Oleh Jia Feimao |
Seorang pejabat Taiwan menentang Tiongkok dengan mengungkap posisi kapal-kapal Tiongkok yang mengelilingi Taiwan.
Sejak 2022, Beijing berulang kali menggelar latihan militer skala besar di sekitar Taiwan untuk menunjukkan kemampuannya mengepung pulau itu. Beijing memublikasikan zona latihan tanpa mengungkap posisi setiap kapal, sehingga pola penempatan armada lautnya tidak terbaca.
Tiongkok menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan telah berulang kali mengancam akan menginvasi pulau tersebut.
Menteri Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, mengubah hal itu pada 6 April saat merilis peta yang menampilkan posisi kapal perang secara waktu nyata. Tindakan ini dilakukan sehari menjelang kunjungan Cheng Li-wun, ketua partai oposisi utama Taiwan, ke Tiongkok yang dsebut Cheng Li-wun sebagai “tur perdamaian."
![Menteri Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, pada 6 April merilis peta situasi maritim yang menunjukkan posisi kapal perang Tiongkok di sekitar Taiwan, dengan Tiongkok di sisi kiri dan Taiwan berada di bagian tengah peta. [Facebook/Kuan Bi-ling]](/gc9/images/2026/04/29/55840-map-370_237.webp)
Berdasarkan unggahan Kuan di Facebook, enam kapal perang Tiongkok beroperasi di sekitar pulau utama Taiwan pada hari itu. Tiga kapal di perairan Pasifik di sebelah timur Taiwan, termasuk satu kapal pengumpul data intelijen. Posisi ini membuka akses pengintaian Tiongkok terhadap sisi timur Taiwan dan berpotensi membatasi manuver serta opsi pengerahan pasukan Taiwan saat perang.
Tiga kapal perang lainnya ditempatkan di dekat garis tengah Selat Taiwan, di barat daya Taiwan, dan di utara Taiwan. Taiwan juga mencatat keberadaan dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok di dekat pulau-pulau lepas pantai Penghu dan Matsu.
“Kapal perang, kapal penjaga pantai, dan kapal pemerintah Tiongkok kini berada dalam posisi mengepung selama 24 jam,” tulis Kuan, seraya menambahkan “taktik gangguan zona abu-abu terhadap pulau utama, Kinmen, dan Kepulauan Dongsha telah menjadi hal yang biasa."
“Zona abu-abu” adalah tindakan yang belum tergolong perang, tetapi memberi tekanan pada militer negara lain. Para analis menilai pengerahan ini mengandung bobot politik sekaligus militer.
Chieh Chung, peneliti di Association of Strategic Foresight Taiwan, mengatakan kepada Focus bahwa sejak Ketua DPR AS saat itu Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada 2022 dan Tiongkok menggelar latihan pengepungan pertamanya di sekitar pulau tersebut, kapal-kapal Tiongkok rutin berlayar di dekat empat alur laut utama: ke utara menuju Jepang, di timur dan selatan Taiwan bagian timur, serta ke selatan menuju Laut Tiongkok Selatan.
“Kapal perang Tiongkok telah mengambil posisi blokade gabungan yang mengancam jalur komunikasi laut Taiwan,” kata Chieh. Ia menambahkan pengerahan tersebut mengancam jalur impor dan ekspor vital Taiwan sekaligus memperkuat pesan politik Beijing bahwa “tidak ada jalan keluar."
Pangkalan udara utama dalam pengawasan
Dari sudut pandang militer, pengerahan kapal perusak Type 052D dan kapal pengintai elektronik Type 815 Tiongkok di sebelah timur Taiwan dinilai bertujuan mengawasi pangkalan udara Chiashan dan Chihhang milik angkatan udara Taiwan, ujar Su Tzu-yun, Direktur Divisi Strategi dan Sumber Daya Pertahanan di INDSR Taiwan.
Kedua pangkalan ini mampu menampung lebih dari setengah armada pesawat tempur Taiwan dan menjadi titik kunci dalam mempertahankan kekuatan udaranya. Setiap Latihan Han Kuang, latihan tahunan Taiwan, selalu diawali dengan pemindahan jet dari wilayah barat Taiwan ke pangkalan-pangkalan di timur tersebut.
“Radar daratan Tiongkok memiliki keterbatasan jangkauan di kawasan timur Taiwan akibat lengkung bumi dan Pegunungan Tengah yang membentang di Taiwan,” ujar Su kepada Focus. "Kapal-kapal tersebut dikerahkan untuk menutup celah intelijen dan pengintaian tersebut."
Kapal intai Type 815 dapat memantau target strategis dalam jangka panjang dan mendapatkan gambaran strategis yang lebih luas, ujar Su. Sementara itu, kapal perusak Type 052D dilengkapi kemampuan pertahanan udara wilayah serta kemampuan serangan ke laut dan darat.
Fregat Tiongkok yang ditempatkan di utara dan barat daya Taiwan memantau Selat Miyako dan Selat Bashi.
Selat Bashi merupakan jalur yang harus dilalui pesawat pengintai AS dari Okinawa untuk mencapai Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok telah lama menempatkan kapal perang di kawasan tersebut sebagai radar bergerak di garis depan, kata Su.
Publikasi aksi “zona abu-abu” Tiongkok menjadi tindakan balasan utama bagi Taiwan dan komunitas internasional, kata Kuan.
Halaman analisis militer di Facebook, Special Force DB, menyatakan pengungkapan Taiwan mengenai jenis kapal perang, nomor lambung, dan lokasi kapal Tiongkok menunjukkan bahwa “pengepungan” itu justru membuat kapal Tiongkok terekspos di dalam jaringan pertahanan udara dan anti-kapal Taiwan yang padat dan berlapis, yang membuatnya rentan terhadap serangan.
![Sejumlah kapal Tiongkok melakukan patroli ketika Tentara Pembebasan Rakyat melaksanakan latihan militer di Pulau Pingtan, Provinsi Fujian—wilayah Tiongkok yang paling dekat dengan Taiwan—pada 30 Desember lalu. [Adek Berry/AFP]](/gc9/images/2026/04/29/55839-afp__20251230__899h9ku__v1__highres__chinataiwandefencedrills-370_237.webp)