonduktor, elektronik, dan sektor manufaktur canggih lainnya. [X/Ketua Menteri Gujarat Bhupendra Patel]
Perwakilan Allegiance Group yang berbasis di Taiwan dan pejabat negara bagian Gujarat, India, berpose setelah menandatangani perjanjian untuk proyek Taman Industri India-Taiwan di Gujarat pada bulan April. Proyek ini diharapkan dapat menarik investasi Taiwan di bidang semikonduktor, elektronik, dan sektor manufaktur canggih lainnya. [X/Ketua Menteri Gujarat Bhupendra Patel]

Menurut pernyataan resmi pemerintah, kawasan industri tersebut akan berfokus pada sektor semikonduktor, elektronik, kendaraan listrik, robotika, dan berbagai industri manufaktur berteknologi canggih lainnya.

Proyek ini hadir pada saat yang krusial bagi ambisi India membangun industri semikonduktor domestik. Gujarat, yaitu negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, kini menjadi pusat strategi manufaktur chip India, dengan investasi terkait semikonduktor senilai lebih dari 1,2 triliun rupee India (sekitar US$14,5 miliar) yang tengah dikembangkan.

Koridor Sanand-Dholera juga berkembang menjadi salah satu pusat utama industri semikonduktor India, dengan proyek yang mencakup fabrikasi chip, perakitan, pengujian, pengemasan, hingga manufaktur elektronik.

Negara bagian India ambil peran utama

Semakin banyak pemerintah negara bagian di India menjalin kerja sama langsung dengan Taiwan tanpa menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat di New Delhi.

"Kerja sama dapat berlangsung dalam berbagai bentuk. Sebagian mungkin lebih menguntungkan salah satu pihak, sementara sebagian lainnya akan saling menguntungkan," kata analis industri semikonduktor Arun Mampazhy kepada Focus.

"Taiwan membutuhkan tenaga kerja. India unggul dalam perangkat lunak, berbagai fungsi pendukung, serta talenta muda di bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI)," ujar Mampazhy. Menurutnya, Taiwan unggul dalam industri perangkat keras sehingga India berpeluang memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut.

Bagi sekian banyak perusahaan Taiwan, kawasan industri Sanand-Dholera menawarkan akses ke salah satu pasar manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Taiwan membawa keahlian di bidang semikonduktor, elektronik, teknik presisi, dan manajemen rantai pasok, sementara India memiliki pasar domestik yang besar, jumlah talenta teknik yang terus bertambah, infrastruktur yang meningkat, serta dukungan kebijakan untuk memperluas kapasitas manufaktur.

Allegiance Group tidak menanggapi permintaan wawancara dari Focus.

Mampazhy menilai transfer teknologi dalam skala besar masih kecil kemungkinannya karena penelitian dan pengembangan tetap menjadi inti daya saing perusahaan Taiwan. Namun, ia menyebut proyek tersebut sebagai langkah yang positif bagi India dalam membangun industri semikonduktor dalam negeri.

"Ini merupakan awal yang baik bagi India, yang hampir tidak memiliki kemampuan manufaktur chip hingga peluncuran misi semikonduktornya pada Desember 2021. Jadi, setiap kemajuan merupakan nilai tambah," ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatnya kapasitas pengemasan chip serta proyek fabrikasi silikon Tata yang memperoleh transfer teknologi dari Powerchip Corporation dapat membantu melokalisasi lebih banyak rantai pasokan. Dengan demikian, kawasan industri tersebut juga dapat berfungsi sebagai sarana pengembangan kemampuan riset dan teknologi bagi industri semikonduktor India.

Selain Gujarat, Allegiance Group juga tengah mengembangkan proyek serupa di negara bagian Karnataka di India selatan. Pemerintah setempat masih dalam proses pembebasan lahan.

Sementara itu, negara bagian Tamil Nadu tahun lalu menandatangani kesepakatan untuk membangun Kawasan Industri India-Taiwan yang ditargetkan menarik investasi sebesar 18 miliar rupee India (sekitar US$190,4 juta), menurut cuitan seorang pejabat Tamil Nadu pada saat itu.

Proyek serupa juga tengah berjalan di Telangana, tempat 11 perusahaan Taiwan di sektor energi surya dan elektronik telah sepakat untuk memulai operasi.

Di Andhra Pradesh, pemerintah negara bagian mengembangkan rencana pembangunan Kawasan Industri India-Taiwan di Kuppam sekaligus menarik investasi Taiwan di bidang elektronik, baterai, dan manufaktur berteknologi maju.

Berbagai proyek tersebut menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi India-Taiwan kini semakin digerakkan oleh inisiatif industri di tingkat negara bagian. Daripada hanya mengandalkan hubungan antar pemerintah pusat, masing-masing negara bagian mengembangkan ekosistem industri yang disesuaikan dengan keunggulan mereka masing-masing.

Gujarat memusatkan perhatian pada manufaktur semikonduktor, Karnataka pada inovasi dan desain chip, sedangkan Andhra Pradesh mengembangkan basis produksi industri yang berorientasi ekspor.

Melampaui Taiwan

Berbagai proyek tersebut memberi peluang bagi perusahaan Taiwan untuk mendiversifikasi basis produksinya sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasokan di tengah perubahan lanskap manufaktur global. Di sisi lain, India berpotensi memperoleh manfaat berupa masuknya investasi, penciptaan lapangan kerja, dan posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai global industri elektronik dan semikonduktor.

Keterlibatan Taiwan dengan berbagai pemerintah negara bagian India, di samping pemerintah federal, mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua pihak.

Menurut Mampazhy, Gujarat sedang mengembangkan kapasitas pengemasan chip dan fasilitas fabrikasi semikonduktor berskala besar, sementara Bengaluru tetap menjadi pusat talenta desain semikonduktor. Ia menilai lebih banyak negara bagian India berpeluang menarik investasi Taiwan di masa mendatang, tetapi "kuncinya adalah kesediaan dan penawaran yang diberikan oleh masing-masing negara bagian."

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, hubungan ekonomi India dan Taiwan terus berkembang selama tiga dekade terakhir, mencakup perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, penelitian, hingga mobilitas tenaga kerja.

Peluang tersebut juga meluas ke negara lain selain Taiwan. Di tengah upaya perusahaan multinasional mendiversifikasi rantai pasok dan mengurangi risiko konsentrasi produksi, India semakin menarik minat investor dari Jepang, Korea Selatan, Vietnam, serta sejumlah negara Asia Timur lainnya.

Tren tersebut sejalan dengan Kebijakan Act East India yang bertujuan memperkuat keterlibatan ekonomi dengan berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Jika berhasil, proyek Sanand-Dholera berpotensi menjadi model bagi investasi Asia Timur berikutnya di India sekaligus memperkuat peran ekosistem industri yang dipimpin pemerintah negara bagian dalam menarik rantai pasokan manufaktur berteknologi canggih.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link