Oleh Liz Lagniton |
Pemerintah AS menyerahkan empat wahana permukaan dan bawah laut otonom Triton buatan Ocean Aero kepada Angkatan Laut Filipina, menambah aset nirawak Angkatan Bersenjata Filipina untuk memperkuat pengawasan maritim.
Keempat wahana bertenaga surya itu, yang bernilai total sekitar $13 juta, diserahkan kepada Unit Satu Kapal Permukaan Nirawak AL Filipina dalam upacara pada 22 Juni di Pangkalan Subic di Zambales, provinsi yang berjarak sekitar 200 km dari Beting Scarborough di Laut Tiongkok Selatan.
Triton dirancang untuk mengumpulkan data di permukaan dan bawah laut sambil beroperasi secara otonom hingga 30 hari.
Penyerahan ini dilakukan di tengah upaya Manila memodernisasi angkatan bersenjatanya untuk pertahanan teritorial di tengah ketegangan maritim yang terus berulang di Laut Tiongkok Selatan, tempat pasukan Filipina dan Tiongkok berulang kali berhadapan di perairan sengketa.
![Pejabat militer dan diplomatik AS menyerahkan empat unit wahana permukaan dan bawah laut otonom Triton buatan Ocean Aero kepada Angkatan Laut Filipina di Pangkalan Operasi Angkatan Laut Subic di Zambales, Filipina, pada 22 Juni. [Kedutaan Besar AS di Filipina]](/gc9/images/2026/07/02/56880-img_2829-370_237.webp)
![Salah satu dari empat wahana permukaan dan bawah laut otonom Triton buatan Ocean Aero diperlihatkan saat upacara serah terima di Pangkalan Operasi Angkatan Laut Subic milik Angkatan Laut Filipina di Zambales, Filipina, pada 22 Juni. [Kedutaan Besar AS di Filipina]](/gc9/images/2026/07/02/56881-img_2828-370_237.webp)
Platform otonom ini akan meningkatkan kemampuan Filipina dalam menghadapi tantangan seperti “penangkapan ikan ilegal, aktivitas zona abu-abu, dan ancaman terhadap kebebasan navigasi,” demikian pernyataan Kedutaan Besar AS di Filipina.
“Wilayah maritim Indo-Pasifik sangat luas, dipersengketakan, serta sangat penting, dan Filipina berada tepat di pusatnya,” kata Bridgette Walker, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar AS.
“Zona abu-abu” merujuk pada tindakan yang belum sampai pada tingkat perang, tetapi membebani pasukan keamanan lawan.
Pengawasan kontinu
Kapal Triton memungkinkan AL Filipina mengawasi "jalur perairan penting," tambah Walker.
Wahana Triton bertenaga surya yang disumbangkan AS berbeda dengan wahana bawah laut nirawak konvensional yang perlu dipulangkan dan dicas baterainya secara berkala.
Sistem ini mengirimkan informasi melalui jaringan yang tangguh, sehingga memungkinkan pengawasan kontinu di wilayah maritim yang luas.
Platform ini dapat membawa muatan sesuai misi, termasuk sonar pemindaian samping, sensor akustik pasif, dan peralatan khusus lainnya. Platform ini dapat diluncurkan dari fasilitas di darat, kapal, atau rampa perahu.
Menurut Defense News, Tritons dapat mendukung operasi intelijen, pengawasan dan pengintaian, perang anti-kapal selam, serta penanggulangan ranjau laut, tergantung pada muatannya.
Pengembangan armada tanpa awak
Platform otonom itu dapat diintegrasikan ke armada modern AL Filipina karena angkatan laut semakin bergantung pada teknologi tanpa awak, demikian pernyataan AL Filipina.
“Integrasi sistem tanpa awak dengan kapal berawak dapat memperluas jangkauan operasi, meningkatkan keawasan situasi, dan memperkuat kemampuan kami,” kata Juru Bicara Angkatan Laut Filipina, Kapten Marissa Martinez, menurut laporan Philippine News Agency.
Lokasi penempatan belum ditentukan dan bergantung pada kebutuhan operasional yang diidentifikasi oleh para komandan wilayah Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), kata Martinez. Ia menambahkan bahwa detail rencana misi tidak dapat diungkapkan karena alasan keamanan.
Sumbangan ini merupakan bagian dari upaya AS mendukung transisi AFP dari operasi keamanan internal menuju pertahanan teritorial serta memperkuat armada wahana tanpa awak AL Filipina.
Filipina membentuk Unit Satu Kapal Permukaan Nirawak pada 2024 dan telah menerima kapal permukaan tanpa awak lainnya dari AS, termasuk platform MANTAS T-12 dan Devil Ray.
Pasukan AS mendemonstrasikan wahana Triton saat latihan Balikatan tahun ini sebelum Washington menyerahkannya kepada AL Filipina sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan sistem nirawak AFP, demikian laporan Defense News.
Kemitraan keamanan yang lebih luas
Platform ini menyediakan “pemantauan maritim berkelanjutan dengan biaya sangat rendah dan beban logistik yang minim,” demikian kata Andre Morabe, Wakil Presiden Bidang Strategi Internasional Ocean Aero, kepada Naval News. Platform ini menyediakan kemampuan kritis bagi negara kepulauan yang harus memantau “ribuan pulau dan ZEE yang luas.”
Pada bulan Juni, pasukan AS dan Filipina menggelar latihan maritim bersama yang melibatkan aset penjaga pantai dan udara di Laut Tiongkok Selatan. Penyerahan Triton ini mendukung Program Bantuan Sektor Keamanan Filipina-AS, sebuah inisiatif jangka panjang untuk mempercepat penyediaan sistem radar, platform tanpa awak, dan kemampuan lain untuk pengawasan maritim.
Sumbangan itu dilakukan setelah ketegangan baru-baru ini di dekat Beting Scarborough ketika pejabat Filipina memprotes pihak Tiongkok yang memasang platform apung yang dilengkapi antena, sebelum pihak Tiongkok membongkarnya pada pertengahan Juni.
Triton menyediakan kemampuan nirawak yang mampu melaut lama seiring upaya AL Filipina meningkatkan pengawasan maritim secara kontinu di perairan penting Filipina.
![Foto tanpa tanggal memperlihatkan wahana permukaan dan bawah laut otonom Triton dari Ocean Aero, yang dapat beroperasi di permukaan laut maupun di bawah laut. [Ocean Aero]](/gc9/images/2026/07/02/56879-img_2827-370_237.webp)