Oleh AFP dan Focus |
SYDNEY -- Seorang mantan pemimpin yang mendukung hubungan dengan Taiwan dan seorang pengkritik Tiongkok telah menduduki jabatan penting dalam pemerintahan baru Kepulauan Solomon, yang menandakan adanya perubahan bagi negara di Pasifik Selatan yang selama ini menjadi pendukung terkuat Beijing.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, dipilih oleh anggota parlemen pada 15 Mei setelah pendahulunya kalah dalam mosi tidak percaya.
Pergantian pemimpin di kepulauan yang terletak di lokasi strategis, 1.600 km di timur laut Australia, menjadi sorotan para diplomat Barat.
Tiongkok dan Australia, sekutu Amerika Serikat, merupakan donor terbesar dan mitra keamanan Kepulauan Solomon yang saling bersaing untuk memperebutkan pengaruh. Wale menunjuk mantan perdana menteri Rick Hou sebagai menteri luar negeri, dan Peter Kenilorea sebagai menteri Perencanaan Nasional dan Koordinasi Pembangunan, yang bertugas menjalin kerja sama erat dengan berbagai negara donor.
![Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale (baris depan, ketiga dari kanan), berpose bersama para menteri yang baru saja dilantik di Gedung Pemerintahan pada 17 Mei. [Pemerintah Kepulauan Solomon]](/gc9/images/2026/05/18/56177-cabinet-370_237.webp)
Kenilorea merupakan anggota Aliansi Antarparlemen tentang Tiongkok, sebuah kelompok global para anggota parlemen yang kritis terhadap Beijing.
“Tiongkok kemungkinan akan merasa sedikit tidak nyaman dengannya,” kata James Batley, mantan Duta Besar Australia untuk Kepulauan Solomon, kepada AFP mengenai Kenilorea. “Dia akan mengutamakan keterbukaan."
Hubungan dengan Tiongkok yang kontroversial
Wale, yang menentang pakta keamanan kontroversial tahun 2022 dengan Tiongkok, setelahnya menentang pembatalan pakta tersebut karena hal itu akan menimbulkan “masalah yang tidak perlu,” menurut Australian Broadcasting Corporation. Namun, ia mungkin akan mendesak agar ada keterbukaan yang lebih besar terkait pakta tersebut.
Penunjukan kabinet yang dilakukan Wale “menjadi sinyal” mengenai sikap skeptisnya terhadap Beijing, tambah Batley. Namun, “sangat tidak mungkin Kepulauan Solomon akan membatalkan keputusannya terkait hubungan dengan Tiongkok.”
Hou menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2017 hingga 2019, tepat sebelum Kepulauan Solomon mengalihkan hubungannya dari Taiwan ke Tiongkok pada tahun 2019. Ia mengkritik langkah tersebut.
“Hou, mantan gubernur bank sentral, berpengalaman dalam hubungan internasional dan tidak akan mudah terintimidasi,” kata Batley.
Utusan dari Tiongkok dan Australia bertemu dengan Wale pada tanggal 16 Mei.
Wale mengatakan kepada Duta Besar Tiongkok Cai Weiming bahwa Kepulauan Solomon berkomitmen pada prinsip “Satu Tiongkok” dan berencana bekerja sama erat dengan Tiongkok untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat, demikian pernyataan pemerintah Kepulauan Solomon pada 18 Mei.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Australia Jeff Roach, Wale “mendorong Australia untuk berpikir secara luas dan berwawasan jangka panjang guna terus mengembangkan dan memelihara kemitraan tersebut,” kata kantor perdana menteri.
Australia telah menjadi donor terbesar dan mitra pembangunan pilihan selama beberapa dekade terakhir, tambahnya.
Larangan ekspor ikan lumba-lumba
Wale mengumumkan pemberlakuan kembali larangan ekspor ikan lumba-lumba hidup, sebuah langkah yang disambut baik oleh berbagai kelompok lingkungan.
Pemerintah sebelumnya telah mencabut larangan perdagangan yang telah berlaku selama puluhan tahun pada tanggal 14 Mei, hari ketika Perdana Menteri Jeremiah Manele digulingkan.
Aktivis lingkungan asal Honiara, Lawrence Makili, mengatakan kepada AFP bahwa ia menyambut baik tindakan cepat untuk menghentikan perdagangan ikan lumba-lumba.
“Itu adalah keputusan yang tepat, tidak hanya untuk menyelamatkan ikan lumba-lumba, tetapi juga untuk melindungi industri ikan tuna,” katanya.
Sebuah perusahaan telah mengajukan permohonan untuk menangkap dan mengekspor 50 ekor ikan lumba-lumba, yang menurut kelompok lingkungan dapat membahayakan reputasi internasional industri ikan tuna Kepulauan Solomon, salah satu sumber pendapatan terbesar negara tersebut.
Meskipun para pemburu ikan lumba-lumba di Malaita secara tradisional memburu hewan laut tersebut demi giginya, penangkapan dan ekspor ikan lumba-lumba ke akuarium di Tiongkok belakangan ini mulai menuai sorotan.
![Matthew Wale terpilih sebagai Perdana Menteri Kepulauan Solomon pada tanggal 15 Mei. [Kantor Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon]](/gc9/images/2026/05/18/56179-1-370_237.webp)