Oleh Zarak Khan dan AFP |
Negara-negara Quad — Amerika Serikat, India, Australia, dan Jepang — berjanji menyediakan dana sebesar US$20 miliar untuk menjamin rantai pasokan mineral kritis dan meluncurkan proyek infrastruktur bersama perdana mereka. Langkah itu bertujuan memajukan kerja sama regional di bidang keamanan maritim dan ketahanan energi di Indo-Pasifik.
Keempat menteri luar negeri menggelar pertemuan di New Delhi pada 26 Mei. Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu dengan Menteri Urusan Eksternal India Subrahmanyam Jaishankar, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dalam pertemuan menteri Quad ketiga sejak September 2024.
Dalam pernyataan bersama, Quad menyatakan para anggotanya akan bersama-sama menghimpun dana sebesar US$20 miliar dari pemerintah dan sektor swasta untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis, termasuk dengan mengidentifikasi proyek-proyek di keempat negara tersebut.
Mineral kritis
Kerangka Kerja Mineral Kritis Quad akan menjadi pedoman bagi negara-negara anggota dalam memanfaatkan instrumen kebijakan ekonomi dan mengoordinasikan investasi, termasuk di sektor pertambangan, pengolahan, dan daur ulang. Dalam isu mineral kritis, pemerintahan AS beralih ke diplomasi yang lebih tradisional dengan membangun jaringan bersama sekutu di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dominasi Tiongkok terhadap sumber daya yang penting bagi industri teknologi canggih.
![Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kiri), Menteri Urusan Eksternal India Subrahmanyam Jaishankar (kedua kiri), Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kanan), dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi (kedua kanan) menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri Quad di New Delhi pada 26 Mei. Para menteri mengumumkan inisiatif baru terkait mineral kritis, keamanan maritim, dan infrastruktur Pasifik. [Julia Demaree Nikhinson/Pool/AFP]](/gc9/images/2026/05/27/56322-afp__20260526__b3zk28v__v2__highres__indiausaustraliajapandiplomacy-370_237.webp)
![Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas hubungan AS-India dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi pada 23 Mei. Rubio menyampaikan undangan kepada Modi untuk berkunjung ke Gedung Putih. [X/Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio]](/gc9/images/2026/05/27/56323-photo_2_quad-370_237.webp)
Inisiatif tersebut berpotensi sangat berarti bagi Jepang setelah Tiongkok menghentikan ekspor beberapa mineral yang dipakai dalam industri dirgantara, pertahanan, dan semikonduktor, menyusul perselisihan diplomatik yang memanas pada bulan November.
Secara terpisah, India dan Amerika Serikat menyepakati kerangka kerja bersama untuk menjamin pasokan mineral kritis dan logam tanah jarang, termasuk kerja sama dalam kegiatan pertambangan dan pengolahan, ujar Jaishankar pada 26 Mei.
Inisiatif teknologi maritim dan Pasifik Selatan
Untuk pertama kalinya, Wong mengatakan Quad akan bekerja sama dalam membantu pembangunan pelabuhan di Fiji. Negara kepulauan itu adalah salah satu negara penting di Pasifik Selatan, wilayah tempat Tiongkok gencar memperluas pengaruh strategis dan infrastrukturnya.
Quad menetapkan target menghubungkan kabel bawah laut ke pulau-pulau di Pasifik Selatan sebelum akhir tahun, sehingga mengintegrasikan kawasan itu lebih dekat dengan empat negara demokrasi anggota Quad.
“Kami menyadari kewajiban kami — tanggung jawab kami — untuk memberikan pilihan yang nyata, terutama ketika kondisi strategis di kawasan kami memburuk,” kata Wong.
Keempat negara tersebut menyatakan akan bekerja sama dalam dua inisiatif maritim — satu yang menggabungkan kemampuan pengawasan mereka, dan satu lagi yang menyediakan informasi waktu nyata yang lebih baik bagi lalu lintas komersial di laut.
Rubio mengatakan sekitar 60% perdagangan maritim global melewati kawasan Indo-Pasifik, seraya menyebutnya sebagai “kepentingan nasional yang vital, bukan hanya bagi empat negara yang hadir di sini hari ini, tetapi juga bagi puluhan, bahkan banyak sekali negara di seluruh dunia."
Kekhawatiran terhadap Tiongkok dan Iran
Kekhawatiran terhadap Tiongkok tetap menjadi pendorong utama kerja sama Quad, kata para analis.
“Kekuatan penggerak di balik Quad, yakni tantangan dari Tiongkok, merupakan salah satu hal yang paling permanen dalam hubungan internasional,” kata Australian Strategic Policy Institute dalam analisisnya tanggal 25 Mei.
Para menteri mengumumkan inisiatif keamanan energi serta menyerukan kebebasan akses yang lebih luas untuk Selat Hormuz. Mereka mengecam serangan terhadap kapal niaga dan menolak segala bentuk pengenaan tarif atau pungutan, dengan menegaskan pentingnya arus perdagangan dunia yang tidak terganggu melalui selat itu dan Laut Merah.
Arus transportasi melalui selat itu terancam sejak 28 Februari, saat dimulainya perang AS–Israel melawan Iran.
Sengketa atas jalur pelayaran
Gangguan apa pun di Selat Hormuz akan berdampak serius terhadap keamanan energi kawasan, mengingat Indo-Pasifik sedang mengalami “tekanan ekonomi yang parah,” ujar Wong.
Dalam pernyataan bersama, keempat menteri menyatakan mereka tetap “sangat prihatin” terhadap situasi di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur. Mereka menegaskan kembali “penolakan keras terhadap segala tindakan yang mengganggu stabilitas atau bersifat sepihak, termasuk yang dilakukan dengan kekuatan atau paksaan."
Mereka mengecam “tindakan berbahaya dan koersif,” termasuk “menghalangi kebebasan navigasi” serta “militerisasi fitur laut yang dipersengketakan” — yang secara luas dianggap ditujukan kepada Beijing.
Tiongkok mengecam inisiatif terbaru Quad, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menyatakan Beijing menentang “kelompok eksklusif” dan “konfrontasi blok."
Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan sebagai wilayahnya dan memiliterisasi beberapa fitur yang dipersengketakan. Klaim teritorial itu tumpang tindih dengan klaim beberapa negara Asia Tenggara, sementara Beijing dan Tokyo memiliki sengketa di Laut Tiongkok Timur.
Kemajuan yang menggembirakan
Washington menginginkan Quad berfokus pada “hasil konkret” ketimbang pertemuan-pertemuan, ujar Rubio. Kerja sama berkembang "cukup agresif," tambahnya.
Ia menyebut aliansi tersebut sebagai “kunci utama dan landasan strategi global kami,” seraya mengatakan keempat negara memiliki “nilai-nilai yang kuat — demokrasi yang kuat dan dinamis” dengan “banyak kepentingan yang selaras."
Pertemuan tersebut menunjukkan Quad bergerak dari tahap diskusi menuju implementasi, kata Jaishankar.
"Quad menjadi jauh lebih terarah, jauh lebih substantif, dan jauh lebih berorientasi pada hasil,” katanya kepada wartawan.
![Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Menteri Urusan Eksternal India Subrahmanyam Jaishankar, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio berfoto bersama saat menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri Quad di New Delhi, 26 Mei. [Julia Demaree Nikhinson/Pool/ AFP]](/gc9/images/2026/05/27/56320-afp__20260526__b3zk28l__v4__highres__correctionindiausaustraliajapandiplomacy-370_237.webp)