Oleh AFP dan Focus |
AHMEDABAD, India -- Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan pada 12 Januari bahwa India dan Jerman tengah menjajaki penguatan kerja sama industri pertahanan usai menjamu Kanselir Friedrich Merz di kampung halamannya, di negara bagian Gujarat.
Merz menyatakan Berlin juga berupaya memperkuat kemitraan keamanan dengan New Delhi, termasuk memperdalam “kerja sama antar-industri pertahanan” untuk mengurangi ketergantungan lama India pada Rusia dalam pengadaan persenjataan militer.
Jerman meningkatkan fokus strategisnya pada India, negara berpenduduk terbesar di dunia, seiring pergeseran pola pertumbuhan global yang mengubah prioritas ekonomi. Proyeksi terbaru Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan perekonomian India akan melaju jauh lebih cepat dibandingkan Tiongkok tahun ini, menegaskan kian besarnya pengaruh New Delhi dalam strategi perdagangan dan investasi internasional.
Kedua negara mengumumkan sejumlah perjanjian dan pernyataan bersama usai pertemuan kedua pemimpinnya, dengan tujuan meningkatkan nilai perdagangan tahunan yang mencapai $50 miliar.
![Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz menerbangkan layang-layang dalam ajang Festival Layang-Layang Internasional di Ahmedabad, India, pada 12 Januari. [Shammi Mehra/AFP]](/gc9/images/2026/01/14/53499-afp__20260112__92dn79f__v1__highres__indiagermanypoliticsdiplomacy-370_237.webp)
Kesepakatan yang diumumkan meliputi kerja sama sektor industri pertahanan, semikonduktor, serta mineral strategis.
Kedua negara "bekerja sama membangun rantai pasokan yang aman, tepercaya, dan tangguh, dan nota kesepahaman (MoU) kami terkait isu ini akan memperkuat kemitraan kami,” kata Modi.
Pertemuan antara pemimpin India dan Jerman berlangsung di tengah tantangan ekonomi dan keamanan yang mereka hadapi dari dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Tiongkok dan Amerika Serikat.
Merz mengatakan Berlin “berkomitmen pada tatanan internasional di mana kita dapat hidup bebas dan aman, karena dunia saat ini tengah mengalami proses perombakan.”
“Kondisi global kini kian didominasi politik kekuatan besar dan pemikiran berdasarkan wilayah pengaruh, sehingga kita perlu bergandengan tangan untuk melewati tantangan berat ini,” tambahnya.
“Oleh sebab itu, kami juga ingin mempererat hubungan dalam kebijakan keamanan, misalnya melalui latihan gabungan angkatan udara dan angkatan laut demi keamanan kawasan Indo-Pasifik.”
"Nilai penting strategis"
Merz mengatakan, “Memperdalam kerja sama antar-industri pertahanan memiliki nilai penting strategis tersendiri. Langkah ini tidak hanya memperkuat kedua negara, tetapi juga membantu India mengurangi ketergantungannya pada Rusia.”
Selama puluhan tahun, Rusia menjadi penyedia utama alutsista bagi India.
Menurut laporan Deutsche Welle pada 2024, “Moskow memasok 65% persenjataan yang dibeli India selama 20 tahun terakhir.”
Karena menyadari kerentanan itu, India belakangan ini berusaha mengurangi ketergantungan pada Rusia melalui diversifikasi impor sekaligus pengembangan industri domestik.
Kini, Prancis, Israel, dan Amerika Serikat menjadi pemasok militer utama lainnya bagi India.
Perjanjian pengadaan kapal selam dari Jerman
Jerman dan India sedang bernegosiasi soal kemungkinan Thyssenkrupp Marine Systems membuat enam kapal selam untuk AL India bersama BUMN India Mazagon Dock Shipbuilders.
Meski masih dalam tahap negosiasi, perjanjian itu akan memungkinkan India mengganti armada kapal selam tua buatan Rusia dan kemungkinan menyertakan pasal transfer teknologi untuk mendukung industri pertahanan domestiknya.
Di bidang pertahanan, kedua pihak tengah menjajaki area kerja sama lain seiring New Delhi mengucurkan miliaran dolar untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut dan udaranya dalam beberapa tahun ke depan.
Terdapat sekitar 300.000 warga India dan keturunan India di Jerman, termasuk sekitar 60.000 mahasiswa — banyak di antaranya menekuni ilmu pengetahuan penting, teknik, dan bidang penelitian teknologi penting lainnya.
Banyak tenaga kerja India yang mengisi kekurangan profesional terampil baru-baru ini di sektor teknologi informasi, perbankan, dan keuangan Jerman.
“India merasa terhormat karena beliau [Merz] memilih negara kami sebagai tujuan kunjungan pertamanya di Asia,” kata Modi.
Kedua pemimpin sepakat untuk “memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, antariksa, serta teknologi penting dan berkembang lainnya,” ujarnya.
Ini merupakan kunjungan pertama Merz ke Asia sejak menjabat tahun lalu. Kunjungan ke India tersebut mendahului KTT India–Uni Eropa yang dijadwalkan pada akhir Januari, yang ditargetkan untuk membuat kemajuan pada perjanjian perdagangan bebas yang sudah lama tertunda.
Daya tarik India
Para pembuat kebijakan Jerman memiliki alasan strategis untuk merapat ke India, karena Tiongkok telah membangun kekuatan militernya selama puluhan tahun, mengklaim lebih dari 80% Laut Tiongkok Selatan sebagai wilayahnya, dan mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam era gonjang-ganjing geopolitik, ketidakpastian yang semakin meningkat dari Tiongkok membuat banyak orang Jerman menilai pergeseran bisnis ke negara demokrasi terbesar dunia sebagai “langkah bijak,” tulis sebuah komentar di Frankfurter Allgemeine Zeitung pada 13 Januari.
Daya tarik India terletak pada jumlah tenaga kerjanya yang besar, “muda dan penuh energi,” potensi yang sering diabaikan namun, jika dimanfaatkan, bisa mendorong pertumbuhan jangka panjang, tambah komentator tersebut.
![Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz menyapa masyarakat saat tiba di ajang Festival Layang-Layang Internasional di Ahmedabad, India, pada 12 Januari. [Shammi Mehra/AFP]](/gc9/images/2026/01/14/53498-afp__20260112__92d827t__v2__highres__indiagermanypoliticsdiplomacy-370_237.webp)