Diplomasi

Dua panda Jepang "pamit" pulang ke Tiongkok

Hewan populer yang selama ini menjadi simbol niat baik tersebut dijadwalkan kembali ke Tiongkok pada bulan Januari, dua bulan setelah memburuknya hubungan Tiongkok–Jepang secara tiba-tiba.

Panda raksasa Lei Lei terlihat di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, pada 16 Desember. Para pejabat mengumumkan Lei Lei akan dipulangkan ke Tiongkok pada bulan Januari, sebuah langkah yang berpotensi membuat Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir setengah abad tanpa kehadiran satu pun panda raksasa. [Str/Jiji Press/AFP]
Panda raksasa Lei Lei terlihat di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, pada 16 Desember. Para pejabat mengumumkan Lei Lei akan dipulangkan ke Tiongkok pada bulan Januari, sebuah langkah yang berpotensi membuat Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir setengah abad tanpa kehadiran satu pun panda raksasa. [Str/Jiji Press/AFP]

Oleh AFP dan Focus |

TOKYO — Dua panda raksasa terakhir yang tersisa di Jepang, yaitu anak panda kembar Lei Lei dan Xiao Xiao, akan dikembalikan ke Tiongkok pada bulan Januari, demikian diumumkan para pejabat. Kepulangan ini akan membuat Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir 50 tahun tanpa kehadiran panda.

Kedua panda kembar tersebut dijadwalkan dipulangkan sekitar sebulan sebelum masa pinjaman mereka berakhir pada bulan Februari, meskipun pejabat di Tokyo telah meminta perpanjangan. Menurut pemerintah kota Tokyo, hari terakhir kunjungan publik untuk panda kembar berusia empat tahun itu adalah tanggal 25 Januari.

Lahir dan dibesarkan di Kebun Binatang Ueno di ibu kota Jepang, panda hitam-putih ini telah menarik banyak pengunjung sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, mencerminkan daya tarik panda yang tak pernah pudar di Jepang. Kehadiran mereka juga melanjutkan tradisi panjang panda sebagai simbol niat baik dalam hubungan antara Tiongkok dan Jepang.

"Diplomasi panda"

Beijing telah meminjamkan panda raksasa kepada Jepang melalui apa yang dikenal sebagai “diplomasi panda” sejak awal 1970-an, setelah kedua negara menjalin hubungan diplomatik penuh pada tahun 1972. Kedatangan panda tak lama setelah pemulihan hubungan tersebut secara luas dipandang sebagai simbol rekonsiliasi setelah puluhan tahun permusuhan akibat perang.

Pengunjung memotret panda raksasa Lei Lei di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, pada 16 Desember. [Str/Jiji Press/AFP]
Pengunjung memotret panda raksasa Lei Lei di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, pada 16 Desember. [Str/Jiji Press/AFP]

Pemerintah Metropolitan Tokyo menyatakan telah meminta otoritas Tiongkok agar panda kembar tersebut diizinkan tinggal lebih lama, sekaligus mengajukan permohonan pasangan panda baru untuk Kebun Binatang Ueno. Namun, hingga kini belum ada tanggapan resmi. Media Jepang, termasuk Nikkei Asia, melaporkan bahwa kemungkinan kedatangan panda baru sebelum kepulangan Lei Lei dan Xiao Xiao sangat kecil.

Saat ini Jepang tidak memiliki panda di luar Tokyo. Induk panda kembar tersebut telah dipulangkan ke Tiongkok pada September 2024, memicu kerumunan besar di Kebun Binatang Ueno ketika ribuan penggemar datang untuk menyaksikan mereka untuk terakhir kalinya dan mengabadikan momen tersebut.

Panda sejak lama terkait erat dengan dinamika hubungan Tiongkok–Jepang secara lebih luas. Periode hubungan diplomatik yang lebih lancar kerap bertepatan dengan peminjaman panda atau keberhasilan pembiakan, sementara penundaan, pemulangan, atau ketidakpastian seputar panda sering mencerminkan ketegangan politik.

Hubungan yang mendingin

Hubungan antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut telah mendingin dalam beberapa bulan terakhir di tengah sengketa terkait keamanan regional dan isu-isu sejarah. Media Jepang melaporkan pernyataan sejumlah politisi senior Jepang mengenai Taiwan telah memicu kemarahan Beijing, yang menganggap pulau otonom itu sebagai bagian dari wilayahnya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada awal November mengatakan di parlemen bahwa aksi militer Tiongkok di sekitar Taiwan berpotensi menimbulkan “ancaman eksistensial."

Jubir utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengatakan keberadaan panda telah berperan positif dalam hubungan dengan Tiongkok. “Interaksi melalui panda telah membantu memperbaiki perasaan antara masyarakat Jepang dan Tiongkok. Kami berharap bentuk interaksi seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya dalam konferensi pers.

Ia menambahkan “beberapa pemerintah daerah dan kebun binatang telah menyatakan minat untuk menerima panda pinjaman”, tetapi tidak menyebutkan apakah pemerintah pusat secara resmi meminta panda baru kepada Tiongkok.

Kebun Binatang Ueno sejak lama menjadi salah satu penerima manfaat utama diplomasi panda, melalui kerja sama dengan fasilitas di Tiongkok dan Amerika Serikat yang memungkinkan keberhasilan program pembiakan panda raksasa.

Tiongkok telah memanfaatkan peminjaman panda sebagai bentuk kekuatan lunak. Para analis menilai hewan tersebut dapat membantu memperbaiki citra Beijing di luar negeri, meskipun pengaruhnya terhadap dinamika politik dinilai terbatas.

Ketegangan hubungan semakin meluas ke ranah sipil dan keamanan. Tiongkok telah membatasi pariwisata ke Jepang, dan sejumlah pertukaran budaya pemerintah daerah ditangguhkan. Ketegangan meningkat lebih jauh bulan ini ketika latihan militer Tiongkok yang melibatkan kapal induk di dekat Jepang selatan mendorong Tokyo mengerahkan jet tempur. Jepang juga memprotes bahwa pesawat tempur Tiongkok mengunci radar ke arah pesawat Jepang, sebuah langkah yang dipandang sebagai kemungkinan pendahuluan peluncuran rudal.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link