Kapabilitas

India perkuat hubungan pertahanan regional melalui latihan multinasional PRAGATI

Latihan PRAGATI edisi perdana mempertemukan pasukan dari 12 negara mitra seiring langkah India untuk menjalin hubungan keamanan regional di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Pasukan peserta Latihan PRAGATI 2026 melaksanakan kegiatan pelatihan di Stasiun Militer Umroi, Meghalaya, India. Latihan tersebut melibatkan pasukan dari 13 negara, termasuk India. [X/Angkatan Darat India]
Pasukan peserta Latihan PRAGATI 2026 melaksanakan kegiatan pelatihan di Stasiun Militer Umroi, Meghalaya, India. Latihan tersebut melibatkan pasukan dari 13 negara, termasuk India. [X/Angkatan Darat India]

Oleh Zarak Khan |

India telah merampungkan penyelenggaraan perdana Latihan PRAGATI, sebuah latihan militer multinasional yang melibatkan pasukan dari 12 negara asing. Langkah ini diambil seiring New Delhi memperdalam kerja sama keamanan dengan para mitra regional di tengah intensifikasi persaingan dengan Tiongkok.

Angkatan Darat India menutup latihan tersebut pada 30 Mei di Stasiun Militer Umroi, negara bagian Meghalaya di timur laut India. Lebih dari 400 personel militer dari 13 negara, termasuk India, berpartisipasi dalam latihan selama dua pekan yang dimulai pada 20 Mei itu.

Kontingen asing yang berpartisipasi mewakili tiga klaster regional yang saling tumpang tindih: wilayah tetangga terdekat India, yang mencakup Bhutan, Nepal, dan Sri Lanka; Asia Tenggara, yang mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam; serta mitra Samudra Hindia seperti Maladewa dan Seychelles.

Menurut Angkatan Darat India, PRAGATI—singkatan dari Partnership of Regional Armies for Growth and Transformation in the Indian Ocean Region (Kemitraan Angkatan Darat Regional untuk Pertumbuhan dan Transformasi di Kawasan Samudra Hindia)—menjadi wadah bagi pasukan peserta untuk bertukar pengalaman operasional, berbagi praktik terbaik, dan memperkuat kerja sama antarmiliter.

Para perwira militer dari negara peserta berfoto bersama dalam Latihan PRAGATI 2026 di Stasiun Militer Umroi, Meghalaya, India, pada 20 Mei. [X/Angkatan Darat India]
Para perwira militer dari negara peserta berfoto bersama dalam Latihan PRAGATI 2026 di Stasiun Militer Umroi, Meghalaya, India, pada 20 Mei. [X/Angkatan Darat India]

Kerja sama militer

Para prajurit berfokus pada operasi penanggulangan terorisme di wilayah semi-pegunungan dan hutan. Pelatihan tersebut meliputi latihan perencanaan bersama, manuver taktis, dan operasi terkoordinasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, daya tahan, dan efektivitas operasional dalam kondisi yang sulit.

Tim gabungan yang terdiri atas personel dari berbagai angkatan darat peserta berlatih bersama sepanjang latihan. Angkatan Darat India menyatakan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan interoperabilitas, kepercayaan, dan komitmen bersama terhadap kerja sama keamanan regional.

Enam wakil kepala staf angkatan darat dan lebih dari 40 perwira militer senior dari sejumlah negara peserta menghadiri upacara penutupan yang dipimpin oleh Letjen Dhiraj Seth, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat India. Angkatan Darat India menyatakan bahwa Seth juga mengadakan pertemuan bilateral dengan para mitranya di sela-sela acara untuk memajukan kerja sama pertahanan.

India menggelar pameran peralatan pertahanan yang bermitra dengan Federasi Kamar Dagang dan Industri India (FICCI). Pameran tersebut memamerkan perangkat keras militer, perlengkapan taktis, dan sistem pesawat tanpa awak (drone) hasil pengembangan dalam negeri di bawah inisiatif "Atmanirbhar Bharat" atau India Mandiri, yang sebagian ditujukan untuk memajukan kerja sama pertahanan India.

Latihan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian latihan multinasional yang digunakan India untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan sejumlah negara di seluruh kawasan Indo-Pasifik. The Times of India menggambarkan inisiatif tersebut sebagai cerminan “peran India yang semakin besar dalam mendorong stabilitas, kepercayaan, dan kerja sama pertahanan di seluruh kawasan Indo-Pasifik.”

India juga telah memperluas cakupan latihan multinasionalnya yang berskala lebih besar. Pada Februari lalu, latihan Angkatan Laut dua tahunan MILAN yang digelar di perairan lepas Kota Visakhapatnam mempertemukan kapal perang dan pesawat militer dari negara-negara mitra, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman.

Strategi 'Act East'

PRAGATI berlangsung ketika persaingan strategis di kawasan Indo-Pasifik semakin meningkat, sementara India memperkuat keterlibatan militer dan diplomatik dengan mitra-mitra regional di tengah kekhawatiran atas meningkatnya pengaruh militer dan ekonomi Tiongkok.

Beberapa negara peserta, termasuk Filipina, Vietnam, dan Malaysia, memiliki sengketa maritim dengan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan. Negara lainnya tetap menjadi mitra penting dalam upaya India yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama keamanan regional.

Latihan ini merefleksikan kemunculan bertahap dari jaringan keamanan informal di Indo-Pasifik yang berpusat pada kebijakan "Act East" India serta strategi maritimnya yang lebih luas.

Sejak mengadopsi kebijakan tersebut pada 2014, New Delhi telah meningkatkan keterlibatan di bidang pertahanan, diplomasi, dan strategi dengan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), berbagai negara kepulauan di Samudra Hindia, serta sejumlah negara tetangga di kawasan Himalaya.

Melalui latihan bersama, pengerahan Angkatan Laut, dan kemitraan pertahanan, India berupaya meningkatkan interoperabilitas dan kepercayaan politik dengan negara yang semakin waspada terhadap tindakan Beijing di perairan regional dan wilayah yang dipersengketakan.

“Berdasarkan kebijakan Act East, New Delhi telah memposisikan dirinya sebagai jangkar keamanan regional alternatif yang mampu mengimbangi pertumbuhan pengaruh regional Tiongkok,” kata Mahadev Raj, purnawirawan perwira militer India yang berbasis di New Delhi.

Pemilihan Meghalaya, negara bagian strategis di timur laut India yang berbatasan dengan Bangladesh serta berada dekat dengan Tiongkok dan Myanmar, menegaskan fokus India terhadap kawasan perbatasan timurnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa India tidak hanya memperkuat kesiapan di wilayah perbatasannya, tetapi juga mengintegrasikan wilayah timur lautnya ke dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik yang lebih luas,” kata Raj kepada Focus.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link