Keamanan

India bangun terowongan strategis dekat perbatasan Tiongkok

Setelah rampung, terowongan strategis di Himalaya ini akan memastikan akses militer India ke Ladakh sepanjang tahun dan mengurangi kesenjangan logistik yang telah berlangsung lama dengan Tiongkok di sepanjang perbatasan Sino-India yang disengketakan.

Foto bulan September menunjukkan truk-truk militer India melintas melalui Kargil di Ladakh, dekat perbatasan dengan Tiongkok. [Kementerian Pertahanan India]
Foto bulan September menunjukkan truk-truk militer India melintas melalui Kargil di Ladakh, dekat perbatasan dengan Tiongkok. [Kementerian Pertahanan India]

Oleh Zarak Khan |

India mempercepat pembangunan Terowongan Zojila di Himalaya bagian barat, sebuah proyek kunci dalam upaya New Delhi memperkuat infrastruktur perbatasan di wilayah Ladakh serta memperkecil kesenjangan logistik dengan Tiongkok di sepanjang perbatasan yang disengketakan.

Terowongan sepanjang 13,25 kilometer ini akan menjadi jalur jalan raya pertama yang dapat digunakan sepanjang tahun antara Lembah Kashmir dan wilayah Ladakh yang berada di dataran tinggi. Proyek tersebut diperkirakan rampung dalam waktu sekitar dua tahun, lapor Wall Street Journal pada bulan Desember.

Setelah selesai, terowongan ini akan digunakan militer India untuk mengerahkan pasukan, tank, dan persenjataan berat sepanjang tahun ke sejumlah pos terdepan dekat Line of Actual Control (LAC), perbatasan de facto yang dijaga ketat dan memisahkan dua negara bertetangga bersenjata nuklir tersebut.

Setiap musim dingin, salju tebal membuat Celah Zojila—yang berada di ketinggian 3.505 meter—tidak dapat dilalui selama hampir lima bulan.

Pada bulan Oktober, seorang pejabat pemerintah India meninjau kemajuan proyek Terowongan Zojila, yang dirancang untuk memastikan konektivitas Ladakh sepanjang tahun. [Dewan Pembangunan Otonom Perbukitan Ladakh, Kargil/X]
Pada bulan Oktober, seorang pejabat pemerintah India meninjau kemajuan proyek Terowongan Zojila, yang dirancang untuk memastikan konektivitas Ladakh sepanjang tahun. [Dewan Pembangunan Otonom Perbukitan Ladakh, Kargil/X]

New Delhi mempercepat proyek ini—yang diresmikan pada tahun 2018—untuk menandingi jaringan jalan dan rel Tiongkok yang luas di Dataran Tinggi Tibet.

India dan Tiongkok berbagi perbatasan sepanjang 3.380 kilometer yang hingga kini masih belum ditetapkan di banyak bagian dan terus menjadi sumber ketegangan militer serta diplomatik.

Pengerahan cepat pasukan

Celah Zojila telah beralih dari hambatan musiman menjadi pilar utama keamanan nasional India.

Selama musim dingin, Ladakh pada dasarnya berubah menjadi “pulau strategis”, yang bergantung pada angkutan udara berbiaya tinggi untuk menopang penduduk sipil serta puluhan ribu pasukan yang ditempatkan di sepanjang garis depan yang berhadapan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok.

Sebaliknya, Tiongkok memanfaatkan jaringan jalan, rel, dan logistiknya yang luas di Dataran Tinggi Tibet untuk mempertahankan mobilitas sepanjang tahun.

Kesenjangan ini memungkinkan pasukan Tiongkok mengirim bala bantuan ke wilayah sengketa hanya dalam hitungan jam, sementara pasukan India secara historis membutuhkan beberapa hari untuk mengirimkan sumber daya yang sebanding.

Menurut analis keamanan India, Terowongan Zojila merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menutup celah-celah krusial yang terungkap setelah bentrokan mematikan dengan pasukan Tiongkok di Lembah Galwan, Ladakh, pada 2020.

Bentrokan tersebut menewaskan 20 tentara India dan empat tentara Tiongkok, menandai kekerasan terburuk di sepanjang LAC dalam beberapa dekade serta korban tempur pertama sejak 1975.

Pertempuran jarak dekat di ketinggian sekitar 4.270 meter itu memaksa terjadinya “perubahan pola pikir yang dramatis” di dalam pemerintahan India, menurut Mayor Jenderal (purn.) Amrit Pal Singh, mantan kepala logistik operasional di Ladakh.

“Kami menyadari bahwa kami perlu mengubah pendekatan secara menyeluruh,” kata Mayor Jenderal Singh kepada Wall Street Journal pada 24 Desember.

Akses sepanjang tahun

Pejabat India mengatakan Terowongan Zojila dirancang untuk menghilangkan ketimpangan tersebut dengan menyediakan akses jalan ke Ladakh sepanjang tahun.

Melintasi Celah Zojila dapat memakan waktu hingga tiga jam dalam kondisi baik. Terowongan ini akan memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 20 menit, kata Kementerian Transportasi Jalan dan Jalan Raya India pada 2023.

“Dari total panjang terowongan 13,25 kilometer, penggalian telah diselesaikan sepanjang 12 kilometer, dengan sekitar satu kilometer tersisa,” ujar Harpal Singh, wakil direktur operasional Megha Engineering and Infrastructures Ltd. yang berbasis di Hyderabad, kepada New Indian Express pada bulan Desember.

Perusahaan tersebut yakin terowongan akan sepenuhnya tersambung dari kedua ujungnya pada bulan Mei, kata Harpal Singh. Setelah tersambung, pembangunan akan dipercepat pada tahap “penyelesaian akhir, pelapisan, dan pemasangan sistem keselamatan.”

“Jika tidak ada masalah besar yang tak terduga, terowongan ini diperkirakan selesai antara Mei hingga September 2028,” tambahnya.

Setelah rampung, terowongan ini diperkirakan akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Angkatan Darat India untuk pengerahan cepat di sepanjang perbatasan barat dengan Pakistan serta Ladakh timur yang berbatasan dengan Tiongkok, lapor The Tribune (India) pada 28 Desember.

Saat ini, salju kerap memblokir dua akses darat menuju Ladakh—melalui Kashmir dan Himachal Pradesh—selama musim dingin.

Menandingi Tiongkok

Perluasan jaringan infrastruktur Tiongkok di sepanjang LAC, serta di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, telah “memunculkan ancaman nyata perang dua front dan meningkatkan kekhawatiran India akan terjadinya pengepungan,” menurut analisis tahun 2024 dari Observer Research Foundation, lembaga pemikir berbasis di New Delhi.

“Dalam membangun infrastruktur ini, Tiongkok mengadopsi pendekatan kolaboratif dan juga memberikan bantuan militer kepada Pakistan,” demikian bunyi laporan tersebut.

“Untuk menandingi meningkatnya pengepungan wilayah utaranya oleh Tiongkok, India telah memulai proyek-proyek konektivitas multimoda berskala besar di Lembah Kashmir dan Ladakh,” tambah laporan itu.

Upaya pembangunan infrastruktur ini akan melampaui Terowongan Zojila.

India secara bertahap memperluas jaringan terowongan, jembatan, jalan, dan lapangan udara di seluruh Ladakh untuk mendukung mobilisasi pasukan secara cepat di salah satu lingkungan dataran tinggi paling sulit di dunia.

Pada bulan November, India meresmikan Pangkalan Udara Mudh-Nyoma di Ladakh timur, sebuah lapangan udara pegunungan hanya 35 kilometer dari perbatasan Tiongkok.

New Delhi juga mempercepat modernisasi jalan Darbuk–Shyok–Daulat Beg Oldie, jalur logistik penting yang mendukung operasi militer di dataran tinggi dan memperkuat kehadiran garis depan India di sepanjang LAC.

Apakah Anda menyukai artikel ini?

Policy Link