Ilmu Pengetahuan & Teknologi

TSMC memulai produksi massal chip 2 nm

Raksasa industri semikonduktor Taiwan, TSMC, telah menjadi pemain global yang tak tergantikan meskipun Tiongkok terus mengancam akan menyerang pulau tersebut.

Foto yang diambil pada 29 Januari 2021 ini memperlihatkan seorang pria berjalan melintas di depan kantor pusat raksasa pembuat chip Taiwan, TSMC, di Hsinchu. Dalam pernyataannya pada Desember lalu, perusahaan tersebut menyebutkan telah memulai produksi massal chip semikonduktor mutakhir 2 nanometer (2 nm). [Sam Yeh/AFP]
Foto yang diambil pada 29 Januari 2021 ini memperlihatkan seorang pria berjalan melintas di depan kantor pusat raksasa pembuat chip Taiwan, TSMC, di Hsinchu. Dalam pernyataannya pada Desember lalu, perusahaan tersebut menyebutkan telah memulai produksi massal chip semikonduktor mutakhir 2 nanometer (2 nm). [Sam Yeh/AFP]

Oleh AFP dan Focus |

TAIPEI -- Raksasa teknologi Taiwan TSMC telah memulai produksi massal chip semikonduktor mutakhir berukuran 2 nanometer (2 nm), demikian disampaikan perusahaan tersebut dalam pernyataan pada bulan Desember.

TSMC merupakan produsen chip kontrak terbesar di dunia. Produknya digunakan dalam berbagai perangkat, mulai dari telepon pintar hingga sistem persenjataan, dan perusahaan ini menjadikan Nvidia serta Apple sebagai bagian dari daftar kliennya

“Teknologi 2 nm (N2) TSMC telah mulai diproduksi secara massal pada kuartal IV 2025, sesuai rencana,” ujar TSMC dalam pernyataan tanpa tanggal yang dimuat di situs web resminya.

Perusahaan menyebutkan chip tersebut akan menjadi teknologi paling maju di industri semikonduktor, baik dari sisi kepadatan maupun efisiensi energi.

Sebuah ilustrasi menampilkan teknologi chip A14 milik TSMC dengan arsitektur NanoFlex, yang diperkenalkan pada tahun 2025 dan ditujukan untuk meningkatkan kinerja kecerdasan buatan (AI) serta efisiensi daya, dengan target produksi massal sekitar tahun 2028. [situs web TSMC]
Sebuah ilustrasi menampilkan teknologi chip A14 milik TSMC dengan arsitektur NanoFlex, yang diperkenalkan pada tahun 2025 dan ditujukan untuk meningkatkan kinerja kecerdasan buatan (AI) serta efisiensi daya, dengan target produksi massal sekitar tahun 2028. [situs web TSMC]

“Teknologi N2, dengan struktur transistor nanosheet mutakhir, akan menghadirkan peningkatan kinerja dan efisiensi daya secara menyeluruh untuk menjawab kebutuhan yang terus meningkat akan komputasi hemat energi,” lanjut pernyataan tersebut.

Chip 2 nm generasi terbaru ini menawarkan kinerja yang lebih tinggi dan pemakaian energi yang lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya, serta dirancang dengan struktur berbeda yang memungkinkan penempatan lebih banyak transistor, komponen kunci dalam chip semikonduktor.

Teknologi ini akan membantu mempercepat kinerja laptop, mengurangi jejak karbon pusat data, serta memungkinkan mobil tanpa pengemudi mendeteksi objek dengan lebih cepat, menurut raksasa komputasi Amerika Serikat IBM.

Mesin AI

Dalam konteks kecerdasan buatan (AI), teknologi ini “memberikan manfaat, baik bagi perangkat konsumen—dengan memungkinkan AI yang berjalan langsung di perangkat menjadi lebih cepat dan canggih—maupun bagi chip AI di pusat data, yang dapat menjalankan model berukuran besar secara lebih efisien,” ujar Jan Frederik Slijkerman, ahli strategi sektor senior di bank Belanda ING.

Chip-chip tersebut akan diproduksi di fasilitas “Fab 20” milik TSMC di Hsinchu serta “Fab 22” di Kaohsiung.

Menurut Slijkerman, produksi chip 2 nm—yang merupakan teknologi paling mutakhir di industri—sangat sulit dan mahal, karena membutuhkan mesin litografi canggih, pemahaman mendalam atas proses produksi, serta investasi yang sangat besar.

Hanya segelintir perusahaan yang mampu memproduksi chip tersebut. Selain TSMC, perusahaan Korea Selatan Samsung dan perusahaan Amerika Serikat Intel juga tengah mengembangkan chip 2 nm.

Namun, TSMC tetap memimpin, sementara dua perusahaan lainnya "masih berada pada tahap meningkatkan yield" dan belum memiliki pelanggan skala besar, kata analis TrendForce Joanne Chiao.

Lebih dari setengah semikonduktor di dunia, dan hampir semua semikonduktor paling canggih yang digunakan untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI), diproduksi di Taiwan.

TSMC telah menjadi salah satu penerima manfaat utama dari lonjakan investasi global dalam kecerdasan buatan (AI), seiring dengan sejumlah perusahaan seperti Nvidia dan Apple mengucurkan miliaran dolar ke dalam produksi chip, server, dan pusat data.

Pengeluaran terkait kecerdasan buatan (AI) sedang melonjak di seluruh dunia dan diperkirakan akan mencapai sekitar $1,5 triliun pada tahun 2025, menurut perusahaan riset AS Gartner, dan akan meningkat menjadi lebih dari $2 triliun pada tahun 2026, hampir 2% dari PDB global.

Perisai strategis

Dominasi Taiwan di industri semikonduktor telah lama dianggap sebagai “perisai silikon” yang melindungi pulau itu dari invasi atau blokade oleh Tiongkok, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya. Dominasi ini juga menjadi insentif penting bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan pulau tersebut.

Perjalanan TSMC menuju produksi massal 2 nm tidak selalu mulus.

Jaksa penuntut Taiwan menuduh tiga tersangka pada bulan Agustus atas pencurian rahasia dagang terkait chip 2 nm untuk membantu Tokyo Electron, perusahaan Jepang yang memproduksi peralatan untuk TSMC.

“Kasus ini melibatkan teknologi inti nasional yang penting dan vital bagi kelangsungan industri Taiwan,” kata kantor kejaksaan tinggi pada saat itu.

Sejumlah faktor geopolitik dan perang dagang juga turut berperan.

Nikkei Asia melaporkan pada musim panas lalu bahwa TSMC tidak akan menggunakan peralatan pembuatan chip buatan Tiongkok dalam lini produksi 2 nm-nya untuk menghindari gangguan akibat potensi pembatasan dari Amerika Serikat.

TSMC mengatakan mereka berencana untuk mempercepat produksi chip 2 nm di Amerika Serikat, yang sejauh ini ditargetkan terealisasi pada “akhir dekade ini.”

Pada saat yang sama, ancaman serangan Tiongkok telah memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan pada rantai pasokan global dan telah meningkatkan tekanan untuk memperluas produksi chip di luar Taiwan.

Pesawat tempur dan kapal perang Tiongkok mengelilingi Taiwan selama latihan tembak langsung pekan lalu yang bertujuan mensimulasikan blokade sejumlah pelabuhan utama pulau demokratis tersebut dan serangan terhadap sasaran maritim.

Taipei mengecam latihan militer selama dua hari tersebut sebagai “sangat provokatif dan ceroboh” dan menyatakan manuver tersebut gagal untuk memberlakukan blokade.

TSMC telah berinvestasi dalam fasilitas produksi chip di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Francois Chih-chung Wu mengatakan dalam wawancara dengan AFP pada bulan Desember bahwa pulau tersebut berencana untuk terus memproduksi chip “tercanggih” di dalam negeri dan mempertahankan posisinya sebagai pihak yang “tak tergantikan” dalam industri semikonduktor global.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link