Keamanan

Pejabat militer senior Tiongkok tengah dalam penyelidikan

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping secara berkala menyingkirkan para jenderal dengan dalih “korupsi.” Namun, dalam kasus terbaru, otoritas menuduh jenderal berpangkat tertinggi di Tiongkok membocorkan rahasia nuklir ke luar negeri.

Zhang Youxia, Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat Tiongkok, menghadiri upacara pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok di Beijing pada 4 Maret lalu. Tiongkok mengumumkan pada 24 Januari bahwa Zhang dan seorang pejabat tinggi lainnya sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin yang serius,” ungkapan halus yang umum dipakai untuk merujuk pada korupsi. [Pedro Pardo/AFP]
Zhang Youxia, Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat Tiongkok, menghadiri upacara pembukaan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok di Beijing pada 4 Maret lalu. Tiongkok mengumumkan pada 24 Januari bahwa Zhang dan seorang pejabat tinggi lainnya sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin yang serius,” ungkapan halus yang umum dipakai untuk merujuk pada korupsi. [Pedro Pardo/AFP]

Oleh AFP dan Focus |

BEIJING -- Militer Tiongkok sedang terguncang akibat pembersihan besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Xi Jinping.

Pemerintah pada tanggal 24 Januari menyatakan Wakil Ketua Senior Komisi Militer Pusat (CMC) yang berkuasa dan seorang pejabat tinggi lainnya sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin yang serius,” ungkapan halus yang umum dipakai untuk merujuk pada korupsi.

“Setelah melakukan tinjauan... telah diputuskan untuk memulai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu juga memuat tuduhan Zhang telah membocorkan “data teknis inti tentang senjata nuklir Tiongkok” kepada Amerika Serikat, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal pada 25 Januari, mengutip sumber yang familier dengan arahan militer tingkat tinggi Tiongkok yang berlangsung pada 24 Januari.

Pengumuman ini menandai upaya terbaru dalam kampanye besar-besaran untuk memberantas korupsi di semua tingkatan partai dan negara sejak Xi Jinping berkuasa lebih dari satu dekade lalu.

Kementerian menyatakan kedua pria tersebut “diduga melakukan pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum,” sebagaimana dikutip AFP.

Zhang, 75 tahun, adalah jenderal dengan pangkat tertinggi di Tiongkok yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) yang lebih senior.

Liu, 61 tahun, adalah Kepala Staf Departemen Staf Gabungan CMC, yang bertanggung jawab atas perencanaan pertempuran.

Zhang juga merupakan anggota Politbiro yang berpengaruh, badan eksekutif beranggotakan 24 orang dari Partai Komunis Tiongkok.

Dia berbagi jabatan wakil ketua dengan Zhang Shengmin, seorang jenderal di pasukan roket rahasia Beijing yang tidak memiliki hubungan keluarga dengannya.

Zhang Shengmin menjabat pada bulan Oktober setelah Beijing memecat pendahulunya dalam sebuah operasi pemberantasan korupsi besar-besaran.

Xi telah menjabat sebagai Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) sejak tahun 2012.

Rumor yang beredar luas

Rumor tentang penyelidikan beredar pekan lalu setelah Zhang Youxia dan Liu tampaknya absen dari pertemuan resmi yang dipimpin oleh Xi dan dihadiri oleh Zhang Shengmin, yang pangkatnya lebih rendah dari Zhang Youxia.

Xi menyebut korupsi sebagai “ancaman terbesar” bagi Partai Komunis dan mengatakan “perjuangan melawan korupsi tetap serius dan kompleks.”

Para pendukung kebijakan ini mengatakan kebijakan tersebut mendorong tata kelola yang bersih, tetapi pihak lain mengatakan kebijakan tersebut juga berfungsi sebagai alat bagi Xi untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

Pada bulan Oktober, Tiongkok mengumumkan mereka telah meluncurkanpenyelidikan korupsi terhadap sembilan pejabat militer.

Sebagai bagian dari penyelidikan tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan telah memecat dua jenderal tinggi dari militer.

Kedua jenderal itu adalah He Weidong, mantan Wakil Ketua Kedua CMC, dan Miao Hua, mantan Kepala Departemen Kerja Politik Militer.

Pada tahun 2024, Partai Komunis memecat mantan menteri pertahanan Tiongkok Li Shangfu setelah ia diberhentikan karena dugaan pelanggaran, termasuk penyuapan.

Pada tahun yang sama, partai memecat pendahulu Li, Wei Fenghe, atas tuduhan korupsi. Jaksa militer telah mengambil alih kasusnya.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link