Kapabilitas

Pesawat F-35A AS mulai ditempatkan secara permanen di Pangkalan Udara Misawa di Jepang

Transisi ke F-35 meningkatkan kemampuan tempur, memperkuat interoperabilitas dengan sekutu dan mitra, serta memperkuat daya tangkal di kawasan Indo-Pasifik, demikian pernyataan Angkatan Udara AS.

Dua pesawat F-35A Lightning II Angkatan Udara AS meluncur di landasan saat kedatangan pertama F-35 di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, pada 28 Maret. Penempatan ini memperkuat kemampuan tempur dan kesiapan operasional di garis depan Wing Tempur ke-35 di kawasan Indo-Pasifik. [Senior Airman Gavin Hameed/Angkatan Udara AS]
Dua pesawat F-35A Lightning II Angkatan Udara AS meluncur di landasan saat kedatangan pertama F-35 di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, pada 28 Maret. Penempatan ini memperkuat kemampuan tempur dan kesiapan operasional di garis depan Wing Tempur ke-35 di kawasan Indo-Pasifik. [Senior Airman Gavin Hameed/Angkatan Udara AS]

Oleh Chelsea Robin |

Angkatan Udara AS telah memulai peningkatan permanen atas kemampuan taktisnya di Jepang bagian utara seiring kedatangan pesawat F-35A Lightning II di Pangkalan Udara Misawa di Jepang, “yang menandai dimulainya transisi skuadron tersebut menuju kekuatan udara generasi kelima,” demikian pernyataan pihak Angkatan Udara pada bulan Maret.

Media Jepang, mengutip pihak otoritas pertahanan, melaporkan empat pesawat F-35A tiba di Pangkalan Udara Misawa pada 28 Maret. Ini merupakan pesawat F-35A AS pertama yang ditempatkan di pangkalan tersebut dan pesawat pertama yang dikirim untuk menggantikan pesawat F-16 yang telah lama bertugas di sana. Misawa, yang terletak di Jepang timur laut dekat ujung utara Pulau Honshu, menempatkan pesawat taktis paling canggih dari pasukan gabungan AS-Jepang di lokasi terdepan yang berdekatan dengan Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara.

"Menghadirkan F-35 di Misawa menegaskan komitmen jangka panjang kami terhadap Jepang dan kawasan ini,“ kata Kolonel Paul Davidson, komandan Wing Tempur ke-35. ”Hal ini memperkuat kemampuan kami untuk merespons dengan cepat dan beroperasi secara lancar bersama para mitra dari Jepang.”

Penempatan ini merupakan bagian dari penataan ulang pasukan AS yang lebih luas di Jepang, termasuk rencana untuk menempatkan pesawat tempur F-15EX di Okinawa dan mengganti pesawat F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut dengan F-35C di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni.

Sebuah pesawat F-35A Lightning II Angkatan Udara AS yang tergabung dalam Skuadron Tempur ke-13 melaju keluar dari hanggar saat kedatangan pertama F-35 di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, pada 28 Maret. Penempatan ini memperkuat daya tempur udara dan kesiapan pangkalan tersebut dalam mendukung misi untuk mempertahankan Jepang serta mempertahankan daya tangkal di kawasan Indo-Pasifik. [Senior Airman Patrick Boyle/Angkatan Udara AS]
Sebuah pesawat F-35A Lightning II Angkatan Udara AS yang tergabung dalam Skuadron Tempur ke-13 melaju keluar dari hanggar saat kedatangan pertama F-35 di Pangkalan Udara Misawa, Jepang, pada 28 Maret. Penempatan ini memperkuat daya tempur udara dan kesiapan pangkalan tersebut dalam mendukung misi untuk mempertahankan Jepang serta mempertahankan daya tangkal di kawasan Indo-Pasifik. [Senior Airman Patrick Boyle/Angkatan Udara AS]

Pesawat-pesawat F-35 tersebut ditugaskan ke Skuadron Tempur ke-13 di bawah Komando Wing Tempur ke-35. Fokus skuadron ini adalah oeprasi penekanan pertahanan udara musuh (SEAD), yang juga dikenal sebagai misi “Wild Weasel.”

“F-35 dirancang khusus sebagai platform ‘weasel’,” kata Letnan Kolonel John Widmer, komandan Skuadron Tempur ke-13. “Jika platform lama menjalankan misi Wild Weasel dengan sensor atau senjata yang dipasang secara terpisah, F-35 dirancang dari awal sebagai platform sensor yang dilengkapi dengan kemampuan integrasi sensor dan koordinasi taktis yang kami bawa ke medan pertempuran.”

F-35A adalah pesawat tempur generasi kelima paling modern milik Angkatan Udara AS. Pesawat ini memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat konvensional, “kesadaran situasional yang belum pernah ada sebelumnya, teknologi siluman, dan integrasi sensor,” menurut lembar fakta Angkatan Udara.

Paket sensor mutakhirnya “dirancang untuk mengumpulkan, menggabungkan, dan mendistribusikan lebih banyak informasi daripada pesawat tempur mana pun dalam sejarah.” Sistem terintegrasinya meningkatkan kinerja pilot dan “memberikan kesadaran situasional yang tak tertandingi, identifikasi target yang akurat, serta serangan presisi dalam segala kondisi cuaca.”

“F-35 sangat unggul dalam beroperasi dan bertahan di lingkungan yang penuh ancaman,” kata Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan.

Transisi armada

Pentagon mengumumkan pada Juli 2024 bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkan kehadirannya di Misawa dari 36 pesawat F-16 menjadi 48 pesawat F-35A. Rencana modernisasi tersebut, yang dikoordinasikan secara erat antara militer AS dan pemerintah Jepang, mencerminkan investasi kemampuan senilai lebih dari “$10 miliar untuk meningkatkan aliansi AS-Jepang, memperkuat pencegahan regional, serta memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik,” kata Pentagon pada saat itu.

“Sejauh transisi dari F-16 ke F-35, kemampuan siluman jelas merupakan salah satu hal yang paling penting,” kata Widmer.

“Paket sensor yang kami hadirkan dalam pertempuran ini memungkinkan kami mendeteksi ancaman dan mengelola seluruh spektrum kemampuan yang dikerahkan musuh kepada kami saat ini. ... Di situlah saya ingin berada jika harus pergi berperang.”

Pesawat F-35A yang akan tiba di Misawa akan menggantikan pesawat F-16 yang selama ini dioperasikan oleh Wing Tempur ke-35. Salah satu dari dua skuadron F-16 di pangkalan tersebut telah berangkat pada September lalu, sedangkan skuadron lainnya dijadwalkan akan berangkat setelahnya, demikian dilaporkan Nippon.com pada bulan Maret.

Namun demikian, sumber lain melaporkan pesawat F-16 dari Skadron Tempur ke-13 terbang ke Pangkalan Udara Osan di Korea Selatan pada Juni lalu, untuk menggantikan pesawat yang lebih tua.

Selain pesawat F-35 yang dikirim pada 28 Maret untuk digunakan Angkatan Udara AS, Korps Marinir AS mengoperasikan dua skuadron F-35 permanen di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni di Jepang.

Iwakuni adalah pangkalan militer bersama Jepang-AS yang terletak di Prefektur Yamaguchi, sekitar 840 km sebelah selatan Tokyo. Angkatan Udara Bela Diri Jepang mengoperasikan pesawat F-35A dan F-35B.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link