Pendidikan

Filipina ingatkan Tiongkok tak jadikan penyelamatan Natal sebagai propaganda di Laut Tiongkok Selatan

Penjaga Pantai Filipina menyatakan bantuan Tiongkok kepada nelayan Zambales patut diapresiasi, tetapi tidak menutupi praktik intimidasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Laut Filipina Barat.

Rekaman yang dirilis Kedutaan Besar Tiongkok di Manila memperlihatkan personel Angkatan Laut Tiongkok membantu seorang nelayan Filipina, dengan latar kapal perusak bersenjata rudal milik Tiongkok. [Kedutaan Besar Tiongkok di Manila]
Rekaman yang dirilis Kedutaan Besar Tiongkok di Manila memperlihatkan personel Angkatan Laut Tiongkok membantu seorang nelayan Filipina, dengan latar kapal perusak bersenjata rudal milik Tiongkok. [Kedutaan Besar Tiongkok di Manila]

Oleh Liz Lagniton |

Filipina menegaskan penyelamatan nelayan Filipina oleh kapal perang Tiongkok pada Hari Natal tidak boleh dijadikan propaganda, karena tidak bisa menutupi rekam jejak intimidasi selama bertahun-tahun terhadap nelayan Filipina dan kehadiran Tiongkok yang terus-menerus di perairan negara itu.

Peristiwa itu terjadi pada 25 Desember, saat anggota AL Tiongkok membantu seorang nelayan Filipina di perairan lepas Zambales—kawasan yang termasuk Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, tetapi juga diklaim Tiongkok.

Dalam rekaman terlihat personel angkatan laut Tiongkok menggunakan perahu karet berlambung keras mendekati perahu nelayan Filipina yang membawa papan styrofoam bertulisan “Help Me”.

Rekaman video dan foto yang dirilis Kedubes Tiongkok di Manila menunjukkan pelaut Tiongkok memberikan air minum kemasan dan biskuit kepada nelayan itu.

Personel Penjaga Pantai Filipina di kapal BRP Cape San Agustin mengevakuasi nelayan Larry Tumalis di Laut Filipina Barat, dekat Zambales, pada 25 Desember. [Penjaga Pantai Filipina]
Personel Penjaga Pantai Filipina di kapal BRP Cape San Agustin mengevakuasi nelayan Larry Tumalis di Laut Filipina Barat, dekat Zambales, pada 25 Desember. [Penjaga Pantai Filipina]

Dalam video, nelayan bernama Larry Tumalis terdengar berulang kali mengucapkan terima kasih saat saling bertukar ucapan Natal, sementara otoritas Tiongkok membingkai rekaman itu sebagai aksi kemanusiaan.

Pada 26 Desember, Kedubes Tiongkok menyebut kapal destroyer Tiongkok memberikan bantuan kemanusiaan kepada perahu nelayan yang mengalami masalah pada 25 Desember, memberikan makanan dan air kepada nelayan yang terkatung-katung selama tiga hari karena mesin rusak.

Saling bantah

Penjaga Pantai Filipina (PCG) mengingatkan penyajian insiden secara selektif bisa menutupi kenyataan yang terjadi di Laut Filipina Barat, tempat nelayan Filipina menghadapi gangguan, pembatasan akses ke daerah tangkapan tradisional, dan insiden berbahaya dengan kapal Tiongkok.

Laut Filipina Barat adalah sebutan Manila untuk bagian Laut Tiongkok Selatan yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 26 Desember, PCG menyatakan pihaknya mengakui dan menghargai bantuan yang diberikan kepada Tumalis pada Hari Natal.

Namun, juru bicara PCG untuk Laut Filipina Barat, Komodor Jay Tarriela, mengatakan tindakan tersebut kontras dengan hal yang ia sebut sebagai tindakan “barbar, ilegal, koersif, agresif, dan menipu” dari Penjaga Pantai Tiongkok terhadap nelayan Filipina.

Menurut Tarriela, PCG tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya dari AL Tiongkok terkait lokasi atau kondisi nelayan yang dilaporkan mendapatkan bantuan.

Ia juga menolak klaim Tiongkok bahwa Tumalis terombang-ambing selama tiga hari, dan mengatakan nelayan itu telah berlabuh dengan aman di bagan apung sebelum ditemukan oleh PCG dan kapal induknya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Menurut Tarriela, Tumalis menceritakan kepada pihak berwenang bahwa ia ketakutan ketika kapal perang Tiongkok mengirimkan perahu karet berlambung keras, sehingga ia mengerik jelaga di knalpot mesinnya dan menggunakannya untuk menulis “Help Me.”

Tarriela juga menyatakan kapal perang Tiongkok “tidak memiliki alasan sah untuk beroperasi di dalam ZEE Filipina,” dan menyebut lokasi yang dilaporkan — sekitar 71 mil laut barat Pulau Silanguin — berada di dalam wilayah perairan negara itu.

Tarriela berharap insiden ini tidak dieksploitasi sebagai propaganda, dan menekankan hal itu seharusnya justru memperkuat fakta nelayan Filipina memiliki hak penuh untuk menangkap ikan di perairan sekitar Bajo de Masinloc, sebutan Manila untuk Karang Scarborough.

"Pencitraan"

Penyelamatan pada Hari Natal itu terjadi beberapa hari setelah insiden meriam air yang melibatkan kapal nelayan Filipina, menyoroti kembali narasi perselisihan di laut.

“Jangan tertipu oleh propaganda Tiongkok,” ujar Rafaela David, ketua kelompok Atin Ito, dalam pernyataan tertulis pada 27 Desember.

Atin Ito adalah kelompok yang menyalurkan bantuan barang sumbangan kepada pasukan Filipina yang ditempatkan di Kepulauan Spratly yang disengketakan.

“Yang dilakukan Tiongkok bukanlah aksi kemanusiaan, melainkan pencitraan. Itu adalah bantuan yang didorong oleh propaganda untuk mengalihkan perhatian dari gangguan, kekerasan, dan pelanggaran wilayah ilegal selama bertahun-tahun,” kata David, seraya menambahkan klaim Tiongkok bahwa nelayan tersebut hilang selama tiga hari tidak sesuai dengan fakta yang ada.

David mempertanyakan mengapa kapal Tiongkok berpatroli di dalam wilayah ZEE Filipina, dan menyatakan bantuan yang dipublikasikan tidak sebanding dengan sejumlah insiden yang terus menimpa nelayan Filipina.

Dia mengutip insiden 12 Desember di mana Penjaga Pantai Tiongkok menggunakan meriam air bertekanan tinggi di dekat Karang Sabina, yang merusak dua kapal dan melukai tiga nelayan, dalam pernyataannya.

Insiden tersebut menuai kecaman dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, serta anggota Uni Eropa, yang menyoroti tindakan agresif Tiongkok terhadap nelayan Filipina di Laut Filipina Barat.

Pemerintah asing, termasuk AS, kembali menekankan pentingnya kebebasan navigasi dan penghormatan hukum internasional, sambil memperingatkan kekerasan terhadap kapal sipil dapat mengancam stabilitas dan memperburuk ketegangan di kawasan.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link