Oleh Liz Lagniton |
Pejabat pertahanan Filipina mengatakan latihan militer tahunan Balikatan mendatang dapat meluas melampaui Laut Filipina Barat dan melibatkan operasi regional dengan pasukan sekutu setelah latihan skala besar tahun ini bersama AS, Jepang, dan negara mitra lainnya.
Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. mengatakan perencana sedang menggodok kemungkinan mengadakan kegiatan lebih banyak di bagian lain Filipina, termasuk di sepanjang pesisir timur.
"Yang kami uji sekarang masih terbatas," ucap Teodoro setelah upacara penutupan di Camp Aguinaldo, Kota Quezon, pada 8 Mei, menurut Philippine Daily Inquirer. Dia menambahkan bahwa cakupan latihan yang akan datang dapat meluas tanpa harus menjadi lebih besar.
Balikatan tahun ini melibatkan lebih dari 17.000 pasukan dari Filipina, Amerika Serikat, dan negara-negara sekutu, menjadikannya latihan terbesar hingga saat ini. Jepang berpartisipasi penuh untuk pertama kalinya setelah ratifikasi Perjanjian Akses Timbal Balik antara Manila dan Tokyo.
![Kepala Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr. (kiri) dan kepala Komando AS Indo-Pasifik Laksamana Samuel Paparo Jr. (tengah) memimpin upacara penurunan bendera Latihan Balikatan di Camp Aguinaldo, Kota Quezon, pada 8 Mei. [Angkatan Bersenjata Filipina]](/gc9/images/2026/05/19/56199-img_2717-370_237.webp)
Kemampuan rudal
Pejabat militer Filipina dan AS mengacu pada semakin canggihnya latihan itu, yang tahun ini melibatkan latihan tembak perdana sistem rudal Typhon milik AS dan rudal permukaan-ke-kapal Type 88 milik Jepang di Filipina.
Kepala Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr. mengatakan latihan itu mencerminkan upaya Manila untuk memodernisasi militernya dan melatih personel tentang sistem senjata canggih yang semakin penting dalam peperangan modern.
"Kami ingin personel kami menguasai semua senjata modern yang dapat kami peroleh," kata Brawner, menurut Philippine Daily Inquirer.
Pihak militer sedang mengkaji kemungkinan pengadaan sistem rudal tambahan, setelah konflik di Ukraina dan Timur Tengah menunjukkan meningkatnya peran rudal, drone, dan kemampuan pertahanan udara, tambahnya.
"Kami meyakini bahwa kami harus membangun kemampuan sendiri supaya kami bisa membela kepulauan ini secara mandiri," ujarnya.
Koordinasi negara sekutu
Peran Jepang yang diperluas mencerminkan peningkatan upaya sekutu regional untuk meningkatkan interoperabilitas militer sebagai respons terhadap kekhawatiran keamanan bersama, kata Brawner.
"Penting bagi kita berlatih bersama mereka dalam hal taktik dan strategi militer karena kita berupaya mengatasi ancaman di kawasan tidak sendiri-sendiri, melainkan sebagai kelompok," katanya.
Pejabat militer mencontohkan Pusat Koordinasi Gabungan (Combined Coordination Center atau "Triple C") di Camp Aguinaldo sebagai bagian dari upaya meningkatkan koordinasi di antara pasukan sekutu. Laksamana Samuel Paparo, komandan INDOPACOM AS, mengatakan fasilitas itu dibangun selama bertahun-tahun.
"Kami membangunnya selama lima tahun. Kini menjadi kenyataan," ujar Paparo, menurut Philippine Daily Inquirer.
Balikatan berlangsung seiring meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan beberapa negara Asia Tenggara soal sengketa batas laut di Laut Tiongkok Selatan.
Kemenlu Tiongkok mengatakan latihan rudal itu mengancam perdamaian dan stabilitas regional, sementara Teodoro mengkritik keras Beijing yang berkeberatan dengan partisipasi Jepang dalam latihan itu.
"Apa yang mereka lakukan di Laut Filipina Barat dan tempat-tempat lain?" tanya Teodoro, menuduh Tiongkok melakukan tindakan koersif terhadap negara-negara tetangga termasuk Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.
"Kok bisa Tiongkok protes, padahal dia negara diktator dan militernya menindas rakyatnya sendiri," tambahnya.
Dengan latar belakang tersebut, para komandan Filipina dan sekutunya memandang Balikatan sebagai uji koordinasi multinasional yang lebih cepat.
Pihak militer hendak menghubungkan Triple C dengan pusat komando di Jepang, Australia, dan markas INDOPACOM AS guna meningkatkan koordinasi saat operasi gabungan, kata Brawner. Pimpinan militer dari Filipina, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia dijadwalkan akan membahas proposal pelaksanaan kegiatan Balikatan berikutnya yang tidak terbatas di Filipina.
![Menhan Filipina Gilberto Teodoro Jr. berbicara di upacara penutupan Latihan Balikatan 2026 di Camp Aguinaldo, Kota Quezon, pada 8 Mei. [Angkatan Bersenjata Filipina]](/gc9/images/2026/05/19/56198-img_2715-370_237.webp)