Oleh AFP dan Liz Lagniton |
MANILA -- Penjaga Pantai Filipina (PCG) pada 7 Mei menyatakan telah mengerahkan pesawat untuk menyampaikan peringatan radio kepada kapal riset Tiongkok yang beroperasi di dekat terumbu karang yang dipersengketakan di Kepulauan Spratly. Manila menuduh Beijing melakukan aktivitas ilmiah ilegal di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.
Kapal Tiongkok Xiang Yang Hong 33, yang memiliki kemampuan mendukung operasi kapal selam, terdeteksi di dekat Terumbu Iroquois di ujung selatan Beting Reed, kawasan yang diyakini memiliki cadangan gas alam dan minyak yang signifikan.
Otoritas Filipina mengatakan kapal tersebut menurunkan perahu layanan menuju terumbu karang saat operasi berlangsung, yang “mengonfirmasi adanya kegiatan penelitian ilmiah kelautan tanpa izin yang sedang berjalan.”
Kerumunan kapal
Dalam patroli udara tersebut, penjaga pantai mendeteksi 41 kapal yang diduga sebagai “milisi maritim” Tiongkok yang berlabuh di dekat Terumbu Karang Iroquois dan Pulau Thitu yang dikuasai Filipina—wilayah yang dihuni sekitar 400 penduduk dan memiliki pos penjaga pantai yang baru didirikan.
![Jejak navigasi empat kapal riset Tiongkok yang beroperasi di dekat perairan Filipina ditampilkan dalam citra yang dirilis Penjaga Pantai Filipina pada 3 Mei. [Laksda Jay Tarriela]](/gc9/images/2026/05/11/56062-img_2693-370_237.webp)
![Anggota DPR dari Partai Akbayan, Dadah Kiram Ismula, kiri, dan seorang relawan misi sipil Atin Ito (“Ini Milik Kita”) mengibarkan bendera Filipina dan spanduk Atin Ito sebelum menancapkannya di gosong pasir Pag-asa Cay 2, yang juga dikenal sebagai Sandy Cay, pada 3 Mei. [Atin Ito]](/gc9/images/2026/05/11/56061-1-370_237.webp)
“Kehadiran kapal riset dan kerumunan besar kapal Milisi Maritim Tiongkok merupakan pelanggaran serius terhadap hak kedaulatan dan yurisdiksi maritim Filipina,” kata Penjaga Pantai Filipina dalam sebuah pernyataan.
“Kami akan terus menentang setiap aktivitas ilegal yang merusak kedaulatan dan hak-hak berdaulat kami,” kata Komandan Penjaga Pantai Filipina, Laksamana Ronnie Gil Gavan, seperti dikutip oleh Reuters.
Xiang Yang Hong 33 telah dipantau berada di dekat sejumlah wilayah yang diklaim Filipina dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Beting Sabina dan Beting Second Thomas, dua titik yang kerap memicu ketegangan antara pasukan Tiongkok dan Filipina.
Tekanan maritim
Insiden terbaru ini terjadi setelah operasi Filipina lainnya pada 3 Mei, ketika otoritas mengerahkan pesawat dan kapal atas perintah Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk menghadang empat kapal riset Tiongkok yang terdeteksi di sejumlah wilayah dalam ZEE Manila.
Pemantauan Filipina mengidentifikasi kapal-kapal tersebut sebagai Xiang Yang Hong 33, Shi Yan 1, Jia Geng, dan Zhuhaiyun. Manila mendeskripsikan mereka sebagai kapal riset khusus yang mampu melakukan pemetaan laut dalam, survei akustik, dan pengerahan sistem nirawak.
“Kami tidak akan menoleransi riset ilmiah kelautan ilegal apa pun yang dilakukan tanpa izin pemerintah kami,” kata Gavan pada 3 Mei.
Klaim yang tumpang tindih
Manila menyatakan bahwa operasi Tiongkok melanggar hak kedaulatan Filipina dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang mewajibkan persetujuan negara pesisir untuk penelitian ilmiah yang dilakukan di dalam ZEE.
Beijing, yang mengklaim sebagian besar Laut Tiongkok Selatan meski klaimnya ditolak majelis internasional pada tahun 2016, membela operasi tersebut sebagai tindakan yang sah dan menyatakan pulau serta terumbu karang yang terkait merupakan wilayah Tiongkok.
Sementara itu, aktivis sipil dari koalisi Atin Ito (“Ini Milik Kita”) pada 3 Mei menggelar misi simbolis penancapan bendera di Sandy Cay, sebuah langkah lain yang bertujuan untuk memperkuat kehadiran Manila di perairan sengketa tersebut.
Anggota DPR dari Partai Akbayan, Dadah Kiram Ismula, yang ikut dalam misi tersebut, mengatakan para warga Filipina melihat kapal penjaga pantai dan kapal angkatan laut Tiongkok berada di dekat lokasi selama operasi berlangsung.
“Ada kapal Tiongkok yang mencoba mengejar kami,” kata Ismula kepada wartawan, seperti dikutip Philippine Star.
Angkatan Bersenjata Filipina kemudian menggambarkan operasi itu sebagai “penegasan kuat atas hak-hak berdaulat kami dan demonstrasi kewarganegaraan aktif dalam menghadapi tantangan eksternal.”
Militer Filipina secara terpisah melaporkan pemantauan terhadap 62 kapal angkatan laut dan penjaga pantai Tiongkok di sejumlah wilayah utama Laut Filipina Barat sepanjang April, termasuk Beting Scarborough, Beting Second Thomas, Beting Sabina, dan Pulau Thitu.
![Penjaga Pantai Filipina melakukan penerbangan rutin pemantauan domain maritim di Gugusan Pulau Kalayaan untuk menentang penelitian ilmiah ilegal oleh Tiongkok. [Penjaga Pantai Filipina]](/gc9/images/2026/05/11/56063-main-370_237.webp)