Diplomasi

Filipina dan AS perkuat kerja sama pertahanan di tengah tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik

Filipina dan AS meningkatkan koordinasi pertahanan melalui perluasan latihan Balikatan dan integrasi operasional yang lebih erat di kawasan Indo-Pasifik.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (ketiga dari kiri) terlihat sedang melakukan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby (keempat dari kanan) beserta rombongan masing-masing di New York pada 9 Maret. [Elbridge Colby/X]
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. (ketiga dari kiri) terlihat sedang melakukan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby (keempat dari kanan) beserta rombongan masing-masing di New York pada 9 Maret. [Elbridge Colby/X]

Oleh Liz Lagniton |

Filipina dan Amerika Serikat memperkuat koordinasi pertahanan menyusul pembicaraan keamanan di New York antara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Kebijakan Elbridge Colby, di tengah tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.

Agenda pertemuan yang digelar selama kunjungan kerja Marcos selama dua hari ke New York pada bulan Maret itu mencakup percepatan kerja sama militer, peningkatan interoperabilitas, serta penguatan komitmen berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama kedua negara.

Kawasan yang ‘stabil dan aman’

Kedua belah pihak kembali menegaskan tujuan bersama mereka untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang “stabil dan aman,” dengan para pejabat menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat dalam memperkuat upaya pencegahan dan stabilitas regional, demikian disampaikan oleh kantor pers Marcos dalam sebuah pernyataan pada 10 Maret.

Pembahasan tersebut berfokus pada peningkatan interoperabilitas antara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dan pasukan AS melalui perluasan operasi dan latihan bersama, demikian disampaikan oleh kantor pers Marcos.

Prajurit AS dan Filipina mengikuti pengarahan keselamatan sebelum latihan helocast dalam rangka Latihan Balikatan di Fort Magsaysay, Filipina, pada 30 April lalu. [Prajurit Kelas Satu Angkatan Darat AS Peter Bannister]
Prajurit AS dan Filipina mengikuti pengarahan keselamatan sebelum latihan helocast dalam rangka Latihan Balikatan di Fort Magsaysay, Filipina, pada 30 April lalu. [Prajurit Kelas Satu Angkatan Darat AS Peter Bannister]

Salah satu komponen utama dari upaya ini adalah Latihan Balikatan, latihan militer tahunan antara Filipina dan AS yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan April. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi.

Selama latihan (“bersama-sama”) Balikatan, pasukan menguji kemampuan interoperabilitas, menyempurnakan prosedur komando dan kendali, serta membiasakan pasukan dengan protokol operasional masing-masing.

Latihan Balikatan tahun ini akan menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah, kata Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Mayor Jenderal Rommel Cordova dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Stratbase Institute, seperti dilansir Manila Standard.

Dalam sebuah unggahan di X, Colby mengatakan pembicaraan tersebut “sangat produktif.” Ia menekankan "pentingnya" aliansi Filipina-AS serta upaya untuk semakin memperkuat kerja sama pertahanan, dan menggambarkan Marcos sebagai “pemimpin teladan yang proaktif dalam menangani masalah pertahanan bersama.”

Kemitraan Filipina-AS tetap berlandaskan pada Perjanjian Pertahanan Bersama, yang ditandatangani pada tahun 1951. Perjanjian tersebut mengikat kedua negara untuk saling mendukung jika terjadi serangan bersenjata di kawasan Pasifik.

Perluasan kerja sama

Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama pertahanan telah diperluas melalui perjanjian seperti Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Diperkuat, yang memungkinkan pasukan AS beroperasi dari pangkalan militer Filipina yang telah ditentukan untuk latihan bersama, tanggap bencana, dan misi kemanusiaan.

Para pejabat dari kedua negara berulang kali menggambarkan aliansi tersebut sebagai “kokoh,” sekaligus menekankan komitmen bersama mereka terhadap stabilitas regional dan penegakan tatanan yang didasarkan pada aturan.

Sementara itu, dalam wawancara baru-baru ini dengan SBS Australia, Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. menekankan pentingnya keterlibatan AS yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

“Kehadiran AS yang kuat merupakan unsur penting bagi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.

“Keterlibatan berkelanjutan dari Amerika Serikat, yang merupakan salah satu aktor di kawasan Indo-Pasifik ... sangat penting untuk membangun kekuatan penyeimbang terhadap segala bentuk kekuatan yang berusaha merebut kekuasaan, baik yang ada saat ini maupun yang mungkin muncul di masa depan,” tambahnya

Pertahanan bersama

Filipina, kata Teodoro, menjalin hubungan pertahanan yang kuat dengan Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, sekaligus memperluas kerja sama dengan mitra seperti Selandia Baru dan Kanada melalui perjanjian pasukan tamu.

“Jadi, kita melihat bahwa kerja sama bilateral skala kecil yang didasarkan pada kebutuhan pertahanan kolektif ini harus berkelanjutan dan lebih proaktif di masa depan,” katanya.

Kepala pertahanan tersebut menyoroti posisi geografis Filipina sebagai faktor utama yang membentuk postur keamanannya. Negara ini memiliki “perbatasan maritim terpanjang antara Tiongkok dan Samudra Pasifik,” katanya.

“Ada sejumlah keuntungan yang jelas dalam menjalin kerja sama dengan Filipina dari sudut pandang pertahanan karena lokasinya yang strategis,” kata Teodoro.

“Spionase merupakan ancaman yang semakin meningkat dan terus berkembang, serta menyoroti perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat dan mekanisme penegakan hukum yang lebih jelas,” katanya.

Pernyataan Teodoro tersebut disampaikan di tengah upaya Filipina untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan koordinasi dengan sekutunya di tengah semakin memanasnya persaingan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Selama kunjungan kerja Marcos ke New York, sang presiden mempromosikan pencalonan Manila untuk menduduki kursi anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB untuk periode 2027–2028.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link