Diplomasi

Honduras pertimbangkan pulihkan hubungan dengan Taiwan, sulut rivalitas diplomatik lintas selat

Pada 2023, Taiwan menuduh presiden Honduras saat itu mengakui Tiongkok karena iming-iming manfaat ekonomi. Presiden terpilih Honduras Nasry Asfura berjanji mengubah hal itu.

Presiden terpilih Honduras, Nasry Asfura dari Partai Nasional, mengacungkan tangan saat konferensi pers di Tegucigalpa pada 1 Desember, sebelum kemenangannya dalam pemilihan presiden dikonfirmasi pada bulan itu. [Marvin Recinos/AFP]
Presiden terpilih Honduras, Nasry Asfura dari Partai Nasional, mengacungkan tangan saat konferensi pers di Tegucigalpa pada 1 Desember, sebelum kemenangannya dalam pemilihan presiden dikonfirmasi pada bulan itu. [Marvin Recinos/AFP]

Oleh Jia Feimao |

Presiden Honduras yang baru terpilih ini menyatakan dukungan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Taiwan, sementara Taipei memberi sinyal siap membangun kembali hubungan itu. Jika terwujud, langkah ini berpotensi menghidupkan kembali rivalitas diplomatik antara Taiwan dan Tiongkok.

Penghitungan suara pilpres Honduras rampung pada akhir Desember, dengan kemenangan kandidat Partai Nasional yang pro-Taiwan, Nasry Asfura. Sebelum pilpres, ia menyatakan bahwa jika terpilih akan memulihkan hubungan diplomatik dengan Taiwan sekalipun ditentang Tiongkok.

Dalam wawancara Bloomberg News Juli lalu, politikus veteran 67 tahun itu mengatakan kondisi Honduras “100 kali lebih baik” saat menjalin hubungan penuh dengan Taiwan. Seperti kampanyenya, dia berjanji memulihkan hubungan diplomatik dengan Taipei dan mempererat hubungan dengan AS.

Honduras mengakui Tiongkok dan memutuskan hubungan dengan Taiwan pada 2023.

Marinir Taiwan menurunkan bendera Taiwan dari atap kedutaan di Tegucigalpa pada 26 Maret 2023, setelah Honduras memutus hubungan diplomatik dengan Taipei dan menjalin hubungan dengan Beijing. [Orlando Sierra/AFP]
Marinir Taiwan menurunkan bendera Taiwan dari atap kedutaan di Tegucigalpa pada 26 Maret 2023, setelah Honduras memutus hubungan diplomatik dengan Taipei dan menjalin hubungan dengan Beijing. [Orlando Sierra/AFP]

Pergeseran poros diplomatik

Jika Asfura menepati janji kampanyenya, “Tiongkok akan menghadapi kemunduran diplomatik yang jarang terjadi, dengan dampak yang jauh melampaui Honduras,” tulis Alonso Illueca, peneliti non-residen di lembaga independen China Global South Project, pada bulan Desember.

Pergeseran sikap Honduras, katanya, dapat mendorong negara Amerika Tengah lainnya meninjau ulang hubungan mereka dengan Taiwan dan Tiongkok. Ia mencontohkan Panama dan Kosta Rika, seraya menyebut polemik sudah muncul dan dapat mengubah tren diplomatik di kawasan itu.

Pada 2023, Presiden Honduras Xiomara Castro memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan. Joseph Wu, menlu Taiwan saat itu, menuduh pemerintahan Castro meminta bantuan hingga US$2,45 miliar dari Taiwan sambil “membandingkan harga” dengan bantuan yang ditawarkan Tiongkok.

Tekanan Beijing

Sejak Partai Progresif Demokratik (DPP) Taiwan—yang dikenal bersikap tegas terhadap Beijing—kembali memenangkan kursi presiden pada 2016, Tiongkok berupaya memereteli sekutu Taiwan dengan iming-iming berbagai manfaat ekonomi.

“Beberapa negara, karena tidak menerima bantuan keuangan yang dijanjikan Beijing, kembali mendekati kami untuk menjajaki pemulihan hubungan diplomatik. Namun, kami tidak dapat menerima hal itu,” ujar narasumber urusan luar negeri di Taipei kepada Focus.

Sepanjang riwayat rivalitas diplomatik antara Taipei dan Beijing, kedua belah pihak tidak menerima pengakuan ganda negara asing. Sejumlah negara bahkan berulang kali mengubah hubungan. Nauru dua kali menjalin dan memutuskan hubungan dengan Taiwan, dan pada 2024 kembali mengakui Tiongkok untuk kedua kalinya.

Negara terakhir yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan adalah negara Karibia Saint Lucia pada 2007.

Pendekatan Taipei dari masa ke masa

Sudah puluhan tahun Taiwan berupaya mempertahankan sekutu diplomatiknya yang kian berkurang.

Ma Ying-jeou, anggota Partai Kuomintang, menerapkan gencatan diplomatik dengan Beijing saat masa kepresidenannya pada 2008–2016. Sementara Tsai Ing-wen—anggota DPP yang menjabat presiden 2016–2024—mengambil pendekatan yang hati-hati dan “tidak provokatif”.

Tsai memilih tidak berebut sekutu diplomatik dengan Beijing, dia menghindari provokasi yang tidak perlu dan memusatkan perhatian pada penguatan hubungan dengan mitra yang sehaluan, kata narasumber urusan luar negeri di Taipei tersebut.

Namun, Presiden Lai Ching-te tampaknya memiliki ambisi yang lebih luas.

Upaya Lai memulihkan hubungan diplomatik dengan Honduras akan memicu pembalasan dari Tiongkok, ujar Huang Kwei-Bo, profesor diplomasi di NCCU di Taipei, kepada Focus.

Tiongkok, katanya, akan berupaya mengimbangi kemunduran itu dengan mengincar 12 sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa. Di kawasan Karibia, Saint Vincent dan Grenadines tampaknya menjadi target yang paling mungkin, tambahnya.

Dalam wawancara dengan media Taiwan Oktober lalu, Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Beberapa negara sungguh-sungguh ingin menjalin hubungan diplomatik yang substantif dengan Taiwan. Jika kedua belah pihak sepakat, bisa berlanjut ke hubungan diplomatik.”

Dalam komentarnya di Liberty Times Desember lalu, Lin menyampaikan harapannya agar para pendukung, seperti AS, dapat membantu memulihkan hubungan diplomatik Taiwan dan Honduras.

Biaya ekonomi

Asfura akan segera dihadapkan pada pilihan strategis antara mengakui Beijing atau Taipei, yang akan menentukan arah hubungan Honduras dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, lapor media Honduras Centroamérica360.

Mantan menteri pertanian Germán Pérez mengatakan kepada La Prensa de Honduras pada bulan Januari bahwa Honduras kehilangan manfaat nyata setelah memutuskan hubungan dengan Taiwan, termasuk bantuan teknis, program pelatihan, dan akses pasar preferensial, khususnya di bidang pertanian dan perikanan.

Tiongkok tidak memberikan kompensasi yang setara, tambahnya. Pérez mengutip data bank sentral yang menunjukkan bahwa setelah peralihan diplomatik itu, impor dari Tiongkok meningkat, sementara ekspor tetap terbatas.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link