Kapabilitas

Pesawat F-16V baru Taiwan akan tiba bulan September, memperluas jangkauan serangan

Menurut pengamat, tangki bahan bakar konformal menambah jangkauan tempur setidaknya 20% dibanding pendahulunya. Pesawat ini bahkan mampu mencapai wilayah ibu kota Tiongkok.

Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Hsu Szu-chien (tengah), Duta Besar Taiwan untuk Amerika Serikat Alexander Yui (kiri), dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Tien Chung-yi berpose bersama pesawat tempur F-16V Block 70 pertama dari total 66 unit yang dibeli dari Amerika Serikat, dalam upacara serah terima di Carolina Selatan pada 16 Maret. [Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan]
Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Hsu Szu-chien (tengah), Duta Besar Taiwan untuk Amerika Serikat Alexander Yui (kiri), dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Tien Chung-yi berpose bersama pesawat tempur F-16V Block 70 pertama dari total 66 unit yang dibeli dari Amerika Serikat, dalam upacara serah terima di Carolina Selatan pada 16 Maret. [Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan]

Oleh Jia Feimao |

Angkatan Udara Taiwan sedang menanti kedatangan jet tempur baru buatan Amerika Serikat.

Taiwan diperkirakan akan menerima pesawat F-16V Block 70 pertama dari total 66 unit yang dikirim dari AS pada akhir September. Seluruh armada itu akan ditempatkan di Lanud Chihhang di timur Taiwan, bergabung dengan 139 pesawat F-16V Block 20 yang telah ditingkatkan untuk membentuk kekuatan tempur terkuatnya.

Berbeda dengan armada F-16V Block 20 Taiwan yang telah ditingkatkan, Block 70 merupakan varian produksi baru dengan mesin yang lebih kuat, sistem avionik dan perang elektronik yang ditingkatkan, serta masa pakai yang lebih lama.

F-16V Block 70 dengan nomor ekor 6831, diyakini sebagai gelombang pertama dari 66 pesawat tempur pesanan Taiwan, baru-baru ini terlihat di Lanud AL JRB Fort Worth di Texas. Pengamat pertahanan mengatakan bahwa pesawat itu sedang menjalani pengujian akhir dan persiapan sebelum dikirim ke Taiwan.

F-16V Block 70 dengan nomor ekor 6831, salah satu dari 66 pesawat tempur pesanan Taiwan, terlihat dalam sebuah foto tanpa tanggal. [Instagram/@taxiwaymike]
F-16V Block 70 dengan nomor ekor 6831, salah satu dari 66 pesawat tempur pesanan Taiwan, terlihat dalam sebuah foto tanpa tanggal. [Instagram/@taxiwaymike]

Anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Wang Ting-yu, membagikan sejumlah foto pesawat tersebut di Facebook pada 15 Juni, mengutip laporan online yang menyebut bahwa pesawat jet tersebut berada di pangkalan militer di Texas setelah terbang dari fasilitas produksi Lockheed Martin di Greenville, South Carolina.

Meski memegang jabatan presiden, DPP tidak menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Jarak tempuh lebih jauh, hambatan udara lebih rendah

Pesawat itu dilengkapi dua tangki eksternal konformal (CFT) yang total membawa sekitar 1,4 ton bahan bakar tambahan, menurut spesifikasi yang diterbitkan Lockheed Martin. Modifikasi itu dapat meningkatkan radius tempur pesawat itu setidaknya 20%, demikian laporan Liberty Times Taiwan.

CFT dibentuk agar pas dipasang pada bagian atas badan pesawat.

Analis mengatakan bahwa drag CFT jauh lebih kecil dibanding tangki eksternal konvensional. CFT meningkatkan jangkauan dan durasi terbang, sehingga memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar kepada angkatan udara dalam mempertahankan Selat Taiwan.

Tangki eksternal konvensional menimbulkan gaya hambat signifikan sehingga mengurangi kemampuan manuver pesawat. Pilot biasanya membuang tangki sebelum bertempur untuk memaksimalkan kinerja, kata mantan pilot AU Taiwan, Kao Chih-jung, kepada Focus.

“CFT ... [memungkinkan] pesawat tempur mempertahankan beban G-force maksimum dan performa belok sesuai spesifikasi pabrikan,” kata Kao.

Data uji terbang Lockheed Martin menunjukkan bahwa gaya hambat CFT hanya sekitar 12% gaya hambat yang ditimbulkan oleh tangki eksternal konvensional.

Berdasarkan konfigurasi bahan bakar pesawat tersebut, Wang memperkirakan jangkauan maksimumnya sekitar 4.100 km ketika dilengkapi dengan CFT dan tiga tangki bahan bakar eksternal, “sehingga memungkinkan penerbangan nonstop dari Taiwan ke Guam atau penerbangan bolak-balik antara Taiwan dan Beijing.”

“Jangkauan serangan F-16 model baru cukup untuk mencapai wilayah ibu kota Tiongkok, sehingga meningkatkan daya tangkal terhadap Beijing,” kata Su Tzu-yun, direktur Institut Studi Strategis dan Sumber Daya di INDSR Taiwan, kepada Focus.

Senjata lebih banyak, patroli lebih lama

Pesawat tempur memiliki kapasitas bahan bakar internal terbatas, yang umumnya hanya untuk terbang tidak lebih dari empat jam. Angkatan udara telah lama menggunakan tangki bahan bakar eksternal yang dapat dilepas untuk memperluas jangkauan operasional, kata Wang Hao-tien, penulis makalah teknis berbahasa Mandarin berjudul “Perancangan dan Prinsip Kerja Pesawat Tempur.”

Masalahnya, tangki bahan bakar eksternal dipasang di bawah sayap yang sebenarnya dapat digunakan untuk membawa rudal atau pod penargetan.

Dengan adanya CFT, titik pemasangan itu dapat membawa rudal berat atau tambahan, sehingga meningkatkan daya tembak pesawat tempur, demikian menurut World Special Forces and Military Database, halaman Facebook berbahasa Mandarin yang membahas urusan militer.

“Pesawat F-16 Block 70 yang melaksanakan misi serangan tidak perlu mengorbankan muatan senjata demi mencapai sasaran,” demikian yang tertulis di halaman tersebut.

Sementara itu, operasi “zona abu-abu” militer Tiongkok yang semakin sering dilakukan di sekitar Taiwan memaksa AU Taiwan lebih sering mengerahkan pesawat tempur sebagai respons. Hal ini membebani pesawat serta meningkatkan kebutuhan pemeliharaan dan logistik.

Operasi zona abu-abu tidak sampai melibatkan kekerasan, tetapi bertujuan melemahkan pasukan lawan.

CFT memungkinkan pesawat tempur bersiaga di udara lebih lama, sehingga mengurangi kebutuhan lepas landas dan pengisian bahan bakar berulang kali, kata Su. Fitur tersebut dapat membantu meringankan beban pemeliharaan dan logistik di kala Taiwan merespons penerbangan militer Tiongkok di dekat pulau itu yang semakin sering, tambahnya.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link