Kapabilitas

Penjaga Pantai AS ikut patroli Filipina di Beting Scarborough untuk pertama kali

Tiongkok menanggapi latih tubi itu dengan patrolinya sendiri, sementara Manila dan Washington menegaskan kembali aliansi mereka di KTT pertahanan di Singapura.

Perahu pencegat dari USCGC Midgett beroperasi bersama fregat AL Filipina BRP Antonio Luna saat patroli maritim gabungan di dekat Beting Scarborough pada 28 Mei. [Penjaga Pantai AS]
Perahu pencegat dari USCGC Midgett beroperasi bersama fregat AL Filipina BRP Antonio Luna saat patroli maritim gabungan di dekat Beting Scarborough pada 28 Mei. [Penjaga Pantai AS]

Oleh Liz Lagniton |

Kapal cutter Penjaga Pantai AS bergabung dengan kapal angkatan laut dan penjaga pantai Filipina dalam patroli di dekat Beting Scarborough, menunjukkan meningkatnya kerja sama maritim antara Washington dan Manila di salah satu simpul rawan paling sengit di Laut Tiongkok Selatan.

Latihan lima hari 26-30 Mei itu menandai pertama kalinya kapal Penjaga Pantai AS ikut serta dalam kegiatan kerja sama maritim dengan pasukan Filipina di dekat beting tersebut. Pejabat Filipina menyampaikan kekhawatiran adanya struktur baru Tiongkok di dekat beting. Beijing masih menjadi "ancaman serius" meskipun ketegangan AS-Tiongkok baru-baru ini mereda, kata mereka.

Latih tubi itu melibatkan kapal cutter Penjaga Pantai AS (USCGC) Midgett, fregat angkatan laut Filipina BRP Antonio Luna, dan kapal penjaga pantai Filipina BRP Melchora Aquino. Pasukan Filipina mengerahkan pesawat tempur FA-50, helikopter, dan pesawat pengintai, menurut Angkatan Bersenjata Filipina.

Bala tentara tersebut melakukan operasi pencegatan dan menaiki kapal yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan keawasan ranah maritim, kata pejabat Filipina dan AS.

Personel AL Filipina meninggalkan perahu pencegat Penjaga Pantai AS setelah berlatih bersama awak USCGC Midgett saat patroli maritim gabungan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina pada 28 Mei. [Penjaga Pantai AS]
Personel AL Filipina meninggalkan perahu pencegat Penjaga Pantai AS setelah berlatih bersama awak USCGC Midgett saat patroli maritim gabungan di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina pada 28 Mei. [Penjaga Pantai AS]
Helikopter AL Filipina mendekati dek penerbangan USCGC Midgett saat latihan pengisian ulang vertikal yang dilakukan sebagai bagian dari Kegiatan Kerja Sama Maritim AS-Filipina di dekat Beting Scarborough pada akhir Mei. [Angkatan Bersenjata Filipina]
Helikopter AL Filipina mendekati dek penerbangan USCGC Midgett saat latihan pengisian ulang vertikal yang dilakukan sebagai bagian dari Kegiatan Kerja Sama Maritim AS-Filipina di dekat Beting Scarborough pada akhir Mei. [Angkatan Bersenjata Filipina]
Menteri Perang AS Pete Hegseth (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura pada 30 Mei. Kedua pejabat menegaskan kembali aliansi AS-Filipina dalam pertemuan tersebut. [Departemen Pertahanan Nasional Filipina]
Menteri Perang AS Pete Hegseth (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. di sela-sela Dialog Shangri-La di Singapura pada 30 Mei. Kedua pejabat menegaskan kembali aliansi AS-Filipina dalam pertemuan tersebut. [Departemen Pertahanan Nasional Filipina]

"Kekuatan kemitraan kami dibangun di laut. Latihan ini memberi kesempatan yang sangat berharga untuk mengasah kemampuan penegakan hukum maritim kami dan beragih praktik terbaik dengan sekutu," kata Kolonel Brian Whisler dari Penjaga Pantai AS, komandan USCGC Midgett.

Pengerahan tersebut menandai upaya yang lebih luas oleh Filipina dan sekutunya untuk melawan kegiatan maritim Beijing yang semakin agresif, kata Ray Powell, pendiri dan direktur prakarsa transparansi maritim SeaLight, kepada ABS-CBN.

Patroli itu dilakukan di dekat Beting Scarborough, atol strategis sekitar 120 mil laut di barat Luzon yang direbut Tiongkok pada tahun 2012. Sejak itu, hampir selalu ada penjaga pantai, milisi maritim, dan kapal AL Tiongkok di sekitar area tersebut, yang berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.

Data pelacakan maritim yang diterbitkan SeaLight Foundation menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut beroperasi sekitar 35 hingga 40 mil laut dari beting.

"Keterlibatan langsung USCG [Penjaga Pantai AS] dalam tanggapan Filipina terhadap agresi maritim Tiongkok di Laut Filipina Barat merupakan langkah maju yang signifikan bagi aliansi," kata SeaLight dalam pernyataan di X.

Kegiatan tersebut merupakan operasi kerja sama maritim keenam antara pasukan Filipina dan AS tahun ini dan yang pertama yang melibatkan Penjaga Pantai AS, menurut 7th Fleet AS. Kegiatan ini berlangsung di tengah rangkaian konfrontasi antara Manila dan Beijing di Laut Tiongkok Selatan.

Tanggapan Tiongkok

Tidak lama setelah latihan itu berakhir, militer dan penjaga pantai Tiongkok menanggapi. Mereka mengumumkan patroli terpisah di dekat Beting Scarborough yang oleh Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) disebut sebagai tindakan balasan terhadap "pelanggaran hak dan tindakan provokatif."

Komando Palagan Selatan TPR mengatakan bahwa mereka melakukan patroli kesiapan tempur laut dan udara di sekitar beting. Penjaga pantai Tiongkok secara terpisah mengatakan bahwa mereka melakukan operasi penegakan hukum terhadap kapal yang terlibat dalam "kegiatan ... ilegal".

Kedua pernyataan itu tidak menyebut negara tertentu.

Perkembangan terbaru ini bersamaan dengan KTT pertahanan Dialog Shangri-La di Singapura, tempat Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. mengatakan Manila masih berada di bawah tekanan Beijing meskipun hubungan antara Washington dan Beijing membaik setelah pertemuan presiden AS-Tiongkok baru-baru ini di Beijing.

"Kami tidak punya pilihan selain melawan agresi Tiongkok dengan gigih," kata Teodoro kepada Reuters di sela-sela KTT.

Sang Menhan mengonfirmasi bahwa Filipina sedang menyelidiki laporan kemungkinan adanya infrastruktur Tiongkok di dekat Beting Scarborough, meskipun dia menyebut informasi intelijen tersebut masih “mentah”.

Militer Filipina secara aktif memantau perkembangan di daerah itu, kata Teodoro.

Laporan tersebut kembali memicu kekhawatiran Manila tentang kemungkinan terulangnya tindakan Tiongkok sebelumnya di Laut Tiongkok Selatan, tempat kegiatan sipil atau administratif sementara berubah menjadi pos militer permanen.

Pada tahun 2025, Beijing mendeklarasikan Beting Scarborough sebagai "cagar alam nasional", memicu kekhawatiran Manila bahwa Tiongkok akan memperketat kendali administratif atas daerah sengketa itu.

Hubungan pertahanan

Di sela-sela Dialog Shangri-La pada 30 Mei, Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Teodoro menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Traktat Pertahanan Bersama AS-Filipina.

Kedua pemerintah menandatangani perjanjian interoperabilitas komunikasi dan keamanan berdurasi 15 tahun yang bertujuan meningkatkan pertukaran informasi yang aman antara militer kedua negara.

Pertemuan itu dilakukan setelah berakhirnya latihan Balikatan tahun ini, yang melibatkan pelatihan pertahanan pantai, tembakan gabungan, dan operasi keamanan maritim.

Hegseth berjanji akan mengirim USCGC yang telah dinonaktifkan kepada penjaga pantai Filipina untuk memperkuat kemampuan maritim Manila.

“Jika kita amati kawasan itu saat ini, ada kekhawatiran yang wajar soal riwayat pembangunan militer Tiongkok dan perluasan kegiatan militernya di kawasan itu dan sekitarnya,” kata Hegseth.

Teodoro menekankan dukungan Manila untuk pengukuhan kemitraan keamanan AS di Indo-Pasifik, dan mengatakan bahwa kerja sama itu memperkuat "ketahanan dan daya tangkal" regional.

Sementara itu, dalam pernyataan 3 Juni, Gugus Tugas Nasional Manila untuk Laut Filipina Barat mengatakan bahwa mereka sedang memverifikasi laporan tentang kemungkinan adanya struktur buatan Tiongkok di beting dan menekankan bahwa pemerintah "menanggapi serius setiap perkembangan" yang memengaruhi kedaulatan dan hak Filipina di Laut Filipina Barat.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link