Oleh Wu Qiaoxi |
Jepang mengambil peran tempur yang lebih luas dalam Latihan Balikatan 2026, bergabung dengan pasukan AS, Filipina, dan Kanada dalam latihan penangkisan pendaratan musuh dengan amunisi aktif di wilayah Filipina sebagai peserta yang terintegrasi penuh dalam operasi pertahanan lintas domain yang berlapis.
Lebih dari 800 tentara dari keempat negara tersebut menggelar latihan tembak amunisi aktif di bukit pasir Laoag pada 4 Mei sebagai bagian dari latihan tahunan tersebut. Lokasi latihan ini berjarak sekitar 80 kilometer dari Selat Luzon, koridor maritim penting antara Laut Tiongkok Selatan dan Pasifik Barat.
Amerika Serikat mengerahkan kontingen terbesar, didukung oleh pasukan Filipina, Jepang, dan Kanada. Di antaranya termasuk prajurit lintas udara Jepang dari Brigade Pengerahan Cepat Amfibi Sasebo, yang menandai pergeseran signifikan dari peran sebelumnya sebagai pengamat, dengan ikut menembakkan mortir dan mengoperasikan drone bersama unit sekutu.
Pertahanan berlapis
Latihan tersebut berlangsung dalam tingkatan yang terkoordinasi.
![Seorang tentara Jepang memeriksa sistem rudal permukaan-ke-kapal Type 88 milik Jepang selama latihan serangan maritim Balikatan di Paoay, Ilocos Norte, Filipina, 6 Mei. [Jam Sta Rosa/AFP]](/gc9/images/2026/05/06/55970-afp__20260506__a9xl6f4__v1__highres__philippinesusjapandefence-370_237.webp)
Pesawat A-29 Super Tucano dan helikopter T-129 ATAK milik Angkatan Udara Filipina, didukung oleh Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Amerika Serikat, menyerang simulasi kendaraan amfibi musuh di lepas pantai. Sebuah kapal patroli bersenjata Angkatan Laut Filipina menembakkan simulasi rudal antikapal seiring berjalannya skenario.
Saat kapal pendarat mendekati pantai, jet tempur F-16 Fighting Falcon, helikopter serbu AH-64 Apache, dan kendaraan udara nirawak (UAV) milik AS meningkatkan intensitas serangan. Menurut militer AS, infanteri dari keempat negara tersebut berhasil mempertahankan garis pertahanan terakhir.
Desain latihan itu lebih mengutamakan sinkronisasi daripada unsur pertunjukan. "Alasan kami melakukan pelatihan ini adalah karena tingkat kesulitannya. Ini membutuhkan banyak kerja keras, koordinasi, dan sinkronisasi," ujar Mayjen James Bartholomees, komandan Divisi Infanteri ke-25 sekaligus pemimpin komponen darat Balikatan, seusai latihan.
“Fokusnya bukan pada apa yang Anda lihat, melainkan pada sinkronisasi yang diperlukan untuk melaksanakannya, yang sangat penting sekaligus sangat berbahaya,” tambahnya.
Sistem nirawak menjadi inti latihan tersebut
Sistem nirawak diintegrasikan langsung ke dalam rantai serangan, bukan sekadar menjadi pendukung semata, dengan drone udara dan permukaan beroperasi di lepas pantai sepanjang latihan.
“Pelatihan yang kami lakukan dalam Latihan Balikatan menjadi semakin kompleks di semua domain: udara, laut, dan darat,” kata Bartholomees.
Upaya modernisasi tidak hanya mencakup platform udara, tetapi juga kemampuan otonom maritim, ujarnya. Menurut laporan Nikkei Asia, semua negara peserta sedang berupaya memperluas portofolio sistem nirawak mereka.
Mayjen Filipina Aristotle Gonzales, Panglima Komando Luzon Utara, menekankan sifat defensif dari latihan tersebut. “Kami mensimulasikan skenario yang menguji kemampuan kami untuk merespons kekuatan apa pun yang mendekat dari laut,” kata Gonzales kepada Stars and Stripes, seraya menambahkan pelatihan ini “tidak ditujukan kepada negara tertentu.”
Pergeseran peran Jepang
Partisipasi Jepang menjadi hasil nyata yang paling terlihat dari Perjanjian Akses Timbal Balik Filipina-Jepang, yang mulai berlaku September lalu dan secara resmi membuka jalan bagi Pasukan Bela Diri Darat Jepang untuk bertransformasi dari peran pengamatan menuju integrasi tempur yang lebih menyeluruh.
Sekitar 1.400 personel Jepang berpartisipasi dalam Balikatan 2026, termasuk dari Komando Operasi Gabungan dan Komando Pertahanan Siber, lapor Nikkei Asia.
Kolonel Sho Tomino, Komandan Resimen Pendaratan Cepat Amfibi ke-2 Jepang, menyatakan latihan ini memberikan hasil yang tidak mungkin didapatkan di dalam negeri. “Ada beberapa jenis latihan yang tidak bisa kami lakukan sepenuhnya di Jepang. Hal ini memberikan hasil signifikan terhadap kemahiran tempur kami,” ujarnya kepada Nikkei Asia.
![Sebuah rudal permukaan-ke-kapal Type 88 Jepang diluncurkan dalam Latihan Balikatan di Filipina, 6 Mei. [AFP]](/gc9/images/2026/05/06/55969-1-370_237.webp)