Oleh AFP dan Focus |
MANILA -- Menurut sejumlah pejabat, pasukan Filipina, AS, dan Jepang belakangan ini melaksanakan latihan udara dan laut gabungan di utara Luzon, mencakup perairan menuju Selat Bashi yang memisahkan Filipina dari Taiwan.
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Bersenjata Filipina menyebut bahwa Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral (MMCA) ke-15, yang digelar 20–26 Februari di Laut Filipina Barat, melanjutkan latihan serupa sebelumnya tahun ini dan mencerminkan kerja sama maritim "yang semakin erat" antara ketiga negara.
Pesawat dari ketiga negara melakukan patroli di atas kepulauan Batanes yang berada di wilayah paling utara Filipina dalam latihan yang bertujuan menunjukkan “kemampuan mereka untuk beroperasi bersama-sama secara mulus di lingkungan maritim yang kompleks,” kata militer Filipina.
MMCA gabungan pertama yang dilaksanakan di luar Laut Tiongkok Selatan
Kegiatan ini menjadi kali pertama MMCA antara ketiga negara digelar di luar Laut Tiongkok Selatan, kawasan yang kerap menjadi arena benturan antara Filipina dan Tiongkok atas permasalahan sengketa wilayah.
![Dari kiri, BRP Antonio Luna, BRP Gabriela Silang, dan USS Dewey berlayar beriringan di Laut Filipina saat latihan MMCA di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, 25 Februari. [Oscar Diaz/Angkatan Laut AS]](/gc9/images/2026/03/02/54869-260225-n-jj672-3143-370_237.webp)
![Dari kiri, USS Dewey, BRP Antonio Luna, dan BRP Gabriela Silang berlayar beriringan di Laut Filipina saat latihan MMCA di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, 25 Februari. [Oscar Diaz/Angkatan Laut AS]](/gc9/images/2026/03/02/54870-260225-n-jj672-2955-370_237.webp)
Hanya sekitar 100 km memisahkan Filipina dan Taiwan yang memiliki pemerintahan mandiri, yang dianggap Tiongkok sebagai wilayahnya dan belum menutup kemungkinan merebutnya dengan paksa.
"Operasi udara dilakukan di atas wilayah udara Filipina dan laut teritorialnya, utara Luzon,” ujar militer Filipina dalam pernyataan resmi, menambahkan bahwa kapal-kapal angkatan laut tetap berada di barat kepulauan Batanes.
Kolonel Xerxes Trinidad, juru bicara militer, menyampaikan kepada AFP bahwa operasi MMCA ini merupakan “pertama kalinya” digelar di "area operasional yang dimaksud."
Trinidad menjelaskan area tersebut sepenuhnya berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.
Militer Filipina menjelaskan dalam pernyataannya bahwa “area operasional” tersebut mencapai ujung utara Luzon, khususnya Pulau Mavulis, lokasi beradanya pos kecil angkatan laut dan marinir Filipina.
Patroli udara menjangkau hingga sejauh Selat Bashi, tetapi kapal-kapal yang berpartisipasi tetap berada di perairan Filipina dan tidak memasuki selat, kata Trinidad.
Menurut militer Filipina, aset yang berpartisipasi mencakup frigat bersenjata rudal BRP Antonio Luna kelas Jose Rizal dengan helikopter AW-159, serta armada udara Angkatan Udara Filipina yang terdiri dari jet tempur FA-50, pesawat utilitas C-208B, A-29 Super Tucano untuk serangan ringan, dan helikopter SAR Sokol.
Philippine News Agency melaporkan, Penjaga Pantai Filipina menempatkan kapal patroli lepas pantai BRP Gabriela Silang, sebagai bagian dari strategi nasional menyeluruh untuk menjaga kedaulatan maritim Filipina.
Menurut Pentagon, sejumlah unit yang terlibat antara lain pesawat P‑3C dari Jepang, USS Dewey, dan P‑8A Poseidon dari militer AS.
Kegiatan tersebut mencakup latihan pengisian logistik di laut, kualifikasi pendaratan di dek, serta latihan komunikasi, menurut laporan militer.
BRP Antonio Luna melaksanakan latihan tembak nyata untuk menguji ketepatan sasaran dan kesiapan tempur, sebelum ditutup dengan pengarahan dan evaluasi pasca-latihan guna merangkum pelajaran yang bisa diambil untuk operasi mendatang, kata Manila.
Kemarahan Beijing
Militer Tiongkok merespons marah atas latihan tersebut pada 27 Februari.
"Filipina melibatkan negara-negara di luar kawasan untuk menyelenggarakan apa yang disebut sebagai patroli gabungan, sehingga mengganggu perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Zhai Shichen, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.
Ia mengatakan Tiongkok melakukan “patroli rutin” di Laut Tiongkok Selatan pada 23–26 Februari.
Ketegangan antara Jepang dan Tiongkok telah meningkat sejak November, ketika Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Tokyo bisa ikut campur secara militer jika Taiwan diserang.
Beijing memberlakukan pembatasan ekspor serta memperingatkan warga negaranya agar menjauhi Jepang seraya menuduh Tokyo mencoba “membangkitkan semangat militerisme."
Menteri Pertahanan Jepang meningkatkan tensi pekan lalu dengan menyatakan Tokyo berencana menempatkan rudal permukaan-ke-udara di salah satu pulau barat terpencilnya yang berada di dekat Taiwan pada awal tahun 2031.
Meski menolak keras, Filipina akan terlibat dalam konflik atas Taiwan, menurut Presiden Filipina Ferdinand Marcos pada bulan Agustus tahun lalu.
"Saya berharap hal itu tidak terjadi… tetapi jika terjadi, kita harus sudah menyiapkan rencana,” kata Marcos, dengan menyebut banyaknya warga Filipina yang bekerja di Taiwan.
![Tiga pesawat serang ringan Super Tucano dari Angkatan Udara Filipina terbang di atas Laut Filipina Barat selama Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral (Multilateral Maritime Cooperative Activity/MMCA) ke-15 pada tanggal 20–26 Februari. [Angkatan Bersenjata Filipina]](/gc9/images/2026/03/02/54871-a-29b_super_tucano-370_237.webp)