Ekonomi

Kemitraan HCL–Foxconn tunjukkan menguatnya kerja sama semikonduktor India–Taiwan

India berusaha mengembangkan produksi semikonduktor dengan dukungan pengetahuan teknis dari Taiwan.

Siluet peta India terlihat pada sebuah chip di antara kata “Foxconn” dan “HCL.” Ilustrasi tersebut menegaskan usaha patungan semikonduktor kedua perusahaan dan upaya India untuk meningkatkan produksi chip domestik. [Focus]
Siluet peta India terlihat pada sebuah chip di antara kata “Foxconn” dan “HCL.” Ilustrasi tersebut menegaskan usaha patungan semikonduktor kedua perusahaan dan upaya India untuk meningkatkan produksi chip domestik. [Focus]

Oleh Vasudevan Sridharan |

Peletakan batu pertama fasilitas semikonduktor milik HCL Group dan Foxconn di Uttar Pradesh, India utara, pada awal tahun ini tidak lagi sekadar pengumuman proyek industri semata.

HCL Group adalah konglomerat teknologi dari India. Adapun Foxconn, yang berkantor pusat di Taiwan, merupakan produsen elektronik kontrak terbesar di dunia.

Pabrik yang akan dibangun tersebut menjadi gambaran jelas dari kemitraan India dan Taiwan dalam industri chip global. Kerja sama ini dilandasi ambisi bersama, kebutuhan politik, serta keselarasan kepentingan strategis.

Meski proyek yang baru diumumkan tersebut tergolong kecil dibandingkan sebagian besar pabrik fabrikasi mutakhir, signifikansinya sulit diabaikan. Disetujui dengan nilai investasi sekitar 37 miliar rupee India (US$393 juta), fasilitas yang berlokasi dekat bandara itu dirancang untuk memproduksi chip driver layar serta memproses sekitar 20.000 wafer per bulan. Produksi komersial diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027.

Foxconn memamerkan sistem server kecerdasan buatan, robot humanoid, dan teknologi pusat data modular pada NVIDIA GTC 2026, sebuah konvensi teknologi, di San Jose, California, pada 16 Maret. [Hon Hai Technology Group (Foxconn)]
Foxconn memamerkan sistem server kecerdasan buatan, robot humanoid, dan teknologi pusat data modular pada NVIDIA GTC 2026, sebuah konvensi teknologi, di San Jose, California, pada 16 Maret. [Hon Hai Technology Group (Foxconn)]

Chip adalah raja

Chip-chip tersebut merupakan komponen penting dalam pembuatan ponsel pintar, laptop, dan mobil, serta menjadi inti dari sektor manufaktur elektronik India yang berkembang pesat. Tak kalah penting, fasilitas itu ditempatkan di Uttar Pradesh, negara bagian yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat pertumbuhan industri yang cepat.

Perdana Menteri Narendra Modi menempatkan manufaktur semikonduktor sebagai bagian utama dari upaya India menjadi pusat manufaktur global.

Unit HCL–Foxconn itu tersebut merupakan bagian dari India Semiconductor Mission yang lebih luas, di mana India tengah mengembangkan sejumlah fasilitas perakitan dan pengujian chip.

Kemitraan terbaru ini memadukan keahlian rekayasa dan sistem milik HCL dengan skala manufaktur global serta kapabilitas semikonduktor Foxconn. Usaha patungan tersebut sejalan dengan upaya India menggabungkan talenta domestik dan permintaan pasar dengan teknologi asing serta pengalaman dalam rantai pasokan global.

“Industri semikonduktor India masih dalam tahap awal dan sedang memperkuat kemampuannya dengan dukungan pemerintah yang kuat,” ujar Prachir Singh, analis senior Counterpoint Research, kepada Focus.

Menurutnya, proyek tahap awal difokuskan pada Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT). Ia menambahkan, India berharap fasilitas fabrikasi semikonduktor yang sedang dibangun oleh konglomerat Tata dan perusahaan Taiwan PSMC di negara bagian Gujarat dapat membawa negara tersebut bergabung dalam rantai pasokan global, “seperti yang dilakukan negara seperti Malaysia dan Singapura."

Para pelaku industri menilai kerja sama tersebut krusial untuk memenuhi permintaan global atas teknologi tinggi seraya mempertahankan kemampuan industri lokal yang tangguh.

Ketergantungan yang kian meningkat

Bagi India, Taiwan memiliki daya tarik yang kuat. Perusahaan-perusahaan Taiwan mendominasi sebagian besar rantai nilai semikonduktor global, mulai dari fabrikasi hingga pengemasan. Perusahaan seperti TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.) telah membangun ekosistem industri yang matang selama puluhan tahun, ditopang oleh jaringan pemasok yang luas. Sebaliknya, kapasitas manufaktur India masih relatif terbatas.

“Adapun pabrik Foxconn–HCL, ini merupakan langkah lain ke arah tersebut dengan fokus pada chip driver layar, segmen yang diyakini memiliki permintaan stabil.… Hal ini juga sejalan dengan strategi ekspansi Foxconn yang lebih luas di India, yang mencakup pembangunan unit manufaktur layar di wilayah selatan,” kata Singh

Taiwan menyediakan teknologi, pengetahuan proses, dan integrasi rantai pasokan untuk membantu India menyusul ketertinggalannya.

"HCL Technologies, melalui kemitraannya dengan Foxconn, menggunakan IC [sirkuit terpadu] driver layar sebagai titik awal untuk membangun kapabilitas,” kata Singh.

Dukungan Taiwan bagi ambisi India dalam manufaktur teknologi juga tampak pada sejumlah proyek lainnya. Proyek-proyek tersebut mencakup kerja sama antara perusahaan India dan produsen kontrak asal Taiwan seperti Foxconn, Pegatron, dan Wistron, yang telah menjadi pilar dalam ekosistem manufaktur elektronik India.

Dinamika geopolitik di balik kerja sama

Ketertarikan Taiwan terhadap India juga dipengaruhi oleh perubahan geopolitik dan pertimbangan ekonomi. Seiring rantai pasokan global menyesuaikan diri dengan ketegangan yang melibatkan Tiongkok, perusahaan-perusahaan mencari basis manufaktur alternatif.

Dengan pasar domestik yang luas, berbagai insentif kebijakan, serta tenaga kerja yang terus berkembang, India menawarkan skala dan diversifikasi bagi strategi Tiongkok+1 yang diusung negara-negara Barat.

Peningkatan konsisten dalam perdagangan India–Taiwan, yang terutama didorong oleh sektor elektronik dan IC, menegaskan semakin kuatnya saling ketergantungan kedua pihak.

Hingga tahun 2025, lebih dari 300 perusahaan Taiwan beroperasi di India. Mereka telah menciptakan sekitar 200.000 lapangan kerja di negara tersebut.

Nilai perdagangan antara Taiwan dan India pada tahun 2025 menembus lebih dari US$12,5 miliar.

Tantangan yang harus diatasi

Meski demikian, ambisi India di sektor semikonduktor terus berbenturan dengan sejumlah keterbatasan struktural, seperti kekurangan infrastruktur, dangkalnya rantai pasokan, serta mahalnya biaya manufaktur chip.

Sejumlah hambatan sebelumnya, termasuk proyek semikonduktor yang sempat tertunda atau direstrukturisasi, menunjukkan betapa rumitnya proses pelaksanaannya. Fasilitas HCL–Foxconn sendiri, meskipun penting, hanyalah unit perakitan dan pengujian, bukan pabrik fabrikasi chip berskala penuh, karena India memilih membangun kapasitas secara bertahap alih-alih terburu-buru dan berisiko melakukan kesalahan.

Para pengamat memperkirakan investasi semacam ini secara bertahap akan menciptakan ekosistem yang mampu mendukung manufaktur yang lebih canggih di masa depan. Dalam konteks tersebut, proyek HCL–Foxconn menjadi titik awal kemitraan semikonduktor India–Taiwan.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link