Politik

Pembersihan militer Xi Jinping mungkin berlanjut meski ada pengangkatan dua jenderal

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping masih kurang percaya pada pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat, sehingga jabatan kosong di Komisi Militer Pusat dibiarkan tidak terisi, kata analis.

Presiden Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat Xi Jinping (depan tengah) berfoto dengan para jenderal yang baru diangkat, Zhang Shuguang (belakang kiri) dan Wang Gang (belakang kanan), setelah upacara pengangkatan di Beijing pada 3 Juli. [Li Gang/Xinhua via AFP]
Presiden Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat Xi Jinping (depan tengah) berfoto dengan para jenderal yang baru diangkat, Zhang Shuguang (belakang kiri) dan Wang Gang (belakang kanan), setelah upacara pengangkatan di Beijing pada 3 Juli. [Li Gang/Xinhua via AFP]

Oleh Joyce Huang |

Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang juga kepala militer, mengangkat dua perwira senior menjadi jenderal -- pangkat tertinggi untuk prajurit militer Tiongkok yang dinas aktif, pada 3 Juli.

Perombakan militer terjadi setelah Xi melakukan pembersihan terhadap hampir seluruh jajaran komando militer tertingginya, atau Komisi Militer Pusat (Central Military Commission – CMC) yang beranggotakan tujuh orang, dalam upaya antikorupsi yang telah lama berlangsung.

Xi melakukan pembersihan militer tidak lama setelah memangku jabatan pada 2012 dan pembersihan kedua yang lebih agresif dimulai "sekitar 2023", menurut Center for Strategic and International Studies. Pembersihan masih terus berlanjut di dalam tubuh militer.

Xi menyerahkan surat kenaikan pangkat kepada Zhang Shuguang, sekretaris komisi inspeksi disiplin CMC dan direktur komisi pengawasan CMC, dan Wang Gang, komandan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army – PLA), saat upacara di markas CMC di Beijing.

Presiden Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat Xi Jinping (tengah) mengunjungi Pusat Komando Operasi Gabungan militer Tiongkok dengan para anggota Komisi yang baru diangkat di Beijing pada November 2022. Tampak di foto adalah He Weidong (kiri), Zhang Youxia (kanan), dan Miao Hua (belakang kanan). Pihak berwenang kemudian memecat He dan Miao dari Partai Komunis Tiongkok dan PLA serta menyerahkan mereka untuk diadili saat pembersihan militer besar-besaran Xi. [Xinhua via AFP]
Presiden Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Pusat Xi Jinping (tengah) mengunjungi Pusat Komando Operasi Gabungan militer Tiongkok dengan para anggota Komisi yang baru diangkat di Beijing pada November 2022. Tampak di foto adalah He Weidong (kiri), Zhang Youxia (kanan), dan Miao Hua (belakang kanan). Pihak berwenang kemudian memecat He dan Miao dari Partai Komunis Tiongkok dan PLA serta menyerahkan mereka untuk diadili saat pembersihan militer besar-besaran Xi. [Xinhua via AFP]

Zhang dan Wang sebelumnya berpangkat letnan jenderal, dilaporkan China Daily, surat kabar milik negara, pada 3 Juli.

Pembersihan berlanjut

Perombakan terbaru ini bukan akhir pembersihan Xi karena dia tidak menunjukkan kepercayaan besar pada jajaran pimpinan militer saat ini, kata analis.

Para pengamat menambahkan bahwa masih belum diketahui apakah kedua jenderal baru itu akan mengisi kekosongan di CMC yang beranggotakan tujuh orang, yang kini hanya tersisa dua: Xi dan Wakil Ketua Zhang Shengmin.

"Sebagai orang yang sudah menjabat pemimpin tertinggi negara dan Partai Komunis Tiongkok selama hampir 14 tahun, Xi tampaknya masih kesulitan mempromosikan orang-orangnya sendiri. Saya rasa hal itu menunjukkan kekuasaannya mendapat perlawanan besar," ucap Ming-Shih Shen, peneliti di INDSR di Taipei, kepada Focus.

Pembersihan itu konon membantu Xi mengonsolidasikan kekuasaan, tetapi mungkin malah menjadi bumerang yang merenggangkan hubungannya dengan para elite militer yang lain, kata Shen.

Pilihan Xi?

Kedua jenderal baru tersebut kemungkinan bukanlah pilihan Xi karena mereka tidak punya hubungan yang jelas dengannya, Shen menambahkan.

Zhang Shuguang, 62, malah lebih dekat dengan Zhang Shengmin, 67. Mungkin rezim Xi menunjuknya untuk mengambil alih posisi sekretaris Zhang senior di komisi inspeksi disiplin CMC karena keduanya memiliki pengalaman di unit antikorupsi militer, katanya.

Sekalipun Zhang Shengmin adalah wakil Xi dan tangan kanannya di militer, tetapi Xi belum menunjukkan dukungan penuh kepadanya karena belum menjadi anggota Politbiro, menurut Shen.

Perombakan pimpinan

Namun demikian, latar belakang politik Zhang junior menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk mengisi kekosongan di CMC, sedangkan posisi Wang masih belum jelas, menurut analis.

"Wang Gang bagian dari generasi baru elite Angkatan Udara Tiongkok dengan pengalaman operasional berat yang mendapat peran penting di dalam militer Tiongkok sejak babak pembersihan terbaru," ujar James Char, lektor di S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, kepada Associated Press (AP) dalam laporan 5 Juli.

Namun, Shen mengatakan bahwa Wang mungkin punya hubungan lebih dekat dengan Xu Qiliang, jenderal Angkatan Udara dan mantan wakil ketua CMC, yang pensiun pada 2023 dan meninggal dunia pada 2025.

Kematian Xu mungkin menenangkan pikiran Xi karena Wang tampak memiliki sedikit hubungan dengan mantan rival Xi, Zhang Youxia dan Liu Zhenli.

Pihak berwenang Tiongkok, pada bulan Januari, membuka penyelidikan terhadap Zhang Youxia, mantan wakil ketua CMC, dan Liu, mantan kepala staf departemen staf gabungan CMC -- keduanya jenderal angkatan darat -- atas "dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius."

Sebelum itu, pihak militer memecat sembilan jenderal termasuk He Weidong, mantan wakil ketua CMC, dan Miao Hua, mantan direktur departemen urusan politik CMC, atas dugaan kejahatan keuangan pada Oktober lalu -- salah satu penindakan publik terbesar selama puluhan tahun terakhir.

Walaupun beberapa pihak mengatakan bahwa pembersihan itu membantu membuka jalan bagi Xi untuk memilih pemimpin masa depan, K. Tristan Tang, peneliti non-residen di National Bureau of Asian Research yang berbasis di AS, mengatakan bahwa Xi hanya mengangkat empat letnan jenderal menjadi jenderal.

Xi terakhir mengangkat Yang Zhibin dan Han Shengyan, masing-masing komandan Komando Palagan Timur dan Tengah PLA, menjadi jenderal pada Desember lalu.

"Dia masih mengamati, menguji, dan menyeleksi para letnan jenderal senior PLA," kata Tang kepada AP.

Kesetiaan ideologis

Di samping itu, Xi mengirim ratusan perwira tinggi PLA ke kamp pelatihan ideologi selama 10 pekan yang dahulu belum pernah dilakukan, mempelajari pidato-pidato Xi dan pengakuan para kader korup sembari berbaris dalam formasi, dilaporkan South China Morning Post (SCMP) pada 25 Juni.

SCMP menambahkan bahwa Xi sendiri yang memerintahkan penyelenggaraan penataran itu, yang berlangsung dari 8 April hingga 12 Juni, dan tujuannya adalah menyampaikan "garis merah mana saja yang tidak boleh dilanggar," mengutip surat kabar militer PLA Daily.

Penataran itu menunjukkan "bahwa Xi mungkin meyakini bahwa upaya ideologi lebih lanjut harus diselesaikan di dalam PLA," demikian kesimpulan Institute for the Study of War dalam laporannya pada 2 Juli.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link