Oleh Zarak Khan |
India mempercepat reorganisasi militer paling ambisius dalam beberapa dasawarsa terakhir, yaitu perombakan struktural besar-besaran yang dirancang untuk menangkal Tiongkok di tengah ketegangan perbatasan dan kompetisi strategis yang meningkat di seluruh kawasan Indo-Pasifik.
Reformasi itu berpusat pada pembentukan Komando Palagan Terpadu. Ini rencana yang lama tertunda untuk menempatkan AD, AL, dan AU India di bawah komando operasional terpadu.
Proposal akhir sudah diserahkan kepada Menteri Pertahanan Rajnath Singh pada bulan Mei, tinggal menunggu persetujuan dari kementeriannya dan Komite Kabinet untuk Keamanan, menurut laporan South China Morning Post pada 10 Juni.
Komando terpadu
Berdasarkan rencana itu, India akan membentuk tiga komando palagan utama, yang masing-masing bertanggung jawab atas wilayah strategis yang berbeda.
![AL India bertindak cepat dan sigap merespons laporan aksi perompak di dekat kapal niaga di Samudra Hindia bagian barat, menurut posting 27 Mei di X oleh AL India. [X/Angkatan Laut India]](/gc9/images/2026/06/16/56619-focus_photo_2_threate_command-370_237.webp)
Komando Palagan Utara, bermarkas di Lucknow, akan khusus berfokus pada Tiongkok dan mengawasi seluruh Garis Kontrol Aktual, yang membentang dari Ladakh di sebelah barat hingga Arunachal Pradesh di timur.
Komando Palagan Barat, berbasis di Jaipur, akan bertanggung jawab atas Pakistan dan keamanan di sepanjang Garis Kontrol, perbatasan de facto yang membagi wilayah sengketa Kashmir antara kedua negara.
Komando Palagan Maritim di Thiruvananthapuram akan mengawasi operasi di seluruh Samudra Hindia dan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.
Restrukturisasi ini akan menandai akhir skema organisasi militer India sejak 1947. Dalam skema itu, AD, AL, dan AU beroperasi secara independen satu sama lain.
Militer India menduduki peringkat keempat di dunia, hanya di belakang Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, kata Shishir Gupta, redaktur pelaksana Hindustan Times.
"Ketiga negara yang lebih unggul dari India dalam hal militer sudah menjalankan komando palagan," kata Gupta kepada surat kabar itu pada bulan Februari.
Jika ingin bersaing secara efektif dengan tiga kekuatan tersebut, India tidak bisa lagi memisahkan ketiga angkatan dengan doktrin, struktur komando, dan kepentingan institusi masing-masing, katanya.
Fokus utama perencanaan militer India tetaplah "menangani masalah keamanan dan sengketa wilayah dengan Tiongkok dan Pakistan, yang dianggap sebagai ancaman utama dari negara tetangganya," menurut penilaian lembaga kajian global, International Institute for Strategic Studies (IISS), tahun 2026.
India semakin berfokus "mengamankan Samudra Hindia dari ancaman" yang ditimbulkan oleh Tiongkok dan Pakistan sembari menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim non-tradisional, IISS menambahkan.
Selain itu, India berupaya mengelola ketegangan dengan Pakistan secara lebih baik di sepanjang Garis Kontrol di Kashmir.
Menghadapi Tiongkok
Dari tiga komando yang diusulkan, Komando Palagan Utara secara luas dipandang sebagai fitur utama karena akan memperkuat respons India terhadap ancaman militer Tiongkok.
Dorongan untuk mewujudkannya semakin kuat setelah bentrokan di Lembah Galwan tahun 2020, ketika sedikitnya 20 serdadu India dan empat serdadu Tiongkok tewas dalam pertempuran fatal pertama di perbatasan itu dalam 45 tahun.
Meskipun Beijing dan New Delhi telah melakukan banyak pembicaraan diplomatik dan militer, ketegangan tetap tinggi dan jumlah pasukan tetap besar di sepanjang 3.488 kilometer perbatasan de facto mereka.
Contoh dari Tiongkok
Komando utara akan mengonsolidasikan perencanaan, intelijen, dan operasi militer terhadap PLA Tiongkok di bawah satu otoritas tunggal, mencerminkan pelajaran yang dipetik dari reformasi militer Beijing.
Tiongkok merombak PLA menjadi lima komando palagan pada 2016, dengan Komando Palagan Barat mengawasi pasukan Tiongkok yang ditempatkan di perbatasan India. Usulan Komando Palagan Utara New Delhi juga akan mengintegrasikan perencanaan dan operasi di bawah satu komando.
Walaupun Komando Palagan Barat bertanggung jawab menjaga stabilitas di Xinjiang dan Tibet, fokus eksternal utamanya adalah perbatasan Tiongkok-India yang disengketakan, menurut Organization for Research on China and Asia (ORCA), lembaga kajian yang berbasis di New Delhi.
ORCA mengatakan komando itu menyederhanakan operasi gabungan AD, AU, dan Angkatan Roket Tiongkok, sehingga meningkatkan kesiapan untuk skenario potensi konflik di sektor dataran tinggi yang disengketakan, termasuk Aksai Chin dan Arunachal Pradesh.
Banyak perencana keamanan India memandang Komando Palagan Utara sebagai hal yang diperlukan guna menghadapi Tiongkok yang terus mengembangkan infrastruktur militer, memodernisasi tentara, dan menempatkan pasukan di sepanjang perbatasan yang disengketakan.
Samudra Hindia
Pembentukan Komando Palagan Maritim mencerminkan upaya India yang lebih luas untuk melawan pengaruh Tiongkok yang berkembang di kawasan Samudra Hindia.
Komando itu bertujuan memperkuat pengawasan maritim, mengintegrasikan aset laut dan udara, melindungi alur laut penting, dan meningkatkan koordinasi dengan mitra strategis di seluruh Indo-Pasifik.
Selama dua dasawarsa terakhir, Beijing melaksanakan strategi "untaian mutiara"-nya, yaitu mengembangkan jaringan pelabuhan dan fasilitas maritim komersial dan yang terkait dengan militer di seluruh Samudra Hindia.
Tiongkok sudah memperoleh akses strategis ke Pelabuhan Gwadar di Pakistan, Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, dan Pelabuhan Kyaukpyu di Myanmar, kata Letjen (Purn.) Rajeev Chaudhry, mantan direktur jenderal Border Roads Organization India, kepada Times of India pada 3 Mei.
Para ahli strategi India semakin memandang perkembangan ini sebagai bagian dari upaya Tiongkok yang lebih luas untuk meningkatkan pengaruhnya di seluruh Indo-Pasifik dan menggantikan posisi traditional India di Samudra Hindia.
Pulau Nikobar Besar terletak di dekat Selat Malaka, yang dilalui hampir 30% perdagangan global dan sekitar 80% impor minyak Tiongkok, demikian dilaporkan Hindustan Times. Rencana pembangunan India di sana bertujuan memperkuat posisi maritimnya di dekat salah satu selat terpenting di dunia, yang dipandang New Delhi sebagai penyeimbang jaringan Untaian Mutiara Beijing.
Samudra Hindia dengan cepat "menjadi salah satu ruang strategis yang paling diperebutkan di dunia," tulis Chaudhry dalam analisis 3 Juni untuk Raksha Anirveda, sebuah majalah di India.
"Pengerahan AL Tiongkok, pelabuhan dwifungsi, sistem pengawasan bawah laut, dan perluasan jangkauan maritim telah mengubah kawasan itu menjadi arena persaingan yang penting," ujarnya.
![Personel militer India ambil bagian dalam operasi yang berorientasi pada serangan dan pertahanan, menilai ancaman dan menanggapinya secara efektif melalui latihan tembak amunisi aktif, menurut posting bulan Februari di X oleh AD India. [X/Angkatan Darat India]](/gc9/images/2026/06/16/56618-focus_photo_1_theatre_command-370_237.webp)